
Jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang tetapi kediaman Riko masih saja sepi karena penghuninya masih bergelut di balik selimut merasakan kenyamanan pelukan dari pasangan
Siapa lagi jika bukan pasanagn Riko dan Lili Yang ternyata masih belum terbangun setelah drama mual muntah yang terjadi pada Riko tadi pagi.
" Eughh"
Lenguhan Lili menggeliat manja di dalam pelukan Rico saat mersakan perutnya berdemo minya di isi.
" Sayang... Bangunlah, aku sudah lapar."
Lili membangunkan Riko dengan jemarinya yang menoel pipi suaminya, tetapi rupanya sang pria tidak merasa terganggu sedikitpun Bahkan ia semakin mengeratkan pelukannya.
" Sayang ayo bangun, ini sudah siang loh dan aku juga sudah lapar." rengek Lili yang tidak mendapatkan respon dari suaminya.
" Cium dulu." ucap Riko dengan suara seraknya sambil memajukan bibirnya untuk di cium Lili.
" Kenapa kamu sangat manja sekali sih." rutuk Lili tapi tetap melakukan permintaan suaminya.
" Apa kau tidak suka jika aku manja padamu." ketus Riko.
Entah kenapa emosi Riko menjadi tidak labil padahal sebelum-sebelumnya jika Lili mengatakan dia manja maka dia akan semakin bersikap manja tetapi hari ini sungguh berbeda.
Riko merasa kesal dan emosi yang mudah terpancing terbukti dari perkataan Lili yang mengatainya manja dan dia sudah langsung kesal.
" Bukan tidak suka, tapi hanya heran saja."
" Ck, kau sangat menyebalkan sekali jadi istri." ucap Riko dan bergerak membalikan badamnya memunggungi Lili yang melongo mendengar perkataanya.
" Hei ada apa denganmu sayang, kenapa kau merajuk seperti itu."
Mengulurkan tangannya untuk meraih lengan Riko dan memaksa untuk menghadap ke arahnya kemudian mengelus pipi suaminya dan kembali pengantar kata.
"Ada Apa Denganmu Kenapa menjadi sensitif seperti itu? aku suka jila kamu manja, tapi pada siapa aku akan manja sayang." tanya Lili di ikuti senyum jailnya.
" Kau manja saja padaku." jawab Riko sekenanya.
" Tapi bagaimana bisa aku manja padamu jika kau saja sudab manja padaku." ucap Lilu yang semakin gencar menggoda Riko suaminya.
" Jadi apa maksudmu, kau mau manja pada orang lain begitu.!" sentak Riko.
__ADS_1
" Jika ada yang bersedia, maka aku akan dengan senang hati bermanja."
" Jangan coba coba Lili, atau kau akan melibat lelaki itu hancur." ancam Riko yang tidak main main dengan ucapannya.
Lili tergelak mendengarkan jangan Riko, sungguh sangat menggemaskan menurutnya apalagi dalam keadaan Riko yang baru saja bangun tidur.
" Kau sangat menggemaskan sayang." ucap Lili yang masih saja tertawa.
" Jangan menertawakan ucapanku Lili, karena aku tidak main main." tegas RIko.
" ulu ulu ulu suamiku sangat menggemaskan sekali jika sedang marah seperti ini, tenang saja sayang, karena aku tidak akan pernah melakukan hal itu." ucap Lili sambil mengapit kedua pipi Riko dan kemudian mencium sekilas bibir itu.
Senyum Riko merekah mendengar ucapan Lili terlebih lagi sikap Lili yang sudah tidak lagi malu-malu bertindak seperti sekarang ini yang mencium bibirnya walau hanya sekedar kecupan saja.
Tetapi itu sudah membuat Riko sangat bahagia, dan dia merasa jika sekarang ini hati Lili sudah sepenuhnya untuknya dan ia tidak perlu lagi khawatir akan orang lain yang mauengusik rumah tangga mereka.
Tetapi satu lagi menjadi harapan Riko saat ini yang bisa membuat dia benar-benar merasa lega dan tidak takut jika orang lain mengusik rumah tangga mereka yaitu adalah anak.
Ya, kehadiran anak menurut Niko akan membuat rumah tangga mereka semakin kuat, membuat mereka semakin terikat dan tidak akan pernah ada kata perpisahan di antara mereka jika seandainya ada masalah yang menimpa rumah tangganya.
" Terimakasih sayang." ucap Riko dengan senyum manisnya yang membuat Lili terhipnotis.
Lili merasa terbuai dengan senyum manis Riko, menurutnya senyum Riko kali ini benar-benar sangat memabukkan nya walau selama ini Riko memang sering tersenyum tetapi tidak semanis senyum yang kali ini.
" Benarkah."
" Hmmm" jawab Lili mengangguk.
Rasa lapar yang sempat dirasakan Lili tadi menghilang karena kegiatan mereka yang begitu manis menurutnya saat ini, sepertinya rasa lapar itu benar-benar tidak ada bandingnya dengan senyum manis yang ditebar Riko di hadapannya.
" Kau juga sangat cantik istriku." ucap Riko yang langsung meraih bibi Lili dan melum**nya.
" Lili membalas ciuman itu dan tidak mau kalah, membalas setiap apa yang dilakukan riko padanya, bahkan kini tangan mereka sudah tidak tinggal diam
Menyentuh dan mengelus sana sini apa yang bisa dia raih oleh tangan keduanya hingga kegiatan meronda siang kembali terjadi di antara keduanya.
Selesai dengan kegiatan mereka, kini waktu sudah menunjukan pukul satu siang, dan rasa lapar kini benar benar mereka rasakan, apa lagi Lili yang sudah merasa lemas karena kegiatan mereka.
Saat ini mereka sudah berada di meja makan, duduk manis untuk menikmati makan siang mereka yang sudah satu jam tertunda.
__ADS_1
Lili makan dengan sangat lahap, sedangkan Riko mulai merasak perutnya kembali bergejolak ingin memuntahkan lagi isi perutnya saat mencium wangi makanan yang terasa berbeda dari penciumannya.
Hoek hoek hoek
Riko kembali lagi mengeluarkan isi perutnya dan hal itu membuat Lili terpaksa menghentikan kegiatannya menikmati makan siangnya.
" Kamu muntah lagi?" tanya Lili yang sudah berada di belakang Riko dan memijit pelan tengkuk suaminya.
Riko hanya mengangguk mengiayakan sebagai jawaban dari pertanyaan Lili, karena dua sudah merasa sangat lemas sekali.
" Kita ke rumah sakit ya." ajak Lili.
Riko kembali menggerakaj kepalanya menggelang sebagai jawaban dari perkataan Lili.
"Aku tidak mau, aku mau istrahat saja." jawab Riko.
" Tapi kamu sakit sejak pagi tadi loh sayang."
"Ini pasti hanya mag saja." jawab Riko.
" Justru karena itu aku mengajak kamu ke rumah sakit agar kaku di periksa dulu."
Lili masih berusahan membujuk Riko, tapi lelaki itu tetap keukeh tidak ingin ke rumah sakit, dia hanya ingij rebahan saja dan pasti akan sembuh nanti dengan sendirinya.
" Aku tidak mau sayang..." rengek Riko.
"Jadi maunya gimana." tanya Lili yang akhirnya memilih mengalah saja dari pada nanti Rko kembali merengek atau bisa saja nanti dia kesall lagi.
" Aku pengem makan ayam geprek tapi yang pedas banget." jawab Riko sambil membayangkan makanan yang sia sebutkan tadi.
" Oh ya." Lili menaikan satu alisnya mendengar permintaan Riko yang menurutnya sedikit melenceng dari keinginan Riko biasanya.
" Iya, aku pengen makan itu tapi yang ada di pinggiran jalan gitu." jawab Riko antusias.
" Ha." Lili melongon mendengar permintaan suaminya, sungguh ini di luar keinginan Riko selama ini.
Bersambung...
Besok lagi ya readers, author capek soalnya kejar target bab untuk kedua novel author..😊😊
__ADS_1
Kalau ada yang penasaran dengan novel atuhor yang satu bisa langsung kunjungi profil author ya atau bisa di cari di kolom pencarian
" MARRIAGE IS THE BEGINNING OF THE STORY" itu ya judulnya 😊🙏