
Ans mengemudikan dengan kecepatan tinggi, tujuannya kini adalah apartemet Via, tidak sulit bagi Ans untuk mengetahui keberadaan Wanita itu karena sudah ada orang suruhanya yang sedang memata matai Via.
Tapi belum juga Ans sampai pada tujuannya, dia mendadak menghentikan mobilnya karena ternyata dia melihat tergetnya sedang memasuki salah satu restoran dan restoran itu tak lain dan bukan adalah milik Darren.
Seketika pikiran Ans menaruh curiga pada mereka, jika situasi yang di kirimkan oleh Via sudah di rencanakan oleh mereka berdua.
Ans geram memikirkan jika itu semua benar, maka dia tidak akan mengampuni mereka berdua karena sudah membuat Ans melayangkan tangannya pada Helena.
Seketika perasaan bersalah menghantam ulu hatinya mengingat kembai bagaimana dia tidak berperasaan menampar dan mengatai Helena.
Bahkan di saat seperti itu pun, Helena masib memikirkan untuk melindungi perutnya agar tidak terbentur dan itu semakin membuat Ans menyesali perbuatannya.
"Maaf" lirih Ans "Aku akan menyelesaikan masalah ini dan kita akan memulai semua dari awal Helena!".
Ans bertekat akan menyelesaikan masalag ini dan setelah itu dia akan memulai hubungan baru dengab Helena karena baru di sadari sebagian hatinya sudah tertuju pada gadis itu.
Ans segera turun dan mengikuti langkah Via, dengan pelan tapi tegas ia memasuki restoran untuk mencari tau siapa yang akan akan di temui oleh Via.
Sementara dalam restoran sudah ada Dareen dan Via yang berniat membahas kelanjutan dari rencana mereka.
"Kau memang benar benar hebat! kau membuat seolah sebuah perjanjian temu antara kalian" decak kagum terdengar dari mulut Via.
Sementata Darren diam saja menatap wanita yang sudah menawarinya kerja sama "bagaimana reaksinya?" tanya Darren dengan tenang tapi matanya tajam ke arah Via.
"Tentu saja pasti dia akan marah, dan dengan begitu mereka akan salah paham dan aku akan masuk di antara mereka dan mengatakan jika dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan padaku saat itu" jawab Via dengan gamblangnya.
"Apa yang sudah dia lakukan?" tanya Darren yabg mulai tertarik.
Darren belum mendengar apa yang di lakukan Via pada Ans, dan kini dia ingin tau agar bisa dia jadikan bukti dengan merekam semua percakapan mereka, jika sewaktu waktu Helena membutuhkannya.
Ya, Darren sudah memutuskan untuk membantu Helena, dan perkara pertemuannya dengan Helena siang tadi memang dia sengaja tapi setelah mendengar pengakuan Helena yang sudah merasa nyaman dan bergantung pada sikap Ans membuat Darren paham jika Helena sudah mulai menaruh hati pada suaminya.
Flashback...
"Bagiamana kabarmu Helen?" tanya Darren.
Saat ini mereka sedang berada di taman ruamh sakit setelah tadi Darren mengantarakn Helena memeriksa kandungannya yang memang di sengaka awalnha kleh Darren mengikuti Helena.
"Aku baik mas?" jawab Helena lembut dengan senyum lembut dari bibirnya.
__ADS_1
"Apa kau bahagia?" tanya Darren.
"Tentu! aku bahagia karena di selalu memperhatikan diriku bahkan makanan yang boleh aku makan pun harus sesuai dengan anjuran bagi wanita hamil dan itu selalu di terapkanya padaku".
Helena menjawab dengan santainya tanpa merasa terbebani, apalagi pancaran bahagia jelas terlihat di mata Helena.
"Apa kau mencintainya Helen?" lirih Darren denga tatapan sendunya.
Helen bungkam untuk sesaat, entab harus menjawab seperti apa, apa lagi mengingat pria yang ada di hadapanya ini menaruh hati padanya tapi dia juga harus jujur bukan.
"Apa dosa jika mencintai suami sendiri mas?"
Helana menatap dalam mata Darren, dan terjadilah saling tatap di antara mereka yang membuat Ans menjadi salah paham pada foto yang dia terima dari Via.
Flashback off...
"Katakan padaku!"
"Aku menjebaknya saat kami berada di luar kota, aku menuduhanya sudah meniduriku dan menyabotase sedemikian rupa seolah dia adalah yang pertama untukku agar dia tidak berkutik lagi hahahaha....!"
Via menceritakan semuanya secara gamblang tanpa tau jika ada dua orang yang sedang menahan amarah karena rencananga itu.
Ans mendekati meja dua orang yang saling berhadapan itu, mereka terkejut bukan main karena orang yang ingin mereka prcah belah berdiri di hadapan mereka dengan nafas yang memburu menahan arah.
"A Ans!"
Plak
Satu tamparan Ans daratkan di pipi mulus Via, kali ini jauh lebih kuat dari yang Ans lakukan pada Via hingga sudut bibir gadis itu terluka.
"Ans apa yang kau lakukan" lirih Via dengan tangan yang mengusap pipinya yang terasa panas.
Sementara Darren haya melipat kedua tangannya menyaksikan adegan yang terjadi tanpa berniat untuk menolong Via.
"Kau benar benar Ja**ng sia**n! umpat Ans
"Aku bahkan menyakitu istriku karena jebakai yang murahan ini!" bentak Ans.
Kedua tangan Ans mencekrang kedua lengan Via dengan sangat kuat hingga wanita itu memekik kesakitak, sementara Darren yang mendegar perkataaan Ans langsung bangkit berdiri dan meraih kerah kemeja Ans.
__ADS_1
"Apa kah bilang! kau menyakiti Helenku!" bentak Darren " berani sekali kau menyakitinya".
Ans membalas perbuatan Darren, mencekram kerah kemea dan menatapnya dengan tajam
"Aku tidak akan gila melakukan ini jika buka kau penyebabnya!" ucap Ans penub penekanan.
"Jangan menyalahkan aku bren***k!" teriak Darren dan melayangkan satu pukulan di wajah Ans.
Bugh
Ans yang tidk terima pun membalas perbuatan Darre dan berkata "semua karena mu yang mengikuti permainan ja**ng ini! jadi salahkan dirimu yang merusah rumah tangga Helena!" teriak Ans.
Darren teridiam mendengar perkataan Ans yang memang benar jika dirinyalah yang salaah marena mau mengikuti Via dan secara tidak langsung dialah yang menyakiti Helena.
"Kau!" tunjuk Ans pada Via " jangan sekalipun muncul di hadapanku apalagi mengusik rumah tanggku! karena aku tidak akan berbaik hati untuk kedua kalinya padamu!" tegas Ans pada Via.
"Ans.." lirih Via yang muali bergetar ketakutan.
Viq sangat mengerti bagaimana Ans jika ada yang berani mengusik orang tersayanngya, dia tidak akan segan memberi pelajaran yang akan di ingat seumur hidupnya.
"Kau pasti belum lupa bagaimana aku jika ada yang berani mengusik orang tersayangku!" tegas Ans.
Usai berkata begitu Ans berlalu pergi meninggalkan restoran, tujuannya kini adalah rumah, dia ingin menemui istrinya untuk memintaaf, dan bertekat untuk memulai hubungan dari awal.
Ans terus melaju tidak sabaran untuk sampai dan bertemu dengan Helena, tanpa tau kejuatan apa yang akan dia dapatkan hasil dari perbuatannya pada Helena.
Ans berjalan dengan langkah cepat memasuki rumahnya " Helen...Helana..!" teriak Ans memanngil istrinya.
"Helen.....!"
Ans berteriak terus karena tidak mendapat jawaban dari Helena, berjalan masuk ke kamar dengan kasar ia membuka pintunya dan dia tidak mendapati Helena disana.
As bergegas ke kamar mandi, tapi tidak juga menemukan yang dia cari, hingga kakinya berhenti pada pintu lemari yang tidak terkunci rapat seperti biasanya.
Jantung Ans berhenti seketika memikirkan kemungkinan Helena pergi meninggalkannya.
Dengan cepat Ans membukan pintu lemari dan melihat isi lemari pakaina Helena sudan sebagian kosong.
"Dia pergi!" lirih Ans.
__ADS_1