
Helena sedang berkemas, setelah selesai memasak sekarang dia sedang berdandan dengan memoles sedikit wajahnya agar terlihat lebih fresh dan cerah.
Helena berniat untuk mengantarkan makan siang untuk Ans, dan dia juga ingin makan siang bersama dengan suaminya sekalian ingin meminum susunya dengan buatan Ans.
Sebelum berangkat, Helena menelpon Ans untuk mengabari kalau dirinya akan ke sana membawakan makan siang, dan itu jelas sekali di sambut baik oleh Ans karena akan makan siang lagi bersama Helena yang artinya mereka akan bersama lagi.
"Aku akan membawa makan siang untukmu" pesan Helen.
"Baiklah tapi kau harus di jemput oleh Miko dan tidak ada penolakan.!" balas Ans.
Helena tersenyum mendapat balasan dari Ans, awalnya dia berfikir jika Ans akan menolak tapi ternyata niatnya di sambut baik oleh suaminya bahkan mengirim Miko untuk menjemputnya.
"Selamat siang nona, saya di suruh tuan untuk menjemput nona" ucap Miko yang kini berada di hadapan Helena.
"Baiklah, kita berangkat" ucap Helena dan pergi memasuki mobil dan kemudian berangkat menuju kantor tempat Ans bekerja.
Sampai di Kantor, semua mata karyawan tertuju pada Helena yang turun dari mobil milik bos mereka dan lagi dia di kawal oleh Miko.
Banyak yang bertanya siapa Helena, siapa yang ingin dia temui dan kenapa dia di kawal oleh Miko.
Tidak ada yang tau jika wanita hamil itu adalah Istri dari Ans Wijaya pemimpim perusahaan tempat mereka bekerja, wajar saja jika tidak mereka ketahui mengingat pernikahan mereka di gelar dengan tertutup
"Kenapa mereka menatapku Mik?" bisik Helena.
"Mungkin karena nona baru datang kemari" jawab Miko menebak.
"Aku tidak enak"
"Tidak perku seperti itu nona, anda adalah istri dari pimpinan perusahaan ini jadi anda harus percaya diri"
"Sayang...!" seru Ans yang menyambut kedatangan Helena bertepatan dengan Lift yang terbuka.
Helena merona merah mendengar panggilan sayang dari suaminya, sedangkan karyawan yang mendengar perkataan Ans menjadi sangat terkejut karena baru pertana kalinya Ans di datangi oleh wanita dan dalam keadaan hamil pula.
"Eh, kamu kok udah disini aja?" tanya Ans.
"Sengaja ingin jemput" ucap Ans "ayo" ajak Ans meraih pinggang Helena.
Helena yang melihat sikap Ans merasa malu, karena di perlakukan seperti itu dan lagi dia melakukannya di hadapan karyawanya.
__ADS_1
Timbul pertanyaan dalam benak Helena yang sudah seperti apa hubungan mereka, apakah Ans sudah mencintainya atau tidak? atau melakukan ini semua karena masih merasa bersalah atau bukan.
Jujur saja jauh dalam lubuk hati Helena, dia ingin Ans melakukan ini semua kerena perasaan Ans untuknya bukan karena ingin menebus salahnya yang dia lakukan kemarin.
"Ayo masuk" ucap Ans seraya membuka pintu ruangannya.
Helena menurut saja saat Ans mengajaknya masuk dalam ruangan miliknya, dan kemudian duduk di sofa yang terdapat disana.
Helena membuka kotak bekal yang dia bawa dari rumah untuk di sajika pada Ans agar mereka bisa makan bersama.
"Kau yang memasak semua ini?" tanya Ans dengan kening yang mengerut.
"Hmm iya" jawab Helena yang masih sibuk dengan kegiatannya.
"Bukankah aku sudah bilang untuk tidak melakukan kegiatan yang berat Helen?" tanya Ans lembut.
"Tidak berat kok, hanya memasak saja dan ini juga tidak banyak" jawab Helena.
"Susumu?" tanya Ans yang melihat kotak susu di bawa Helena.
Helena menundulan wajahnya, antara takut dan malu mengatakannya pada Ans tentang keinginanya, dan Ans yang mengetahui itu sangat paham akan keinginan Helena bagaimana.
Tanpa bicara Ans meraih kotak susu itu, berdiri dan berjalana menuju Dispenser yang ada di ruangnnya.
Helena menunduk malu, wajahnya merona larena bisa ditebak apa yang menjadi keinginanya oleh Ans.
"Ini"
Ans menyodorkan gelas yang berisi susu pada Helena kemudian kembli duduk di tempat semula dan mulai menyendokan makanan ke mulutnya.
"Kau belum makan? makanan ini banyak sekali" tanya Ans.
"Hm, dirumah sepi jadi aku memutuskan untuk makan disini, tidak apa kan?" cicit Helena.
"Tentu saja tidak" jawab Ans " a bukan mulutmu" ucap Ans menyendokan nasi ke mulut Helena.
Helena membuka mulutnya setelah dia terdiam beberapa saat, dengan sedikit ragu akhirnya nasi itu sampai ke mulutnya dan mengunyahnya hinggan tandas.
"Aku aku bisa makan sendiri" ucap Helena setelah makannya tandas dia haluskan dengan giginya.
__ADS_1
"Tidak masalah, aku suka melakukannya" jawab Ans dan kemudian menyendokan kembali nasi ke dalam mulut Helena untuk kedua kaliya.
"Tap-"
"Sttt dian dan makan lah!" titah Ans yang langsung di angguki oleh Helena.
"Sayang......Aku pulang..!" teriak Riko.
Riko pulang lebih awal bahkan waktu baru pukul dua belas lewat sepuluh menit, "Sayang..." seru Riko yang mendapato Lili sedang duduk di depan televisi dengan mulut yang sedang mengemil.
"Sayang" ucap Ans dan mengecup kening, pipi dan berakkhir di bibir Lili.
"Kau sudah pulang sayang?"
"Iya dan istriku tidak menyambutku sama sekali!" rajuk Riko.
"Maaf ya, aku sekarang sebentar sebentar lelah, jadi aku berfikir agar kau datang saja kemari" jawab Lili merasa bersalah.
Riko mengelus pipi Lili dan kemudian menciumnya " tidak masalah dan aku tidak keberatan" jawab Riko "ayo kita berangkat sekarang" ajak Riko.
"Kau tidak mau makan siang dulu"
"Nanti setelah dari rumah sakit" jawab Riko
Mereka pergi menuju rumah sakit, karena Lili yang sudah bersiap terlebih dahulu sehingga membuat mereka tidak berlama lama di tambah lagi RIko yang tidak makan lagi karena tidak sabar ingin mengetahui perkembangan calon anak mereka.
Sampai disana, pasanga itu langsung di arahakan menuju ruang obgyn untuk melakukan pemeriksaan dan dengan patuh pasangan itu menurut arahan Riko.
Lili sudah rebahan di atas brankar untuk melakukan pemeriksaan dan dengan setianya Riko terus berada di samping istrinya dengan tangan yang saling menggenggam.
"Serangkain penjelasan di paparkan dokter bagaimana perkembangan calon bayi, usinya yang sudah masuk bukan ke tiga dan apa saja yang harus dilakukan oleh pasangan itu untuk menjaga dab merawatnya walau masih berada dalam kandungan.
"Terimakasih sayang!" ucap Riko mengecup kening Lili dengan mesra.
"Jangan berterimakasih, karena ini anak kita" jawab Lili dengan senyum lembut tapi dia tidak bisa menahan laju matanya yang bekaca kaca karena haru.
"I love you my wife" ucap Riko sekali lagi mengecup seluruh wajah Lili dan mengabaikan dokter yang sedari tadi tersenyum melihat interaksi mesra mereka.
Sementara Lili hanya tersenyum melihat sikap suaminya yang semakin memanjakanya, sungguh dia tidak pernah berpikir sejauh ini jika dia akan bahagia dengan pilihannya.
__ADS_1
Entah bagaimana kelanjutan hidupnya saat dulu dia mengambil keputusan hidup bersama Ans, mungkin kini tidak akan ada cerita yang seperti ini, tidak akan ada Riko dan Lili.
Bersambung...