Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Ulur Waktu


__ADS_3

"Helen... bangun ini sudah gelap, kau bersihkan dulu dirimu"


Ans membangunkan Helena yang sampai kini belum bangun juga, dia masih betah dalam tidurnya seperti sangat menikmati kegiatannya.


Helena menggeliat, kemudian membuka matanya, dia dapat melihat dengan jelas wajah Ans yang begitu dengan wajahya.


Di menggeser tubuhnya agar bisa sedikit membari jarak antara dirinya dan Ans, "Jam berapa?" tanya Helena.


"Jam enam sore" jawab Ans yang masih tidak beranjak dari posisinya.


"Ohh" jawab Helena dan bergerak bangun dari kasur menuju koper mereka.


Tapi langkahnya terhenti saat mengingat sesuatu, dirinya tidak memiliki pakaian karena kepergiannya yang mendadak.


"Ada apa?" tanya Ans yang melihat Helena terhenti.


"Aku tidak memiliki pakaiam" jawab Helena.


Ans bergerak menuji koper mereka dan membukanya lalu mengambil pakaian Helena lengkap dengan dalamanya.


"Ini pakaianmu"


Ans menyodorkan pakaian rumah Helena membiat wanita itu terkejut karena ternyata pakaiannya ada didalam, ditambah lagi Ans yang tidak merasa sungkan mengambilkan dalamanya.


Dirinya saja merasa sangan malu, wajahnya merah padam tapi pria di hadapanya ini begitu sangan santai sekali menyodorkannya.


"Kenapa diam saja, cepat ambil" ucap Ans yang tak kunjung di ambil oleh Helena.


Helena dengan cepat meraih pakaiannya saat mendengar perkataan Ans, dengan cepat dua melesat pergi menuju kamar mandi untuk menetralkan jantungnya.


Ans berjalan keluar, untuk menyiapkan semua yang sudah di renacanakan, karena dia ingin cepat menyelesaikannya agar bisa menghabiskan waktu liburan dengan perasaan yang sudah saling terucap.


Dia berencana akan membuat malam ini di ingat oleh Helena selama nafasnya bahwa Ans Wijaya sangat mencintainya.


Beberapa menit berlalu, Helena sudah selesai dengan ritual mandinya, dia berjalan dan menyusuri pandangannya tapi dia tidak lagi mendapati Ans disana.


"Kau sudah selesai?" tanya Ans yang tiba tiba muncul dari luar.

__ADS_1


Helena sempat terkejut tapi setelah itu bisa lagi mengatasinya "Kau dari mana?" tanya Helena tapi matanya enggan menatap Ans.


Ans tau kalau Helena belum melupakan kejadian tadi siang, tapi Ans benar benar tidak mau menjelaskannya sekarang karena rencananya harus bisa berjalan.


"Kau mau menemaniku di pantai Helen?" tanya Ans.


Ans sedang mencari cara agar bisa membawa Helan keluar dari kamar mereka agar pera petugas yang sudah dia sewa dapat menyelesaikan pekerjaan mereka.


Helena menatap Ans dan berpikir sejenak kemudian mengiyakannya, karena menurutnya itu tidak lah terlalu buruk jalan jalan ke pantai.


Lagi pula Helana sangat ingin berlibur ke pantai dari dulu tapi tidak pernah memiliki waktu, jadi sekarang ada kesempatan maka tidak boleh di sia siakan.


"Itu ide bagus" jawab Helena.


Akhinya mereka pergi menuju pantai yang berhadapan langsung dengan Resort mereka, mereka memilih berjalan kaki agar bisa menikmati angin sore, tapi alasan Ans adalah agar dia bisa mengulur waktu.


Dan sepanjang perjalanan, mereka berjalan dalam diam bahkan setiap kali Ans meraih jemari Helena dengan banyak alasan menarih jemarinya agar tidak bertautan dengan jemari Ans.


Ans yang tau penolakan dengan banyak alasan dari Helena tidak pantang menyerah dia terus mencari cela agar bisa menggandeng tangan wanitanya.


"Kenapa kau selalu melepaskan tautan tangan kita?" tanya Ans pura pura tidak tau alasannya.


"Tidak, aku tidak melepaskanya" elak Helena.


"Kau melepaskannya sedari dari apa kau tidak sadar!" ketus Ans.


"Tidak" jawab Helena sekenanya, karena sebenarnya dia sadar dan dia pun sengaja melakukannya.


Ans menghela napasnya dengan kasar, dia tau ini bukan kesalahan Helena karena semuanya berasal darinya yang belum mau jujur.


Ans memilih untuk duduk di salah satu bangku yang biasa di gunakan orang orang untuk bersantai, dan Helena pun melakukan hal yang sama, duduk di kursi yang berdampingan dengan tempat Ans.


"Apa kau menyukai tempatnya?" tanya Ans.


"Hmmm"


Helena menjawab dengan anggukan kepala dan hanya berdehem sungkat sebagai jawaban, mungkin karena terlalu asyik menikmati indahnyah pantai yang baru pertama kali di kunjungi selama hidupnya.

__ADS_1


"Helen...Apa kamu tidak ingin menemui keluargamu?" tanya Ans.


Entah kenap tiba tiba Ans mengingat keluarga Helena yang ada di ibu kota sehingga dia memutuskan untuk bertanya pada wanita yang ada di sebelahnya ini dengan maksud ingin tau perasaan Helena.


"Seharusnya kau sudah tau jawabannya" lirih Helena.


Ans diam mendenar jawaban dari Helena karena jelas dari bahasa tubuhnya bisa menjelaskan bagaman wanita itu merindukan keluarganya.


"Ini sudah malam, ayo kita kembali" ajak Ans.


Ans melirik jam yang melingkar di pergelangan tangnya dan ini sudah satu jam yang artinya para pekerja itu sudah selesai melakukan pekerjaanya.


Helena mengangguk dan ikut berdiri menyusul Ans, mereka kembali lagi berjalan beriringan dan kali ini mereka bergandengan tangan tanpa ada penolakan lagi dari Helena.


Sampai disana suasana sepi seperti tadi siang mendadak mendebarkan bagi Helena saat langkahnya sudah tiba di teras resort yang mereka tempati.


"Kenapa jantungku berpacu sangat cepat seperti akan ada sesuatu saja" batin Helena.


Langkahnya terus melangakah tapi semakin lama semakin melambat dan jantungnya lun semakin maraton dengan cepat.


"Ayo masuk kenapa langkahmu semakin lambat saja!" ajak Ans setengah mendorong tubuh Helena agar tetap berjalan.


Mereka kembali melangkah tapi baru sampai di ruang tamu, panggilan dari ponsel Ans menghentikan mereka.


"Kau masuklah lebih dulu ke kamar nanti aku menyusul" ucap Ans.


Ans langsung melesat pergi tanpa menunggu jawaban dari Helena, dan melihat hal itu membuat Helena berpikir mungkin jika itu penggilan penting tanpa tau kalau itu hanya alrm yanh sengaja di setel oleh Ans.


Helena melanjutkan langkahnya sementara Ans mencari jalan lain untuk bisa sampai lebih dulu di kamar mereka dan menyambut Helena dengan sebuah buket bunga yang sudah di sediakan.


Sampai di tangga, seseorang datang dan menyapa Helena "nona! ini ada cemilan yang cocok di makan di malam hari sambil bersantai di balkon kamar menikmati pantai lepas dan saya jamin nona pasti akan sangat menyukainya".


Pelayan itu rupanya sengaja mengukur waktu agar Ans bisa mempersiapkan diri yerlebih dahulu, pembicaraan mulai dari cemilan, pemandangan indah hingga apa saja yang bisa di bawa pulang nanti sebagai ole ole.


Dan tak terasa duah setengah jam Helena berdiri dan kakinya mulai terasa pegal,dan memutuskan untuk pergi.


"Baiklah kaki pegal, dan aku mau masuk dulu"

__ADS_1


"Silahkan nona muda, semoga malam ini merupakan malam yang sangat bekersan bagi anda"


"Terimakasih" Helena kembali melangkah tapi baru tiba di depan kamar lampu padam dan dia tidak bisa lagi melihat apa pun disana.


__ADS_2