
Hari hari terus saja berganti dan jarum jam sebagai penentu bergantinya waktu, hingga kini tidak terasa usia kandungan Helena sudah memasuki waktunya melahirkan, tapi menurut perkiraan dokter dua pekan yang lalu mengatakan jika kemungkinan besarnya satu kali pekan lagi maka pasangan itu akan sah menyandang gelar sebagai orang tua.
Memulai tugas yang baru sebagai orang tua, dan itu merupakan hal yang sangat dinanti nantikan oleh keduanya, bahkan jika di suruh memilih, mereka ingin sekali waktunya di percepat dan kalau bisa hari ini pun mereka akan terima dengan senang hati, tapi yah mau bagaimana lagi semua butuh proses dan waktu penantian.
"Sayang, aku sudah tidak sabar deh menunggu anak kita lahir" ucap Helena.
Keduanya saat ini berada di dalam kamar bersantai ria dan bermanja manja, atau leboh tepatnya Helenalah yang bersandar manja di dada bidang Ans sementara si pria tampan yang sebentar lagi akan menajdi hot daddy itu menyambut dengan baik sikap istrinya bahkan tak jarang tangannya mengusap rambut dan mencium mesra pucuk kepala Helena.
"Ayah juga tidak sabar" ucap Ans.
Panggilan Ayah dan Bunda sudah di sematkan pria itu sejak dua minggu yang lalu, saat mengetahui anaknya yang sebentar lagi lahir dan jenis kelamin anaknya yang ternyata seorang perempuan membuat Ans senangnya bukan main dan kata manis Ayah Bunda sudah di patenkan sejak saat itu.
"Kenapa panggilannya ayah Bunda sih?" tanya Helena simpel sebenarnya tapi penasaran juga.
Padahal ada banyak panggilan yang lebih keren yang bisa di gunakan untuk anak mereka panggil kelak, tapi Ans sudah keukeh pada panggilan itu dan tidak mau lagi merubahnya.
"Ayah suka saja dengan panggilan itu" jawab Ans singkat.
"Ck, tapi masih banyak panggilan yang lebih Keren Ayah!" protes Helena.
Walau sebenarnya Helena rada komplein dengan panggilan itu, tapi tetap saja Helena juga menyematkan dan mulai membiasakan diri dengan panggilan itu walau kadang kadang suka bolos dan keplosan masih memanggil akukamu.
Dan bagi Ans sendiri itu bukanlah masalah jika Helena saat ini belum terbiasa tapi mungkin jika mulai pekan depan Ans akan melarang keras panggilan aku kamu itu, dia akan melatih keras agar istri cantiknya ini bisa terbiasa dengan panggilan Ayah Bunda.
"Ck, masih banyak panggilan yang lebih keren Ayah!"
"Ada alasan tersendiri bagi Ayah kenapa maunya dengan panggilan itu" jawab Ans.
__ADS_1
"Memangnya apa?" kepo Helena.
Ans menarik nafasnya terlebih dahulu, entah kenapa istrinya ini sekarang suka sekali bertanya dan tingkat kepo nya semakin naik level, bahkan tetangga saja pun dia bahas jika dengar sesuatu dan yang lebih parahnya lagi, berita selebriti selebrita yang entah dimana mereka berada, tapi istrinya yang yang tidak berhenti mengoceh dan mencari tau hingga ke akar akarnya tentang para artis itu.
"Kata dan panggilan Ayah terdengar jauh lebih lembut di penderangan bahkan kesejukan hati terasa lebih menyentuh, apa lagi anak kita perempuan dan sudah pasti suaranya akan merdu ketika memanggil kita nantinya" tutur Ans memberi penjelasan.
"Dari mana ayah tau itu semua? anak kita saja bel lahir"
"Karena sudah ada pendahulu nya di sini, disamping ayah dan sudah terbukti ketika dirinya memanggil dengan sebutan Ayah" jawab Ans menoel pipi Helena dengan gemas.
Helena hanya mengangguk pertanda jika dirinya sudah paham akan penjelansan suaminya, dan memang benar ketika Ans pun memanggilnya Bunda terasa sangat damai dirasakannya.
"ya, Ayah benar" gumam Helena.
"Baiklah, karena Ayah benar maka sekarang Ayah ingin bersenang senang dulu" ucap Ans dengan senyum misteriusnya.
"Iya bermain, Bunda tidak lupa kan kalau ibu dan adik adikmu akan kemari dan satu pekan lagi anak kita lahir yang artinya mulai besok dan beberapa bulan kedepan kita tidak bisa bersenang senang" jawab Ans menaik turunkan alisnya.
"Hei bersenang senang seperti apa sih Yah?jangan maik teka teki!" ketus Helena.
Ans tersenyum melihat respon istrinya, rupanya walau istrinya banyak berubah, tapi masalah kepolosan tetaplah istrinya masih memenangkan juaranya karena masalah signal seperti ini saja pun dia sangat lola.
Dengan gemas Ans mendekat telinha Helena, dan ibu hamil itu yang memang sekarang ratu kepo, dengan berubu penasaran dia pun memasang kuping lebar lebar untuk mendengarkan apa yang akan di katakan oleh suaminya.
"Bermain kuda kudaan hingga puas" bisik Ans.
Seketika semburat Rona merah mengambil alih warna putih mulus pipi Helena mendengar bisikan dari suaminya, pikirannya tidak sampai kesana, dia masih terlalu pemula memahami arti teka-teki dan maksud dari ucapan suaminya yang ambigu.
__ADS_1
"Apaan sih ayah" ucap Helena malu malu.
Melihat istrinya yang menggemaskan membuat Ans tidak dapat menahan diri lagi, langsung menerkam dan meraup bibir manis istrinya, dan kegiatan suami istri malam itu pun terjadi menggali kepuasan dan kenikmatan hingga bersama sama.
***
Lain hal nya dengan pasangan Riko dan Lili, kehamilan Lili yang sudah masuk pada bulan kre tujuh membuat wanita itu hanya tau makan makan dan makan, tidak peduli dengan berat badannya yang semakin meningkat pesat, yang dia tau hanya ingin memuaskan perut dan hasratnya terhadap makanan yana dia inginkan.
Mengapa dia tidak peduli dengan berat badan yang semakin lama semakin melebar? Karena dia sudah berpegang teguh pada perkataan Riko ia mengatakan Sebesar apapun badannya Riko tidak akan pernah berpaling, dan lagi postur tubuhnya yang ini hanya sampai dirinya melahirkan saja, nanti setelah anaknya lahir dia akan menyusui dan otomatis berat badannya akan kembali seperti semula.
Itulah yang membuat seorang Lili tidak terlalu memusingkan hal itu, karena tinggal dua bulan lagi maka badannya akan kembali.
Seperti malam ini waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari, setelah dia dan Riko melakukan kegiatan ronda rutin, perutanya mendadak lapar, sepertinya tenaganya habis dan perutnya lapar.
"Sayang...Aku lapar" rengek Lili mengguncang tubuh Riko yang baru saja terlelap.
"Hmm ngantuk sayang, kita tidur ya" gumam Riko.
Lili memberenggut kesal melihat respon suaminya yang seperti itu membuatnya kesal saja, "ck, habis manis sepah di buang!" ketus Lili.
Riko mendengar tapi dia seolah menulikan telinganya berpura pura tidak mendengar perkataan istrinya, karena dia benar benar lelah dan mengantuk, Riko capek dengan pekerjaanya seharian di tambah lagi dengan kegiatan meronda mereka yang sudah dua kali mengelili kompleks masing masing satu setengah jam, yang artinya mereka sudah tiga jam meronda dalam satu kompleks.
"Awas saja nanti, minta meronda lagi maka tidak akan aku temani! kau akan meronda sendirian di kamar mandi!" gerutu Lili seraya bergerak hendak turun.
Sementara Riko yang mendengar perkataan Lili yang akan menjadi petaka, langsung bergegas dan berdiri menacari celana boxernya kemudian menggunakannya dan melipir menuju dapur.
.
__ADS_1
Bersambung...