
Riko terdiam mendengar pernyataan Lili, bagaimana mungkin gadis itu berlama lama hanya karena kesusahan menurunkan resleting gaunnya, tidak bisakah dirinya meminta bantuan Riko, dan jujur saja sikap Lili itu justru membuat Riko merasa kalau Lili memang benar benar tidak mengaharapkannya.
" Berikan." pinta Riko dengan wajah datarnya, karena walau bagaimana pun hanga dia yang bisa membantu Lili saat ini.
" Eh."
" Aku bilang berikan, biar aku membantumu." ulang Riko yang langsung memutar tubuh Lili agar membelakanginya dan tangannya langsung bergerak membukakan resleting itu,
Sedikit mengalami kendala, rupanya resleting itu tersangkut dan macet sehingga Riko kesulitan.
" Ck, kain apa ini,? kenapa susah sekali." Riko berdecih sambil tangannya masih berusah.
" Apa masih lama." tanya Lili yang merasa sedikit gugup saat tangan Riko tak sengaja menyentuh punggungnya.
Tidak jauh berbeda dengan Lili, Riko sebenarnya juga mendadak gugup merasakan kulit halis nan putih Lili, sehingga ia memilih mengerutu untuk menghilangkan rasa groginya.
srettt..
Akhirnya sesuatu yang menyusahkan mereka pun sudah bisa ditaklulan, resleting yang sempat tersangkut itu akhirnya sudah bisa terbuka sempurna, dan menampakan punggun putih Lili sepenuhnya.
Glek...
Riko menelan ludahnya kepayahan melihat sesuatu yang indah dan menyegarkan mata. Tidak bisa munafik, kalau dia adalah lelaki normal yang akan merasakan sensasi beda saat disuguhkan pandangan indah itu, apalagi jika hal itu mampu mengobrak abrik jiwa lelakinya.
Ingin rasanya Riko menyentuh dan mengusap punggung itu, tapi kesadarannya masih cukup untuk mengambil alih dirinya agar tidak melakukan hal gila itu mengingat dia dan Lili tidak lah menikah dengan cinta. Jika saja karena, cinta mungkin Riko sudah menerkamnya tanpa ampun.
Lili langsung masuk kembali di kamar mandi saat menyadari sikap Riko yang tidak biasanya, Lili bukan lagi anak remaja yang masih sangat abu abu dalam menilai sikap dan pandangan lelaki yang sedang berhasrat, dan ini pun yamg dilihat dari Riko, tatapan minat dan ekspresi menginginkan
Karena tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, sesegera mungkin Lili menghindar dari sana, agar tidak terjadi yang tidak di inginkan olehnya.
Sementara Riko hanya mengusap wajahnya kasar, dan membung nafasnya yang terasa berat untuk menyadarkan dirinya yang sufah mulai gi*a menurutnya.
" Jangan gi*a kamu Riko, jangan sampai hal itu terjadi. Kalian tidak saling mencintai dan kamu tidak menginginkan tubuhnya itu." Riko berdialog dengan dirinya sendiri.
Dan malam itu, baik Lili maupun Riko sama sama berada di situasi yang canggung, Lili canggung karena pandangan Riko padanya, sedangkan Riko canggung karena jiwanya yaang terombak, oh bukan canggung sebenarmya tapi lebih tepat mencoba menenangkan perasaannya.
***
Jika malam Ini, Riko dan Lili penuh dengan kecanggungan di dalam satu ruangan, beda halnya dengan Ans yang saat ini sedang menghabiskan waktunya di sebuah bar.
flashback beberapa waktu yang lalu ya, Ans melihat dengan jelas, bagaimana Lili dan Riko, yang begitu mesra menurutnya. Cemburu.? tentu saja cemburu, tapi apa yang bisa di perbuat jika sang wanita sudah memilih untuk dengan lelaki lain.
Dengan penuh emosi, As berlalu meninggalkan Acara itu, dia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, melampiaskan amarahnya di setir kemudinya memukul dengan cara brutal.
" sial sial sialan.....! Aku membeci kalian.! aku tidak akan pernah memafkan kalian, tidak akan pernah." teriak Ans.
Emosi yang dia punya sudah benar benar membuat dia kehilangan kendali dirinya, dan membuat dia melarikan diri di dalam bar.
__ADS_1
Disinilah Ans kini berada di dalan sebuah club untuk merehat sejenak masalahnya, melupakan wanita yang sudah melukai cintanya.
Minum minuman keras adalah salah satu cara Ans, untuk melupakan perasaanya meski sebenarnya hanya sementara saja.
Padahal yang sebenarnya dia tidak pernah menyukai minuman haram ini, tapi untuk kali ini dirinya sangat membutuhkannya, bukan hanya sekali tapi ini yang ke dua kalinya Ans menyentuh minuman haram itu, dan alasannya masih sama yaitu seorang wanitan dan wanitanya pun masih orang yang sama.
Terus minum dan minum hingga dia sudah sangat mabuk berat, racauannya tetap tidak berhenti, mencoba berdiri untuk kembali kerumahnya namun sudah tidak mampu lagi dan tak sengaja menabrak tubuh seorang pelayan clup yang baru saja selesai mengantar minuman untuk tamu.
Brukk...
" Maaf tua saya tidak sengaja." ucap gadis itu dengan takut jika orang ditabraknya marah.
" Ahh, tidak tidak, aku yang salah karna berada ditempat sampah seperti ini hanya karna seorang wanita menolak cintaku." racau Ans.
" Baiklah tuan, jika begitu saya pamit." gadis itu hendak melangkah pergi tapj dicegah oleh Ans.
" Tolong bantu saya berdiri, saya mau istrahat kepalaku pusing sekali." pinta Ans, dan gadis itu pun menurut membatu Ans.
" Sampai di sebuah kamar, Ans dibaringkan disana, dan pada saat gadis itu ingin berbalik tapi Ans mencekal tangannya dan menariknya hingga terjatuh dalam pelukan Ans
" Kau mau keman Lili.? kau mau meninggalkan aku dan pergi dengan lelaki sialan itu." racau Ans yang langsung menyambar bibir gadis itu
memberontak di dalam pelukan Ans, tapi As tidak melepaskannya, bahkan ia semakin memeluk erat dan merauap bibir gadis itu dengan bibirnya dengan brutal.
" Aku tidak akan melepasakanmu lagi sayang " gumam Ans ditengah tengan ciumanya.
" Tidak tidak sayang, kau tidak akan aku lepasakan aku tidak akan membiarkanmu pada lelaki sia** n itu."
" tidak tuan, aku mohon lepaskan saya, saya hanya pelayan bar disini bukan kekasih anda."
Wanita itu, masih terus berusaha melepasakan dirinya, tapi karena kekuatannya kalah dengan kekuatan Ans, akhirnya dia pasrah akan apa yang terjadi berikutnya, dia sudah lelah berontak dan tenaganya sudah tidak ada.
Dan malam itu terjadilah, sesuatu yang tidak sepantasanya terjadi diantara mereka berdua yang pastinya akan mengukir senuah kisah untuk keduanya.
Pagi hari, kedua pasangan yang yang tidak saling mengenal itu, masih dalam keadaan tidak mengenakan sehelai benang pun, hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka, dengan posisi Ans tengkurap dan tangan melingkar di tubuh gadis yang tidur terlentang itu dengan selimut yang menutupi hanya sebatas dada.
Waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi, tapi keduanya belum ada yang terbangun, hingga beberapa saat kemudian Ans terusik dengan silau matahari yang sudah menunjukan dirinya secara sempurna di muka bumi.
" Eugh." Ans mencoba menetralakna matanya agar terbuka dengan sempurna, dan kesadarnya ia kumpulkan, tapi sungguh dirnya sangat terkejut saat mendapati tanganya menyentuh kulit halus manusia.
Tanpa pikir panjang langsung beralih dan melihat siapa gerangan yang dia peluk, dan alangkah terkejutnya dia mendapati seorang wanita cantik sedang tertidur pulas di sampingnya.
Yang lebih mengejutkan dirinya lagi adalah wanita itu tidak mengenakan pakaian selwmbar pun, disusul meleihat dirinya sendiri, dan lagi lagi Ans sangat syok mendapati mereka berdua tidak berpakaian sama sekali.
Dengan gerakan cepat Ans bangkit dari tidurnya, menyambar pakaiannya untuk di kenakan, setelah itu membangunkan wanita yang masih saja setia dalam mimpinya itu.
" Hei kau bangun.! Ans membangunkannya dengan sedikit kasar, tangannya sangat kasar mengguncang tubuh gadis itu
__ADS_1
" Hai kau bangunlah sekarang.!" teriak Ans
" Eugh." gadis itu menggeliat saat dirinya terganngu dari tidur nyamannya, bukan nayam sebenarnya tapi lebih ke lelah.
" Akhhhhh.....Apa yang kau lakukan." Da berteriak histeris saat kesaadarannya sudah terkumpul sepnuhnya.
" Kau diamlah.!" bentak Ans.
Langsung terdiam tidak lagi bicara, tangannya meremat kuat selimut untuk menutupi tubuhnya dari pandangan Ans, sedangkan Ans sendiri membuang pandangannya kesembarang arah, enggan untuk melihat gadis itu
" Siapa namamu." tanya Ans.
" Helena Sakir." jawabnya.
Ya, gadis itu adalah Helena Sakir. Wanjta cantik yang harus menjadi tulang punggung kuargannya semenjak ayahnya meninggal dan ibunya mengalami penyakit jantung dan harus segefa dilakukan penanganan serius dan inilah alasan Helena meminta tebusan kesuciannga.
" Kenapa kau ada disini." Ans bertanya dengan nada dingin dan wajah datarnya.
" Jawab.!" bentak Ans saat tidak mendapat kan reapon.
" Em, apa tuan lupa apa yang tuan lakukan pada saya." cicit gadis itu.
" Jadi kau jalang, yang sedang mencari mangsa.Ck.!"
" Saya bukan jalang tuan, jaga ucapan anda." sentaknya karena tidak suka di katakan jalang
" Jika bukan jalang lalu apa ? kenapa kau bisa ada disini."
" Karena saya berniat membantu anda tuan dan anda sendiri yang meminta bantuan saya, harusnya saya yang marah karan anda sudah menodai saya yang sudah membantu anda." teriak gadia itu.
Ans diam, mengingat kembali kejadian semalam, meski sudah mabuk tapi daya ongatnya masih cukup kuat untuk mengingat kejadian itu.
" Berapa.?" tanya Ans pada akhirnya.
" ha." hanya ekspresi bingung yang terlihat.
" ck, sebutkan berapa yang kau minta."
" Seratus lima puluh juta." jawaban yang tidak perlu pertimbangan karena memang saat ini dai sangat butuh uang dan pekerjaan sebagai pelayan bar itu adalah pekerjaan yang harus dia ambil untuk bisa mendapat uang banyak.
" ck, sudah aku duga, kau akan mengambil keuntungan." jawab Ans dengan tangan merogoh saku celanya.
" Terserah anda mau bicara apa, yang jelas saya minta uangnya, dan saya beri tau anda, uang yang saya minta adalah harga kesucian saya yang tuan ambil secara paksa dari saya.
Abs sedikit terkejut mendapati kenyataan bahwa gadis dihadapannya ini adalah gadis perawan. Tapi secepat kilat dia mentralkan kembali sikapnya
' Didalam sini ada uang dua ratus juta, gunakan.! dan ingat jangan pernah kamu muncul di hadapan saya, atau kamu akan tau akibatnya, keluargamu yang akan jadi sasaranya. Pergi sejauh mungkin dan anggap ini tidak pernah terjadi." ucap Ans seraya menyerahkan Cart mikiknya dengan angkuh duhadapan gadis itu.
__ADS_1
Bersambung...