Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Pagi Yang manis


__ADS_3

Riko sedang bersiap siap untuk berangkat ke kantor miliknya dengan di bantu oleh Lili mulai dari memasangkan dalama hingaga mengenakan dasi di leher Riko semua serba Lili yang melakukan hal itu.


"Sayang, nanti aku mau ke rumah Santi ya" ucap Lili di sela sela kegiatannya.


Riko memandang Liki sejenak sebelun akhirnga dia berkata " pulang jangan terlalu sore, karena aku tidak suka jika kamu tidak ada saat aku pulang" ucap Riko merangkul pinggang Lili dan mengecup pelipis gadis itu.


"Iya, aku akan pulang cepat menyambut suamiku tercinta ini" jawab Lili melingkarkan kedua tangannya ke leher Riko.


Riko mencium bibir Lili, hanya sebuah kecupan tapi jedua tangannya masih merangkuk pinggang Lili dengan mesranya.


"Kau tau aku semakin mencintaimu Lili, sangat sangat mencintaimu" ucap Riko.


"Maksih sayang dan aku juga sangat mencintaimu" balas Lili " yasudah ayo sarapan dulu" ajak Lili dan mereka berdua langsung pergi menuji meja makan.


Mereka sarapan dengan nikmat tanpa suara, dan selesai dengan itu Lili mengantarkan Riko sampai di depaj rumah "Hati hati sayang" ucao Lili menucium punggung tangan Riko.


"Baiklah sayang, aku berangkat dulu" pamit Riko" ingat kamu harus berhati hati saat bepergian" kata Riko sebelum pergi meninggalkan Lili.


Setelah kepergian Riko, kini Lili tengah bersiap siap untuk berangkat menuju kediaman Santi, Lili ingin bermain dengan putranya Santi yang terlihat semakin menggemaskan saja sejak terakhir mereka Video call.


Selesai dengan semuanya Lili langsung melesat pergi menuji kediaman Santi melepas rindu sekaligus berbagi kebahagiaan.


Sementara di Surabaya, Helena sedang disibukan dengan kegiatannya bergelud di dapur, ya pagi ini Helena memutuskan untuk membuatkan sarapan untuk Ans sebagai tanda permintamaafnya.


Helena masih saja berkutat sementara Ans terbangun dari tidurnya dan mendapati tidaj ana Helena disampingnya, segera Ans turun dari ranjang menuju kamar mandi tapi rupanya tidak ada Helena disana.


"Kemana dia sepagi ini?" batin Ans.


Segera Ans berjalan keluar saat hidungnya menangkap bau harum masakan yang berasal dari dapur rumahnya.


"Apa jangan jangan Helen memasak?" batin Ans "tapi mana mungkin dia bekerja sepagi ini sementara dia malas sekali bangun di jam seperti ini" lanjut Ans menatap jam di dinding yang ada di kamarnya.

__ADS_1


Tanpa mau menerka, Ans langsung bergegas keluar menuju dapur, dan benar saja disana ada Helena yang sedang menggunakan apron dan tangannya dengan lihai bermain di atas wajan membolak balikan isi dalam wajan.


Terpesona? Ans merasa terpesona melihat wanita hamil itu dengan apron yang di gunakan di atas daster rumahan yang hanya sebatas lutut Helena.


Terkesan seksi di mata Ans, entah fakta atau mitos kata orang wanita hamil akan semakin terlihat seksi dan menggiurkan yang membangkitkan gairah pria.


Tidak terkecuali bagi Ans, dia merasa sangat tergiur melihat body Helena yang terlihat seksi, ada keinginan bagi Ans untuk mencicipi Helena untuk kedua kalinya.


Tanpa sadar Ans melangkahkan kakinya mendekat pada Helena, matanya tidak terlepas darj wanita hamil itu.


Seolah terhipnotis tidak teralihkan lagi oleh apa pun, karena fokusnya hanya pada wanita cantik yang bergelar sebagi istrinya itu.


Hap


Helena terjangkit kaget saat merasakan dua tangan kekar melingkar di perutnya, untung saja spatula yang ada ditangannya tidak melayang dan jatuh.


Belum hilang rasa terkejutnya, deguban jantungnya terpompa seperti habis melakukan lari maraton saat merasakan bibir Ans menempel di tengkuknya, erlebih bisikan dan hembusan nafas Ans gang membuat Helena meremang.


"Kenapa kau bangun pagi sekali?" bisik Ans tepat di telinga Helena.


Lagi lagi aliran darah Helena berdesir hebat menjalar memenuhi otaknya, seketika pikiran konyol terselip di pikirannya untuk ingin ia lakukan bersama Ans.


Tapi dengan cepat dia mengambil alih kesadarannya untuk tidak terbuai dengan itu semua.


"ka kamu sudah bangun?" tanya Helena terbata.


Dia benar benar sangat gugup karena baru kali ini dirinya bersentuhan begitu intip pada Ann selama mereka menikah.


"Bukan kah aku sudah biasa bangun pagi seperti ini? dan juga memasakan makanan untukmu" jawab Ans dan mulai mengambil alih spatula dari tangan Helena, mulai bergerak lihai diatas wajan.


Ans terus saja bergerak, sedangkan Helena merasa sangat gelisah, bagaimana tidak jika saat ini tubuh bagian depan Ans terus saja bergesekan di bokong dan pinggangnya.

__ADS_1


Sebenarnya Ans juga merasajan hal yang sama, gelisah karena suatu bagian tubuh depannya terur bergesekan dan mengenai bokong Helena, tapi dia berusaha untuk tetap terlihat cool di hadapan Helena.


Setelah matang, Ans mematikan kompornya dan dengan cepat dia memutar tubuh Helena hingga mereka kini saling berhadapan.


Pandanngan Ans tertuju pada netra Helena yang sangat teduh, sangkin teduhnya Ans seolah terhanyu ke dalam netra itu dan susah untuk kembli.


Perlahan Ans menundukan kepalanya matanya kini beralih fokus pada bibir kemerahan Helena yang menurutnya sangat menggoda membuat dirinya ingin sekali mencicipinya.


Cup


Ans mengencup bibir itu, terasa manis dan ransnya Ans tidak ingin melepaskanya, ingin trus terbenam disana dam merasakan manisnya bibir itu.


Sementara Helena, jangan di tanya lagi bagiama reaksinya, matanya melotot dan tubuhnya membku, jantungnya terpompa lagi ingin melompat merasakan kecupan lembut dari Ans.


Ans kembali membenamkan bibirnya tapi kali ini mulai dia gerakan naik turun mengesap dan menikamti secara bergantian bibir itu.


Helena memejamkan matanya menikmati kelembutan dari Ans, tapi perlahan desana lembut keluar daru bibir Helena saat Ans memasukan lidahnya mengakses rongga mulut Helena.


Mendangar desahan dari bibir mani itu semakin bersemangat mengeksplornya bahkan kali ini menjadi sedikit lebib tergesa san agresif, dan lagi lagi kembai Helena mendesah mendapat serangan dari Ans.


Ciuman itu semakin panas mana kala Helena mulai membalas dan mengimbangi pergerakan dari ciuman Ans, membuat Ans tidak pagi bisa tinggal diam.


Tangannya mulai bergerak, merapa dan menglus punggung Helena yang membuat wanita itu semakin merasakan sensai panas, bergerak kesana kemari dengan gelisa dan erangan nikmat terdengar ketikan tangan Ans menangkup salah satu gundukannya.


"An..Ans" lirih Helena yang sudah tidak tahan.


Mendengar suara Helena, tiba tiba Ans mengehentikan gerakannya, pikirannya kembli teringat dengan wajah Via dan kejadian malam itu di antara mereka.


Nafsu dan gairah yang sempat menggebu ingin di tuntaskan menguap seketika entah kamana, wajahnya kembali dingin dan masam.


Helena yang menyadari itu menjadi sedih sekaligus kecewa, sedih karena rupanya Ans masih belum kembali seperti sebelumnya dan kecewa karena merasa di permainkan oleh pria itu

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2