Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Masih Kisah Riko


__ADS_3

"Bunda......!" teriak Lili.


Saat ini pasangan itu sudah tiba di kediaman yang dulu pernah mengukir kenangan Lili disana, rumah sederahan namun tampak asri karena di hiasi oleh tanama Bunda yang selalu terawat dengan baik.


"Jangan berlari sayang..!" teriak Riko tak kalah kencangnya.


Entah kenapa semenjak kehamilan Lili dan semakin bertambahnya usia kandunganya, Lili menjadi semakin aktif tidak mau diam, dan contohnya sekarang, padahal kebanyakan setiap wanita hamil pada umumnya akan menjaga cara dia bertindak agar tidak berdampak pada kandungnya, tapi berbeda dengan Lili yang semakin tidak bisa diam, bahkan jika disuruh melompat mungkin dia dengan senang hati akan melakukannya.


Padahal di awal awal hami, Riko lah yang bertingkah dengan segala kelakuannya tapi seiring berjalannya dan bertambahnya usia kandungnnya, semua berbalik dan kini Lilo lah yang banyak berubah.


Lili berbalik dan menatap tajam ke arah Riko yang membuat pria itu kembali diam dan menelan ludahnya dengan susah "Ya Tuhan apa lagi sekarang" keluh Riko dalam hati.


"Kenapa kau jadi seperti bunda yang cerewet sih sayang!" ketus Lili


Riko melongolos mendengar perkataan Lili yang menyamakan dirinya dengan mertuanya sendiri, cerwet katanya "gila aku di katai cerewet dan sa seperti ibu mertuaku Ibunya sendiri" teriak Riko dalam Hati.


Ya hanya dalam hati Riko mengutarakan apa yang dia katakan karena jika langsung di hadapan ibu hamil itu maka dia akan mengamuk dan mengomel lagi, dan ujung ujungnya dia akan berkata kalau Riko tidak sayang dia lagi.


Pernah sekali di malam hari, Lili ingin makan nasi goreng buatan Riko dan itu harus nasi gorenga pakai udang rebus, tapi kerena Riko yang sangat mengantuk tidak lagi mendengarkan keinginan Lili


Dia langsung melesat menuju dapur, walau tidak begitu pandai tapi untuk membuat nasi goreng yang diminta Lili bisa di buatkan oleh Riko.


Meski mata mengantuk tapi Riko menaham kantunknya untuk memenuhi keinginan istrinya, dia memasak dan ternyata udannya di goreng Riko karena menurutnya memang lebih baik jika di goreng lebih dulu.


Tapi sayang sekali, Lili protes karena udangnya tidak sesuai dengan keingninnya, alhasilnya karena rengekan Lili, Riko pun memasakan ulang nasi goreng dan kali ini udangnya di rebus saja.


Riko kembali menuju meja makan menaruh piring yang berisi nasi goreng, dan mata yang tadinya mengantuk kini segar seketika.


Bagaimana tidak, setelah Riko kembali membawa nasi goreng yang di minta Lili ternyata nasi goreng sebelumnya sudah tandas di makan oleh istrinya.


Dan tanpa rasa bersalah Lili berkata "aku tidak mau menunggu lama jadi aku makan saja yang ini" jawab Lili santai.


"Tapi aku udah masak loh sayang!" kata Riko memelas.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau lagi" jawab Lili acuh.


"Ck, tadi lebih baik jangan memintaku memasak lagi!" ketus Riko.


Lili berkaca kaca menerima bentakan dari Riko, dia tau dia sudah keterlaluan tapi bagaimana dengan keinginanya "Kamu marah sama aku? kamu udah gk sayang sama aku lagi?' lirih Lilir dengan bibir yang bergetar.


Hasilnya Riko lagi yang mengalah dan meminta maaf agar istrinya senang.


Begitulah sebagian kisah yang terjadi beberapa waktu yang lalu, drama kehamilan yang membuat Riko selalu tidak bisa berkutik jika Lili sudah menunjukan tanda tanda tidak suka atau sedih.


"Istri bapak berubah galak ya pak?" seloroh Supir taxi.


"Kok tau?"


"Tau lah, kita senasib pak saat istri saya hamil juga begitu, dan parahnya dia selalu menjadikan saya bahan percobaan" jawab supir taxi dengan kekehan tenyahnya.


"Percobaan? percobaan apa maksudnya.?" tanya Riko yang kepo.


"Saya di suruh menggunakan kebaya wanita dan menjadi objek percobaan tutorial make up nya" ucap supir dengan tawa renyah terdengar dari mulutnya yang sudah tidak bisa menahan tawa lagi.


Seorang CEO perusahan yang tidak kalah hebatnya di negara ini manjadi objek percobaan make up oleh istrinya sendiri.


"Bapak tidak keberatan?"


"Awalnya iya, tapi lama lama menyenangkan" jawab Supir yang kembali tertawa.


"Astaga aku-"


"Sayanggg...!" teriak Lili yang kembali keluar dari rumah.


Padahal Riko masih ingin melanjutakan katanya tapi teriakan dari Lili menghentikan niatnya, dengan segera dia berjalan menuju istrinya yang sudah bersedekap dada.


"Sayang kamu kok keluar lagi?" tanya Ans dengan senyum terbaiknya di berikan pada Lili.

__ADS_1


Dan Lili yang awalnya ingin mengomeli RIko jadi melunak setelah melihat senyum menggoda suaminya, dengan manja Lili meraih lengan Riko dan menyandarkan kepalanya di lengan pria itu.


"Ayo sayang kenapa lama sekali?" tanya Lili dengan tingkah manjanya.


Riko mengelus dadanya karena senyumnya berhasil meluluhkan wanita galak yang sialnya adalah istrinya sendiri.


" Terus rayu dengan cara seperti itu tuan, agar tidak macam macam lagi istrinya" bisik supir saat melewati mereka membawa masuk barang barang pasangan itu.


Riko tersenyum mendengar perkataan supir itu sepertinya kali ini dia akan menggunakan senjata ini sebagai senjata pamungkas agar bisa terhindar setiap Lili mengomel dan mengamuk.


"Selamat siang Bunda Ayah" sapa Riko dengan ramah dan sopan.


"Riko? gimana kabarmu?" tanya Ayah setelah Riko mencium punggung tangan mereka bergantian.


"Aku baik Bunda, bagaimana dengan kalian" tanya Riko basa basi.


"Kami baik kok, oh ya bagaimana anak bunda ini? apa dia menyusahkan nak Riko" tanya Ayah.


Riko melirik Lili yang ternyata sudah memasang diri untuk mengintimidasi Riko agar tidak mengatakan semua kelakuannya selama hamil ini.


"Belum bicara aja udah begini, bagaimana jika aku mengadu? bisa bisa aku habis oleh omelannya dan aku tidak akan bisa meronda lagi" batin Riko yang terus melirik Lili.


"Istriku baik bunda" jawab Riko merangkul bahu Lili dengan mesra "walau seperti apa pun sikapnya, itu tidak akan membuatku jenuh karena itu ciri khasnya membuatku tertarik" lanjut Riko yang menatap Lili "walau kadang menyebalkan tapi aku tetap mencintainya" lanjut Riko dalam hati.


Lili tersipu malu mendengar perkataan Suaminya apalagi sikap dan tatapan penuh cinta dari Riko yang tidak sungkan mempertontonkan di depan orang tuanya.


"Dia benar benar suamiku yang paling baik di antara lelaki lainnya, karena dia tidak pernah keberatan dengan apa yang aku lakukan selama ini" batin Lili


Dia merasa suaminya selama ini tidak pernah mempermasalahkan hal itu, tanpa tau jika sebenarnya dalam hati Riko selalu menahan kekesalannya.


"Baiklah jika seperti itu" ucap bunda membuat kedua orang itu kembali tersadar dari situasi mereka.


Lili dan Riko kikuk karena baru sadar jika ada dua orang tua paru baya yang menyaksikan sikap mereka.

__ADS_1


"Sudah! kita makan siang dulu" ajak Ayah.


Bersambung...


__ADS_2