Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua bertemu Lagi


__ADS_3

Malam cepat sekali berlalu di gantikan oleh sinar pagi, pasangan yang sedang di mabuk asmara ini masih saja betah dalam tidur yang saling memeluk satu dengan yang lain.


Tidak tau jika waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi, bagaimana mereka bisa tau jika mereka saja bari tertidur saat menjelang subuh akibat Riko yang masih saja menggempur Lili tampa ampun.


Mungkin bagi Riko ini merupakan malam yang sangat menguntungkan bagi dia karena akhirnya dirinya merasakan surga dunia dari wanita cantik yang bergelar sebagai istrinya setelah sekian lama mereka menikah.


" eughh" lenguha lolos dari bibir Lili sembari menggeliat kecil dalam pelukan Riko.


Membuka matanya dan pandangan yang menyejukan terpampang tepat didepan matanya. Suaminya tidur dengan wajah damainya, sungguh pandangan yang jarang bahkan tidak pernah ia lihat selama ini mengingat mereka yang tidak pernah tidur dengan posisi seperti ini.


Sungguh lucu memang jika Lili mengingat cara mereka tidur setiap malamnya, saling membelakangi dan guling sebagai pembatas, kadang Riko lebih dulu bangun dan langsung menuju ruang kerja dan saat Lili sedang memasak maka Riko sudah selesai bersiap diri untuk berangkat bekerja.


Lima bulan seperti itu menurut Lili, tanpa tau kalau sebenarnya hanya dialah yang merasa begitu karena sesungguhnya Riko selalu memeluknya setiap Lili sudah terlelap, memandang wajah teduhnya jika Riko terbangun lebih dulu.


" Sungguh tampan suamiki jika tertidur. Jadi seperti ini rupanya di jika sedang terlelap." gumam Lili dalam hati.


Rasa kagum tidak berhenti Lili ucapakan, bahkan dia merasa bodoh kenapa baru sekarang menyadari kalau Riko tidak kalah gantengnya dari Ans.


" Ck, aku pasti sudah gila mengagumi suamiku sendiri. eh tapi tidam salah kan kalau aku mengagumi suami sendiri." ucap Lili yang tidak tau kalau sebenarnya Riko sudah terbangun dan mendengar perkatannya.


" Iya tidak salah.Yang salah itu jika mengagumi pria lain." jawab Riko dengan suara seraknya.


Luli tentu saja sangat kaget melihat Rikonyang sudah terbangun dan lebih parahnya lagi ternyata Suaminya ini mendengar apa yang dia katakan.


" Ka kamu sudah bangun?" tanya Lili gugup.


Gugup karena merasa kepergok oleh suamiya, gugup juga karena melihat senyum suaminya yang bikin meleleh, gugup juga saat mengingat apa yang mereka lakukan semalam.


" Tentu, suami mu ini sudah bangun sedari tadi." jawab Riko seraya semakin mengeratkan pelukannya.


" Riko lepasakan. Aku susah nafas ini." ucap Liki memukul pelan lengan Riko


" Jika susah nafas maka aku akan memberimu nafas buatan."


" Tidak mau." tolak Lili.


" Tapi semalam mau." goda Riko.


" Aishh apaan sih kamu." gerutu Lili. " Minggir sana, ,aku mau mandi." lanjut Lili melepaskan pelukan Riko dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


" Mandi bersama yukk." ajak Riko dengan senyum genitnya.

__ADS_1


" Tidak mau." teriak Lili yang langsung berlari menuju kamar mandi, sedangkan Riko hanya tersenyum melihat sikap istrinya.


" Menggemaskan sekali." gumam Riko.


Beberapa menit sudah berlalu dan akhirnya Lili selesai mandi, keluar hanya dengan menggunakan handuk. Itu semua karena kepanikannya yang di ciptakan suaminya tadi.


Berjalan mengendap endap takut jika ketahuan oleh Riko yang kembali tertidur, bagaimana pun dia masih sangat malu jiak Riko melihat tubuhnya tanpa tau kalau memang Riko melihat semua gerakannya.


Sampai di depan lemari, tangannya bergerak membuka daun pintu lemari dan meilah milah pakaian yang akan di kenakannya dan sekaligus untuk pakaian yang di kenakan Riko.


Masih asik dengan kegiatannya, Riko datang dan memelukanya dari belakang, dan lagi lagi Lili sangat kaget merasakan lengan kokoh yang melingkar di perutnya.


" Kamu sangat wangi sayang." ucap Riko dengan hidung yang mendusel bahu Lili yang terbuka menghirup aroma sabun yang masih terasa di tubuh Lili.


" Ka kamu nagapain disini? sana kamu mandi dulu." ucap Lili gugup


" Sebentar lagi. aku masih ingin seperti ini." ucap Riko yang semakin menjadi mencium dan menghisap bahu Lili hingga meninggalkan bekas disana.


" Ahh" Lili mengerang merasakan sentuhan bibir Riko yang semakin liar di ceruk lehernya.


" Ja jangan seperti ini. Kamu lebih baik mandi dulu." usir Lili berusaha mengambil kesadarannya.


" Tidak mau. Aku masih terasa sakit." tolak Lili.


" Baiklah, pakai pakaianmu jika tidak maka aku akan menerkammu." kata Riko melepaskan pelukannya.


Dengan cepat Lili mengulurkan tangannya asal mencomot pakaian yang tergantung disana yang tenyata dia mengambil kemeja milik Riko.


" Woww kau menggunakan kemaja ku sayang." seru Riko.


" Apa? maaf." cicit Lili yang berniat mengbalikan kemeja Riko di lemari tapi lengannya di tahan oleh Riko.


" Tidak apa. Aku juga ingin melihat kau menggunakannya." kata Riko.


Akhirnya Lili menggunakan kemeja milik Riko sedangak Riko sendiri bergegas mandi membersihkan diriny, dan untung saja ini adalah hari minggu jadi tidak di buru waktu ke kantor.


Lili menunggu Riko sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di kepalanya, duduk di depan cermin dan memakainkan cream di wajahnya agar terlihat lebih fresh.


Tak lama setelah itu, Riko sudah keluar daru kemar mandi dengan handuk yang melilit di pinggannya sedangkan Lili memandangi Riko dari tempat duduknya dengan rambut yang masih terlihat acakan .


__ADS_1


Riko tersenyum melihat istrinya yang sangat cantik natural tanpa make up atau apa pun itu, sungguh dia sangat cantik dan mempesona walau tidak berdandan sekali pun.


***


Di kota lain di waktu yang sama, Helena sedang bersiap siap untuk berangkat ke restoran, rencananya hari ini dia mau berpamitan pada Darren karena sudah memutuskan akan pergi lagi dari kota ini, sangat bahaya jika dirinya tetap disini di kota yang sama dengan Ans apalagi jika mereka sering bertemu maka keluarganya lah yang akan menjadi sasaran kemarahan Ans yang merasa sudah di abaikan perintahnya oleh Helena.


Berdiri di halte, menunggu bus atau ojek yang lewat untuk di naiki, melirik kanan kiri berharap bus datang tapi sayang sekali ya, entah ini kebetulan atau takdir, Ans juga melewati jalanan itu dan melihat Helena berdiri disana dengan tangan mengelus perut buncitnya.


Ada rasa nyeri yang menyerang relung hati Ans melihat wanita itu masih saja mau bekerja dalam keadaan perutnya yang sudah besar dan Ans yakin kalau gadis itu pasti mudah kelelahan.


" Helena" batin Ans.


" Miko hentikan mobilnya." titah Ans yang langsung di hentikan oleh miko tana banyak tanya.


Ans segerah meraih pintu mobilnya dan membuka dengan tergesa, keluar dan mengahampiri Helena yang sangat terkejut dengan kedatangannya.


Takut? tentu saja Helena takut bertemu dengan Ans, apalagi wajah dingin Ans membuat dia bergidik ngeri.


Helena berbalik dan hendak melarikan diri taph sayang Ans lebih dulu sampai padanya dan mencekal lengannya.


" Lepaskan tuan." pinta Helena memberontak.


" Diamlah Jika tidak ingin aku menyakitimu." bentak Ans.


" A ada apa?" tanya Helena gugup dengan tagan yang sudah memeluk perutnya seolah takut jika Ans menyakiti bayinya.


" Ikut aku." kata Ans menarik tangan Helena.


" Tidak mau."


" Ikut selagi aku berkata baik padamu."


" Aku juga tidak mau ikut kamu." teriak Helena.


" Ikut atau keluargamu yang jadi sasarannya." ancam Ans penuh penekana.


Seketika Helena diam tidak lagi memberi perlwanan, jika sudah menyangkut keluarganya maka dia tidak akan pernah berdaya lagi.


Dengan terpaksa Helena mengikuti kemauan Ans, pasrah akan di bawa kemana yang penting keluarnganya baik baik saja dan dia tidak di sakiti oleh Ans yang akan berdampak pada kandungannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2