Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua masih kaku


__ADS_3

Pagi pagi sekali di kediaman Riko, lagi lagi heboh karena Riko yang masih saja mual, bahkan sekarang semakin lebih parah dari sebelumnya, penciumannya menjadi sangat sensitif sekali.


Bukan hanya itu entah kenapa dia menjadi sangat malas melakukan apapun.


Jangankan mau menggunakan parfum seperti biasanya, mandi saja dia sangat malas sekali jika Lili tidak mati matian membujuk Riko tidak akan mau.


" Sayang kok kamu masih mual mual."


Lili bertanya sembari memijit tengkuk Riko di dalam kamar mandi.


" Aku tidak tau, aku juga bingung sekali."


" Yudah kamu istrahat dulu ya." Ujar Lili


Riko hanya mengangguk mengiyakan perkataan istrinya, dan Lili pun memapah membantu Riko berjalan menuju ranjang.


" Sayang ayo tidur lagi." ajak Riko saat tau Lili hendak pergi.


" Aku mau masak dulu sayang "


" Tidak mau! apa kau lupa kalau a'ku bilang kamu tidak boleh lagi capek, nanti anak kita kenapa napa karena kamu capek gimana."


"Cuma memasak sayang, jadi aku tidak akan kenapa napa."


" Aku tidak suka bantahan sayang.!" kata Riko tegas.


" Ck, kau ini sudah sakit tapi masih saja menggunakan otoritas padaku." rutuk Lili kemudian bergerak naik ke atas ranjang yang di sambut pelukan oleh Riko.


" Jika aku tidak memakai cara itu maka kau akan melawan terus padaku." jawab Riko dengan kekehan renyahnya.


" Sudahlah aku tidak mau bicara lagi denganmu." ketus Lili.


" Iya jangan bicara karena lebih baik jika kita tidur saja." jawab Riko seolah tidak peduli dengan kekesalan Lili.


LilIli hanya berdecak mendengar tanggapan dari suaminya, dia memilih untuk semakin masuk ke dalam pelukan Riko begitu pun Riko mengeratkan pelukannya dan mereka memilih kembali tidur.


Sedangkan Ans sudah terbangun sejak pagi pagi sekali dan sekarang sedang sibuk di dapur miliknya untuk membuatkan sarapannya dengan Lili.


Walau tadi pelayan rumah sudah menawarkan diri membantu membuatkan saran untuk mereka, tapi Ans dengan tegas menolaknya dan beralasan ingin memastikan sendiri makanan yang baik untuk di makan Helena

__ADS_1


Ya, semenjak mengetahui Bayi dalam kandungan Helena kekurangan asupan, Ans menjadi sangat perhatian dan turun tangan langsung untuk membuatkan makanan Helena, jika di pagi hari karena siang dan malamnya As bekerja dan tidak memiliki kesempatan untuk membuatkan makanan.


Sedangkan Helena sendiri berubah menjadi malas sekali, entah karena dari mana faktornya tapi yang jelas semenjak bersama Ans dia jarang bahkan hampir tidak pernah bangun pagi seperti yang di lakukan dulu saat masih di kontrakannya.


Ans pun tidak mempermasalahkan hal itu bahkan dia lebih senang karena dengan begitu maka Anaknya memiliki waktu untuk istrahat dan tidak terganggu dengan aktifitas ibunya yang melelahkan.


Ans sudah selesai dan kini berikutnya adalah membuatkan susu untuk Helena, karana sebelum sarapan Helena wajib minum susunya dulu.


" Helen...Bangun ini sudah pagi."


Ans membangunkan Helena setelah lelaki itu kembali masuk ke dalam kamar mereka.


" Eungh"


Terdengar lenguhan dari bibir manis Helena karena merasa terganggu oleh Ans yang membangunkannya.


Mengerjap beberapa kali dan dan kemudian duduk bersandar di kepala ranjang, lalu menerima gelas yang di sodorkan Ans padanya dan menenguknya sedikit.


" Aku mau mandi dulu." ucap Ans setelah memastikan Helena meminum susunya.


Helena mengangguk mengiayakan dan tatapanya masih menatap pada Ans yang berjalan menuju kamar mandi kemudian menghilang di balik pintu itu.


Setelah Ans menghilang, kini Helena yang bergerak turun dari ranjang menuju lemari, membukanya dan kemudian mulai bergerak memilah milah pakaian Ans untuk di kenakan.


Helena kembali duduk di sofa setelah semuanya selesai, jas Ans sudah ada di sampingya dan dasi ada di tangannya.


Ans keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangya dan satu lagi handuk dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


Helena menatap Ans tak berkedip, pemandangan indah untuk pertama kali di hidupnya baru dia lihat.


" Ya Tuhan Berdosa kah aku jika mengagumi ciptaanmu." batin Helena yang terus menatap Ans yang sibuk dengan aktifitasnya.


Ans mengalihkannya dan mendapati Helena yang sedang menatap kearahnya dan kemudian beralih pada pakaian dan sepatu yang sudah di sediakan Helena yang pasti untuk di kenakan.


Senyum Ans terbit melihat hal itu, untuk pertama kalinya selama seminggu pernikahan mereka Helena mau mengambilkanya pakaian bahkan hingga ke detailnya di siapkan olehnya.


Berjalan medekati Helena yang masih tidak bergeming, seketika timbul ide jail di kepala Ans " Apa kau menyukai tubuh suamimu ini." bisik Ans tepat di telinga Helena.


Segera tersadar saat merasakan hembusan nafas Ans di kulit wajahnya, salah tingkah, gugup, malu berbaur menjadi satu karena sudah kepergok oleh Ans.

__ADS_1


" Ti tidak aku tidak mengaguminya." elak Helena.


" Oh ya? lalu apa yang membuatmu terpaku seperti tadi.?" tanya Ans dengan senyum menawannya.


" Aku tidak terpaku, aku hanya sedang berpikir." jawab Helena cepat.


Ans meraih pipi Helena yang terlihat merona, hawa dingin dapat di rasakan saat kedua tangan kekar itu mencapit pipinya.


Ans belum mengeluarkan suaranya, tapi dia berniat untuk membuat Helena terbuai duhulu, dan benar saja wanita yang ada di depanya ini mudah sekali di hipnotis olehnya.


" Berpikir tentang aku kah?" tanya Ans lembut.


Dengan lugunya Helena mengangguk menjawab pertanyaan Ans, dan hal itu membuat Ans tersenyum puas.


"Tentang tubuh suami mu yang menggoda ini kah?" lagi lagi Ans bertanya dan kembali lagi Helena mengangguk mengiyakan.


Tawa Ans pecah seketika karena sudah tidak kuat melihat ekspresi Helena yang sperti itu, sungguh sangat lucu baginya apalagi melihat wajah lugu istrinya membuat dia tidak tahan ingin menciumnya.


Helena mengerutkan keningnya tidak paham kenapa Ans menertawaknya, dia sama sekali tidak sadar jika tadi habis di kerjai oleh suaminya.


" Kenapa kau tertawa?" tanya Helena.


"Tidak. Tidak apa apa, aku hanya ingin tertawa." jawab Ans berusaha menahan tawanya.


" Sudahlah, kau tidak jelas banget" ketus Helena sembali mengambil pakaian Ans dan menyodorkan di depan dada pria itu.


" Kau tidak mau membantu memakaikannya?" tanya Ans yang masih gencar menggoda.


" Tidak terimakasih." jawab Helena menudian melesat pergi meninggalkan Ans yang ingin memakaikan pakaiannya.


Ans hanya tersenyum dan kemudian memakain pakaian yang sudah di siapkan oleh Helena, tapi sebelum mengenakanya masih sempatnya Ans mengamati pilihan Helena yang sesuai seleranya ternyata.


"Sesuai selera." gumam Ans kemudian langsung memenakannya.


Ans keluar dan bergabung dengan Helena yang lebih dulu berada disana, sarapan bersama dan setelah selesai Ans langsung melesat pergi tanpa embel embel bermesraan.


Karena Ans masih sangat kaku untuk melakukan itu mengingat pernikahan mereka yang terjadi karena sebuah tanggung jawab.


" Aku berangkat." pamit Ans yang langsung melesat pergi.

__ADS_1


" Ya." jawab Helena setelah Ans menghilang dari sana.


Bersambung...


__ADS_2