
Malam sudah tiba, dan Riko semakin bersemangat Setelah kejadian canggung tadi mereka hanya mengobrol saja di ruang keluarga. dan sekarang waktunya Riko berolah raga malam untuk kedua kalinya dengan Lili.
Dia masuk lebih dulu ke dalam kamar, duduk dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang milik mereka menunggu istrinya yang masih berada di dapur.
" Hufttt rasanya deg degan sekalis sih." ucap Riko menenangkan degupan jantungnya. " Serperti mau seleksai saja takut di tolak ." Lanjutnya.
Masih betah menunggu tanpa tahu kalau ternyata Lili sengaja memperlambat dirinya masuk ke dalam kamar mereka, karena sesungguhnya lili pun merasakan gugup.
Bagaimana pun dia sudah dewasa, dan sudah pasti paham akan apa yang terjadi berikutnya mengingat mereka yang sudah berbaikan dan saling mengungkapkan isi hati.
"Aduh bagaimana ini? kenapa Rasanya jantungku mau melompat sih" keluh Lili. " aku yakin riko pasti sudah mengguku disana. Tapi kalau aku tidak masuk, tidak mungkin aku disini terus." Pikir Lili yang masih bolak balik di dalam ruangan keluarga.
Masih sibuk dengan pikirannya berjalan mondar-mandir di ruang keluar sembari kukunya digigiti tanpa sadar kalah Riko berjalan menuju kearahnyan melingkarkan tangnya di perut Lili yang membuat gadis itu memekik kaget.
" Akkhh."
" Stttt ini aku sayang, jangan berteriak." ucap Riko
"Ke kenapa kau kembali lagi kemari? " tanya Lili gugup.
" Harusnya aku yang tanya kenapa kau masih disini dan mondar mandir seperti orang bingung sampai sampai tidak lagi menyadari kedatanganku hem?" tanya Riko yang masih betah memeluk Lili.
" Eggak kok, ini aku udah mau masuk ke kamar kita kok." elak Lili.
Riko hanya tersenyum medengar perkataan Lili yang terlihat gugup. Bukan Riko jika tidak tau kalau istrinya ini merasa canggung dan gugup, karena kenyataanya dia pun merasakan hal yang sama.
Riko melonggarkan pelukannya dan berpindah ke arah samping Lili. dengan sekali gerakan saja dia sudah mengangkat tubuh Lili ala bridal style dan lagi-lagi itu membuatnya istrinya memekik kaget.
" Apa yang kau lakukan! turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri." pinta Lili yang mencoba memberontak.
" Sttt diamlah jika kau tidak ingin jatuh." kata Riko tanpa memandang wajah Lili, dan terus berjalan menaiki satu persatu anak tangga yang memuni kamar mereka.
__ADS_1
Lili terdiam seketika tidak lagi protes dan mendadak tubuhnya tenang tidak lagi memberontak, kedua tangannya dikalungkan di leher Riko dan wajahnya dibenamkan di dada Suaminya, karena mendadak dia merasa panas pada wajahnya dan ia yakin kalau dia pipinya pasti sudah memerah seperti kepiting rebus lagi.
Akhirnya mereka sampai juga di depan pintu kamar mereka dan sejenak Riko berhenti dan berkata. " buka pintunya sayang." pinta Riko pada Lili yang masih betah dalam posisinya
Langsung saja tangan Lili bergerak memutar handle pintu kamar dan mendorongnya sedikit agar pintu terbuka.
Setelah pintu terbuka, Riko kembali berjalan dan sebelum itu ia mendorong menutup pintu kembali dengan menggunakan kakainya.
Berjalan perlahan menuju ranjang milik mereka menjatuhkan tubuh Lili secara perlahan di atas ranjang kemudian ikut berbaring dengan posisi menyamping menghadap ke Lili.
Tangannya terulur mengelus pipi mulus lili dengan punngung tangnnya dan Lili pun menikamati sentuhan itu seraya memejamkam matanya meresapi rasa aneh yang tiba-tiba menyerang raganya.
" Terimakasih sayang."
" Untuk apa?" tanya Lili yang masih memejamkan matanya tapi keningnya mengerut tidak mengerit maksud dari ucapan itu.
"Karena kamu sudah memberiku kesempatan, dan aku harap setelah ini hanya akan ada aky di hatimu saja." ucap Riko penuh harap.
" Aku akan berusaha untuk itu." jawab Lili dengan senyu manisnya yang membuat Riko terpana.
Saling memandang satu sama lain, mengagumi cipataan Tuhan yang ada di depan masing-masing. tak bisa dipungkiri baik Riko maupun Lili terpesona akan paras dari diri masing-masing.
Lama saling memandang dan mengagumj sehingga pandangan Riko jatuh pada bibir merah delima milik Lili. perlahan tapi pasti Riko memajukan wajahnya dan mendekatkan bibirnya pada bibir Lili. semakin dekat dan dekat hingga akhirnya.
Cup
Persatuan bibir itu akhirnya berhasil Riko lakukan, tidak ada pergerakan dari kedua bibir itu hanya menempel saja hingga akhirnya Riko mulai menggerakkan bibirnya mengesapnya secara bergantian ke atas dan ke bawah.
Lili pun terbuai akan kelembutan ciuman itu dan reflek ia melingakran tanyanya ke leher Riko dan mendorong Tubuh Riko berada di atasnya dan mengukung dirinya.
Semakin lama ciuman mereka semakin terasa memabukkan. saat Li**h Riko berhasil masuk menerobos rongga mulut Lili mengeksplor seluruh isinya yang membuat erangan lolos dari bibir seksi itu.
__ADS_1
Mendengar erangan merdu itu membuat Riko semakin bersemangat, dan kini tangannya tidak tinggal diam, tangan kirinya ia gunakan untuk menyangga tubuhnya dan tangan kanannya ia fungsikan untuk meraba raba tubuh Lili.
Bahkan tak segan Riko menangkup dan mer**as buah itu, yang sudah menyusup di ablik piyama milik Lili dan Lagi lagi lenguhan terdengar merdu keluar dari bibir Lili.
Riko mengehntikan kegiatannya dan melepaskan pangutannya.Hal itu membuat Lili membuka matanya memandang Riko dengan dari mengerut bertanya kenapa berhenti. Lrena sesungguhnya dia sudah terbawa suasana permaina Riko.
Riko sama dengan Lili bahkan pandangannya kini sudah di penuhi kabut gairah dan rasa ingin menuntaskan hasrat. " Boleh aku meminta hakku sayang?" tanya Riko serak menahan sesuatu yang sudah bergejolak di bawah sana meronya ingin mencari tempat berteduh mungkin.
Dangan pandangan sayu Lili menganggukan kepalanya memberi ijin untuk Riko melakukan yang lebih pada dirinya. Dan mendapatakan ijin, Riko tidak membuang waktu lagi, segera dia melepaskan pakaian yang melekat pada tubuhnya kemudian kembali mengukung tubih Liki yang menutup matanya malu melihat tubuh Riko.
" Jangan di tutup matanya sayang. Lihat saja jika mau melihatnya."
Lili menurut membuka matanyadang tubuh Riko,dari atas hingga kebawah tepatvpada pusaka suaminya.
Glek
Lili menelan ludahnya kepayahan melihat hal itu, dan segera ia mengalihakan perhatiannya lagi memandang wajah suami yang tepat saat itu Riko kembali meyerang bibirnya dengan seidikit ganas dan tergesa.
Riko membuka satu persatu kancing piyama milik Lili dan merosotkannya daro tubuh Lili, Riko menelan ludahnya melihat isi dari balik baju, meski sudah pernah melihatnya tapi baru kali ini dia melihat penuh dengan kesadaran.
Cepat-cepat tanyanya menyusup dan mengelus punggung Lili dengan bibir yang sudah mulai menyusuri tubuh bagian depan Lili. Tanganya melepaskan pengait bra milik Lili hingga terpampang sempurnalah benda indah itu. Kembali menunduk dan mel**at benda indah itu dan sesekali mer**as dan memelintir.
Terus lid*h itu menjulur menj**ati bagian bagian bagian sensitif Lili, yang membuat wanita itu kenasa bergerak gelisah kesana kemari karena sudah terbakar gairah.
Pelan tapi pasti Riko memasuki Lili yang masih sangat sempit. Maklum saja ini kali kedua bagi Riko dan Lili melakukan penyatuan. Lili masih merasakan sakit saat dirinya dimasuki dan perlahan Riko mulai bergerak maju mundur diatas tubuh Lili sampai akhirnya erangan bersamaan lolos dari keduanya dan Riko ambruk di atas Lili meraup oksigen dalam dalam sama seperti yang dilakukan Lili.
Bersambung...
Udah yee, author pusing gk tau mau buat giman MP nya karena author takut hilaf dan jadinya jiwa jomblo autho meronta dah. 🤗😜
jangan lupa dukung author terus ya. Setidaknya tinggalkan jempol setelah baca😊😘
__ADS_1