Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Lili Licik


__ADS_3

Di dalan kantor, Riko sibuk denga berkas yang ada di tangannya, memperlajarinya dengan teliti sebelum dia tanda tangani.


"Saya mau bertemu dengan Riko!"


Seseorang dari luat berbicara dengan gaya angkuh dan memerintah kepada sekretaris baru Riko bernama Nanda.


"Maaf nona, anda siapa? dan apa ada sudah membuat janji dengan ruan Riko? tanya Nanda dengan sopan.


"Ck, siapa kau berani bertanya padaku!" bentak Janeth.


"Maaf nona, saya adalah sekretaris tuan Riko dan aturan sudah seperti itu, jadi mohon maaf jika tidak membuat janji maka buatlah terlebih dahulu.


"Kau, hanya karyawan rendahan berani mengusirku dari sini!"


Jeneth sangat jesal karena tidak di ijinkan bertemu dengan Riko hingga perdebatan terjadi kerena Janeth yang memaksa masuk dan Nanda yang terus menghalangi Janeth.


Di dalam Riko yang merasa terganggu dengan suara ribut mengeurtkan kening, tidak biasanya keributan ini terjadi dan segera Riko menuju pintu ingin melihat keributan apa yang terjadi.


Tapi baru sampai pertengahan ruangan, kaki Riko berhenti mendapati pintu ruanganya yang terbuka di tambah lagi melihat siapa yang ada dihadapannya membuta seluruh tubuhnya membeku tidak dapat bergerak.


"Riko...!" pangil Janeth


Wanita itu langsung melesat menuju Riko dan memeluk kekasih hatinya dengan erat sedangkan Riko tidak bisa berbuat apa apa lagi mengelak pun sudah terlambat.


"Aku sangat merindukanmu Koko, aku sangat merindukanmu" ucap Janeth yang kini menangis.


Tubuh Riko bukannya bereaksi untuk memberontak, malahan dia semakin terpaku mendengar panggilan Janeth untuknya, panggilang kesayangan karena tidak ingin terlihat sama dengan teman teman Riko.


"Aku merindukanmu Ko, apa kau tidak merindukannu?" tanya Janeth masih dengah posisi memeluk.


Ehm ehm


Deheman Nanda yang keras rupanya mampu membuat keasadaran Riko kembali dengan segera melepaskan diri dari pelukan Janeth yang membuat wanita itu mengumpat kesal dan menatap tajam pada Nanda yang sedang menahan senyumnya.


"Apa yang kau lakukan disini Janeth?" tanya Riko.

__ADS_1


"Tentu saja untui menemui kekasihku" jawab Janeth dengan senyum yang di buat semenawan mungkin.


"Siapa kekasihmu?" tanya Riko dengan kening yang megerut pura pura tidak merasa.


Janeth mamsang wajah masamnya medengar pertanyaan Riko yang menurutnya konyol, apa pria itu tidak merasa dan apa menurutnya Janeth akan mengenal orang orang yang ada disini dan menjadi kekasih.


"Jangan berpura pura bodoh karena aku yakin kau tidak lupa siapa aku dan siapa kekasihku" jawabnya datar.


"Aku tidak berpura pura Janeth, aku mengenalmu hanya aku bertanya kekasihmu kerena aku memang tidak mengenal siapa kekasihmu" jawab Riko tenang.


"Kau jahat padaku Ko, kau benar benar jahat! bagaimana bisa akau bertanya seperti itu sedangkan kau tau sendiri jika aku hanya mencintaimu!" teriak Janeth.


Janeth menangis histeris mendapati Riko yang bukan kagi kekasihnya, dan dia tidak ada ada dalam ruang dan hati pria itu, sakit sekali rasanya menerima kenyataan itu.


"Nanda, buatkan teh hangat!" titah Riko.


Mendengar perintah Riko, senyum terbit disudut bibir gadis sexy itu, dia tidak menyangka jika Riko masih menyukai minuman yang sering di teguknya.


"Aku tau jika aku masih ada di hatimu Riko, buktinya kau masib ingat munuman yang baik untukku"


Riko sengaja duduk disofa tunggal agar Janeth tidak ada tempat lagi sehingga tidak ada alasan untuk duduk disampingnya sedangkan Janeth terlihat mengepalkan kedua tannya.


"Kenapa kau duduo di situ Ko? apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Janeth dengan tatapan sendunya.


Riko menggeleng mendengar pertanyaan Janeth, bukan tidak suka tapi justru karena merasa bersalah karena harus meninggalkan wanita yang ada dihadapannya, wanita yang dullu pernah mengisi penuh ruang hatinya.


"Maaf Jabeth tapi aku sudah menikah" ucap Riko pelan tapi penuh penegasan.


"Tapi kau tidak mencintai istrimu Koko, aku yakin itu! kau terpaksa menikah dengannya karena mama mu!" sentak Janeth.


"Ti-"


"Ya, anda benar nona! dia memang terpaksa menikah denganku tapi kurasa itu dulu tapi sekarang dia sangat mencintaiku!" ucap Seseorang yang tak lain adalah Lili .


Flashback...

__ADS_1


Saat kedua orang tua Riko pergi, Lili memutuskan untuk mengunjungi kantor suaminya, tapi sebelum itu Lili memasak terlebih dahulu untuk makan siang.


Selesai semua itu, Lili lekas bersiap dan bergegas pergi dengan supir yang sudah di sediakan Riko, hingga kini kakinya sudah tiba di kantor, tapi sayang dia harus menyaksikan drama Sekertaris dan wanita yang mencari Riko.


"Siapa wanita itu" batin Lili.


Lili terus memperhatikan apa yang terjadi, mulai dari adu mulut antara sekretaris Riko dan Janeth, Janeth yang memaksa masuk, Janeth yang memluk Riko hingga kini pembicaraan kedua orang itu Lili tau semuanya.


"Ehm ehm" deheman Nanda juga karena melihat Lili sementara Lili menaruh telunjuknya di depan bibirnya agar Nanda tidak mengatakan keberadaanya.


"Jadi, dia mantan kekasih Riko" batin Lili "tidak, aku tidak akan membiarakn pelakoe merusak rumah tanggaku, mengganggu apa yang sudah menjadi milkku!" tekat Lili.


Akhirnya dia menerobos masuk dan menjawab pertanyaan Janeth "Ya, anda benar nona! dia memang terpaksa menikah denganku tapi kurasa itu dulu tapi sekarang dia sangat mencintaiku!" ucapnya tegas.


Flashback off...


"Sayang..!"


Riko terkejut melihat istrinya yang datang ke kantor, jujur saja dia takut sekaligus bersyukur akan kedatangan Lili.


"Kau datang" sambut Riko memeluk pinggang Lili dan mencium pelipis gadis itu.


"Apa aku mengganggu waktumu sayang....?" tanya Lili dengan lembut manis dan suara selembut mungkin.


Tapi Riko bukannya senang dengan intonasi itu, justru membuatnya bergidik ngeri dan tenggorokannya tercekat, dia tau jika saat ini istrinya sedang bersandiwara dan ingin mengatakan kepemilikannya di hadapan Janeth.


"Ti tidak sayang, aku justru senang kau datang, apa anak kita rewel sayang?" tanya Riko tak kalah lembutnya.


Walau gugup tapi Riko berusaha untuk tetap tenang menhadapi Lili apa lagi dia harus melakukan ini agar Janeth tidak lagi beranggapan jika dirinya masih memiliki rasa seperti yang dulu.


Bagaimana Janeth? jangan tanya lagi, dia sangat marah, wajahnya sudah merah menahan amarah agar tidak lepas kendali sedangkan kedua tangannya terkepal kuat di bawah.


Lili jelas tau jika Janeth marah, dan senyum mengejek terbit dan ditunjukan didepan Janeth di balik pelukan Riko seolah menunjukan jika miliknya tidak akan pernah bisa di sentuh oleh wanita mana pun termasuk Janeth masalalu Riko.


"Sayang aku membawa makan siang untukmu, tapi sepertinya terlalu banyak" ucap Lili "bagaimana jila nona siapa namanya ikut gabung makan siang dengan kita?" lanjut Lili dengan seringai liciknya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2