
Ans sudah berada di dalam mobilnya dan sudah setengah perjalanan ia lewati, sepanjang perjalan pikiran Ans benar benar di penuhi tentang apa yang terjadi padanya malam kemarin.
Dia harus bisa mendapatkan bukti tentang kebohongan Via, dia tidak mau menikahi wanita itu apapun alasannya.
Berapa jam kemudian Ans sudah tiba di kediamannya, tapi wajahnya terlihat dingin sekali, tidak ada kebahagiaan yang terpancar, padahal sebelumnya dia sangat ingin cepat pulang untuk bertemu Helena.
Tapi sejak kejadian antara dirinya dan Via membuat dia jadi tidak bersemangat, bahkan terkesan dia merasa bersalah kepada Helena, entah apa alasan kenapa dia bisa merasa seperti itu.
Saat Ans sampai waktu sudah menunjukan sore, dan Helena ternyata sedang tertidur di sofa.
Helena sedang menunggu Ans pulang sedari siang, karena menurut perkataan Ans tenpo hari dia hanya dua hari berada di luar kota yang artinya hari ini dia kembali.
Ans melihat Helena yang tertidur, mendekat san kemudian duduk tepat di samping wanita itu.
Ans memandang wajah teduh dan polos Helena, seketika ada sesuatu di rasakan Ans mengahantam hatinya dan itu terasa sangat sakit sekali.
Suatu rasa bersalah yang menyeruak begitu saja yang membuat Ans merasa sesak, kesulitan untuk bernafas memikirkan kelak apa yang akan terjadi.
"Maaf"
Satu kata yang keluar dari bibir Ans saat melihat wajah tenang istrinya, entah maaf untuk apa yang pasti saat ini kata itulah yang keluar dari bibirnya.
Ans berdiri kemudian membukuk lagi tepat di hadapan Helena, tangannya bergerak mengankat tubuh Helena ala bridal style membawanya masuk ke dalam kamar mereka.
Helena menggeliat kemudian membuka matanya saat merasakan tubuhnya melayang dan dia melihat dengan sempurna wajah pria yang dirindukan selama dua hari ini.
Senyum terbit di kedua sudut bibir Helena karena akhirnya bisa melihat Ans, tapi seketika senyum itu meredup saat menyadari satu hal.
Helena merasakan aura dingin dalam diri Ans untuk dia, Helena bisa merasakan perubahan sikap Ans menjadi dingin padanya walau dia tetap bersikap seperti ini tapi tetap saja jika Helena merasa ada yang berbeda.
Seketika Helena teringat akan Via, dan dia berasumsi jika mungkin Via sudah mengadukan dirinya pada Ans sehingga Ans bersikap seperti ini.
"Apa Ans marah karena masalah kekasihnya itu?" batina Helena " Jika ya, maka aku harus minta maaf" lanjutnya.
Ans menurunkan Helena di ranjang, kemudoan langsung melesat pergi ke kamar mandi untuk memebersihkan dirinya, dan Helena terbangun setelah mendengar pintu ruangan terkunci.
Beberapa menit kemudian, Ans sudah selesai dengan ritual mandinya, dia keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya
Helena yang melihat itu hanya menundukan kepalanya karena merasa malu, wajahnya sudah merona merah dan sangat terasa hangat
__ADS_1
"Kau sudah bangun"
Ans menyapa Helena dengan suara yang berat dan datar tanpa ekspresi saat mendapati Helena yang sudah duduk bersandar di sana
Wanita canti itu tersentak kaget mendengar intonasi suara Ans yang sangat dingin, suarnya sudah tidak seperti dua hari yang lalu yang walau mereka belum saling mencintai tapi cara Ans berbicara tidak seperti ini.
"Dia benar benar marah" batin Helena
"Hm iya" lirih Helena dengan kepala yang menunduk dengan jari yang saling meremas.
"Ans apa kau sudah lama kembali?" tanya Helena memberanikan diri menatap wajah Ans.
Di sana dia bisa melihat dengan jelas wajah As yang memang tidak lagi seperti sebelumnya, sekarang sangat terkesan dingin dan cuek pada Helena.
"Mau aku buatkan makanan untukmu?" tanya Helena yang bergerak turun dari ranjang tapi segera di hentikan oleh Ans.
"Tida. Tidak perlu, aku ada banyak pekerjaan." jawab Ans langsung pergi meninggalkan Hlena yang menatap nanar ke arahnya.
Pelupuk mata Helena sudah menggenang siap untuk membanjiri pipi mulus wanita cantik itu
" maaf" lirih Helena setelah Ans tidak lagi terlihat.
Ans bisa mendengar tangis kecil Helena sebelum ia benar benar menutup pintu kamar tadi, entah apa alasan dari tangis wanita itu tapi yang jelas Ans berpikir itu pasti karena dia yang sudah bersikap dingin padanya.
"Maaf" lirih Ans yang menengadah wajahnya menatap langit langit plafon rumahnya sampai akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana menuju ruang kerjanya.
Keduanya larut dalam pikiran dan asumsi masing masing, sementara di perjalan seorang wanita sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuji restoran mewah dan berkelas yang ada di Surabaya.
Siapa lagi jika buka Via, dan restoran siapa lagi yang ingin ia tuju jika bukan restoran milik Dareen.
Via berencana untuk menggunakan pria itu menghancurkan rumah tangga Ans dengan menjadikan Darren sebagai duri dalam rumah tangga Ans dan Helena.
Bagaimana Via bisa mengetahui Darren? tentu saja dari hasil penyelidikan anak buahnya yang dia bayar mencari tau tentang Helena.
Sampai disana, Via berjalan dengan wajah angkuhnya menuju salah satu meja yang bisa dijadikan tempat untuk biacara berdua tanpa tergganggu.
"Selam malam nona, mau pesan apa?" tanya pelayan dengan sopan.
" Saya pesan ice Cappocino" kata Via " dan tolong kau panggilkan pemilik restoran ini" lanjutnya.
__ADS_1
"Kenapa nona? ada yang bisa saya bantu?"
" Saya menyuruhmu untuk memanggilkan pemilik restoran ini!" bentak Via.
"Maaf nona tapi tuan Darren sedang sibuk"
"Kamu berani menolak permintaan saya! kamu mau aku mengeluarkanmu dari sini jika aku mengadu!"
"Ada apa ini!" seru seseorang dari jauh.
Mereka kompak melihat ke sumber suara dan ternyata itu adalah Darren yang sudah berada tidak jauh dari sana melihat keributan yang dilakukan oleh tamu itu.
"Tuan Darren maafkan saya" ucap pelayan itu dengan kepala menunduk takut.
Darren mendekat dan kembali bertanya" Ada apa?" kali ini intonasi Darren sedikit lebih lembut dan kecil volumenya.
"Jadi kau yang bernama Darren pemilik restoran ini."
"Ya, saya" jawab Darren.
"Pelayan restoranmu ini melarang saya ubtuk bicara dennggan anda seolah dia lebih tau pekerjaanmu"
"Memanh saya sedang sibuk. dan saya mohon maaf jika membuat anda merasa tidak nyaman, mereka begitu karena instruksi dari saya yang tidak ingin di ganggu." ucap Darren sedikit membungkuk.
"Baiklah kali ini aku maafkan, karena ada yang jauh lebih penting yang ingin aku bicarakan" kata Via.
Daren mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan via tentang ada sesuatu yang jauh lebih penting yang perlu dibicarakan via padanya.
Membuat seorang Deren bertanya-tanya ada apa gerangan yang mau dibicarakan wanita yang di depannya Ini sementara mereka tidak saling mengenal sebelumnya.
"Maaf apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?" tanya Darren.
"Tidak! dan kita akan segera saling kenal dan bahkan akam bekerja sama" jawab Via penuh keyakina.
"Kerja sama" beo Darren
"Kenalkan aku Via"
Bersambung....
__ADS_1