
Saat ini pasangan suami istri itu sudah tiba di halaman restoran mewah yang sudah disiapkan oleh Halim untuk makan malam romantis tuan mudanya Riko.
Mereka turun dari mobil dengan Riko yang menggunakan setelan jas berwarna merah darah dan Lili menggunakan gaun dengan warna Senada, gaun yang panjanganya hanya sampai di bawah lutut Lili, lengan sebatas siku, belaha dada yang tertutup, sungguh terlihat sederhana namun elegan.
Riko berlari mengelilingi mobilya membukaan wanitanya pintu untuk Lili keluar, tanganya ia gunakan untuk menghalau kepala Lili dari pinggiran pintu mobil agar tidak melukai Istriya.
Sungguh perlakuan Riko malam ini sangat membuat seorang Lili sangat tersanjung dan penuh binar kebahagian.
Bagaimana tidak bahagia, jika kali ini adalah pertama kalinya mereka makan malam romantis dan sekalinya pun Riko langsung memperlakukannya dengan sangat istewa.
"Ayo ratu ku silahkan berpegang pada lenganku" ucap Riko lembut menyodorkan lenganya pada Lili.
Dengan senang hati Lili menyambut lengan Riko dan mengaikan tangannya di sana, mereka berjalan menyusuri jalan menuju Restoran dengan penuh kemesraan.
Senyum tidak terlepas dari bibir kedua pasangan itu, sungguh baim Riko maupun Lili tidak akan pernah bisa melupakan moment indah ini.
"Silahkan duduk istriku sayang" ucap Riko menarik kursi untuk Lili.
"Terimakasih suamiku" ucap Lili dan kemudian duduk di kursi yang disediakan Riko.
"Tak lama setelah mereka duduk, dua orang pelayan datang memghampiri dengan membawa nampan berisi menu makan malam romantis pasangan itu.
Rupanya Halim benar benar sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna, bahkan untuk makanan saja Halim sudah pilihkan yang bisa di makan oleh wanita yang sedang hamil itu.
"Halim benar benar tau selera ya" decak kagum terdengar keluar dari mulut Lili membuat suasana hati Riko berubah menjadi galau mendengar wanitanya memuji pria lain.
"Ck, kenapa kau memuji pria lain!" kesal Riko.
"Tidak memuji sayangku hanya pekerjaanya saja yang aku kagumi" jawab Lili dengan senyum indahnya yang membuat Riko tdak mampu bertahan dengan kekesalannya lagi.
"Baiklah mari kita makan sayang" ucap Riko.
Mereka mulai menikmati makan malam romantis merrka untuk pertama kalinya selama mereka menikah, dan benar benar ini sangat mengsankan bagi keduanya.
Dan sepanjang makan malam, musik merdu dan slow terus menemani acara mereka, membuat Lili tidak bisa menahan haru kebahagiann.
" Terimakasih" ucap Lili menghentikan kegaitannya dan mengulurkan tanganya untuk menyentuh jemari Riko.
Riko ikut menghentikan gerakanya, menyambut dengan lembut sentuhan jemari Lili, menggengamnya dan kemudian menciumnya dengan lembut.
__ADS_1
"Tidak perlu berterimakasih untuk ini, karena moment kebahagian ini bukan hanya untuk kamu tapi untuk aku rasakan juga" jawab Riko lembut.
Lili tersenyum mendengar jawaban Riko, mereka saling memandang tanpa peduli dengan pandangan orang sekitar, yang mereka tau saat ini adalah menyalurkan dan mengungkapkan isi hati masing masing.
Usai saling tatap mereka kemabli melanjutkan kegiatan makan malam mereka " Ayo kita lanjutkan makanya sebelum dingin" ucap Rko dan mereka pun kembali makan
Selesai dengan itu semua sejenak pasangan itu, dukuk dan tak lama datang Halim mendekat dan menyerahkan sebuah kotak di tangan Riko, dan sang tuan langsung menyambutnya dengan baik.
Riko menerimanya dan kemudian memberikannya pada Lili " Untukmu sayan" ucap Riko.
"Untukku?" tanya Lili dengan tangan terulur menerima kotak itu.
Alangkah terkejutnya Lili melihat isinya, menutup mulutnya tak percaya mendapatkan hadia kalung yang bertahtahkan berlian Merah delima dari suaminya.
"Ini indah sekali sayang" Ucap Liili dengan tangan masih berada di depan mulutnya.
"Apa kau suka?" tanya Riko.
"Sangat. Aku sangat menyukainya, terimakasih suamiku" ucap Lili.
"Aku paikan untuk ratuku yang paling cantik"
Lili dengan senang hati membiarkan Riko memasang kaling di lehernya dan tak lama kemudian Lili merasakan sentuhan lembut mendarat di bahunya yang sedikit terbuka.
"Benda cantik untuk wanita cantik" ucap Riko yang terus menempelkan tanganya di bahu Liili serta bibinya yang masih menempel disana.
"Terimaksih sayang" ucap Lili tulus.
"Iya sayang" jawab Riko.
Riko kembali duduk di kursi tapi kali ini dia duduk di samping Lili, dengan tangan yang terus bertautan.
Baik Lili maupun Riko, senyum tidak terlepas sedikit pun dari bibir keduanya, rasanya terlalu sayang untuk tidak mereka nikmati.
Lili dan Riko kini berada dalam perjalanan kembali pulang, dan selama perjalanan tak henti hentinya Riko memegang tangan istrinya dengan mesra, sesekali menciumnya denga lembut.
Lili pun tidak menolak, bahkan dengan senang hati ia menerima semua perlakuan Riko yang menurutnya sangat manis.
"Kamu tidak bosan apa begini terus dari tadi?" tanya Lili yang sebenarnya menyukai itu.
__ADS_1
Tujuan Lili bertanya hanya karena ingin menghilangkan degupan jantunnya yang sedari tadi terpompa melaju dengan cepat.
"Tidak, dan aku tidak akan pernah bosan" jawab Riko yakin.
Lili kembali mengukir senyumnya saat mendengar pernyataan Riko, bukan kah itu artinya Suaminya ini sangat mencintai dia?.
"Kenapa? apa kau tidak senang jika aku seperti ini?" tanya Riko melirik sekilas ke arah istrinya dan kemudian kembali fokus pada jalanan yan di depannya tapii keningnya mengerut.
"Tidak. bukan seperti itu, aku tidak bosan. Aku hanya bertanya saja. "Jawab Lili wajah yang sudah memerah karena malu.
"Jika kau bertanya maka kau sudah tau jawabanya adalah tidak!" jawab Riko lantang.
"Baiklah terserah kau saja" jawab Lili akhirnya memilih mengalah.
"Oh ya sayang, minggu depan kita berkunjung di rumah bunda mau gak?" tanya Riko.
Lili yang mendengar pertanyaan Riko langsung berbalik menghadap kearah Riko dan bertanya "Benarkah kita mau berkunjung ke rumah Bunda?" tanya Lili dengan bola mata yang sudah memancarkan aura binar kebahagiaan.
"Hm iya jika kamu mau?" jawab Riko santai.
"Tentu saja aku mau" jawab Lili cepat.
"Baiklah jika begitu maka pekan depan kita ke rumah bunda" jawab Riko.
"Makasih sayang..." seru Lili kemudian mencium pipi Riko dengan penuh semangat.
"Sama sama sayang, apa pun untuk kesenanganmu maka akan aku lakukan" jawab Riko dengan senyum manisnya yang membuat hati Lili meleleh.
Mereka sudah hampir sampai rumah, pada saat mobil memasuki gerbang kediaman mereka, terlihat seorang gadis sedang berdiri dengan tangan yang berisi beberapa map.
Ternyata dia adalah Tiara, sekrestari Riko di perusahaan.
Etah kenapa wanita itu datang malam malam begini di kediaman mereka, jika ada urusan penting kenapa tidak menghubungi Riko saja.
"Siapa gadis itu sayang?" tanya Lili yang masih samar dari penglihatannya.
"Kurang tau sayang, tapi sepertinya dia Tiara deh sekretaris aku" jawab Riko yang masih melihat wanita itu.
Bersambung...
__ADS_1