Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Maaf


__ADS_3

Helena berjalan menuju jalanan besar, dengan membawa perutnya yang membuncit, air matanya tentu saja tidak bisa dia ajak kompromi untuk tidak mengalir keluar.


Bagaiman tidak menangis, dia memikirkan perkataan Ans yang sudah keterlaluan. Dia tidak pernah meminta lelaki itu untuk tanggung jawab, bahkan dia sudah lari sejauh mungkin dari ibu kota supaya tidak lagi berhubungan dengan lelaki itu.


Tapi sekarang dengan gampangnya dia menagatakan kalau Helena perempuan tidak benar, dan lagi anak yang di kandungnya di katai anak orang lain. Meskipun Helena yang memang berbohong tidak mengatakan yang sebenarnya, tapi bukan berati Ans bisa sesuka hatinya untuk mengina dirinya.


Masih berjalan yang semakin lama semakin lambat, karena capek dan panas matahari yang mulai terasa menyentuh kulit Helena.


"Tuhan. apa aku sehina itu sampai dia menginjak harga diriku? aku hanya melakukannya dengannya dan setelah itu tidak lagi dia sudah mengataiku wanita muraha." leluh Helena dengan air mata yang masih terus menerus keluar.


Helena yang terus saja berjalan, peluh sudah mengambil alih semua keningnya, sesekali sia menguspnya dengan punggung tanganya. Pusing mulai menyerang objek sudah nampak buram di penglihatannya hingga akhirnya.


Bruk


" Helena...." Teriak Ans dan cepat menopang tubuh helan agar tidak terjatuh di aspal.


Kembali pda beberapa menit yang lalu, Setelajmh Ans sadar dari laumannya dia mengumpat saat tau kalau helena sudah pergu dari rumahnya, dan dia tidak bisa membiarkan gadis itu berjalan sendirian daam kondisi yang sedang hamil.


Dengab gerakan cepat Ans berlari keluar mengejar Helena, karena dia yakin kalau gadis itu belumlah terlalu jauh untuk berjalan mengingat keadaannya sekarang.


Benar saja duagaan Ans kalau Helena belum pergi jauh, karena dia meligat helena sedang berjalan sangan pelan sambil sesekali menghapua peluh dan pipinya dan Ans tau kalah wanita itu sedang menangis.


Ans mempercepat jalannya hingga tinggal beberapa langkah lagi sampai, tapi ia melihat Helena yang mulai tidak stabil keseimbaangan dan akhirnya


Brukk


" Helena..." teriak Ans


Dengaj sejuta kepanikan Ans berjalan dan untung saja dia bisa sampai tepar sebelum Helena ambruk dan jatuh terpental di jalab raya, jika saja di tidak datang bisa saja wanita itu kenapa napa bahkan mungkin bisa sampai berakibat pada kandunganya.


" Helena...Hei bangunlah! Miko....Miko cepat bawa kemari mobilnya..!" teriak Ans.

__ADS_1


Miko datang dengan mobil, dan segera Ans mengangkat tubuh Helena memasuki mobilnya,." cepat jalan miko." titah Ans dengan nada paniknya.


Mobil sudah melaju dengan kecepatan yang lumayan melebihi batas seperti instruksi dari Ans, sepanjang perjalanan kekhatiran Jelaskan tergambar di wajah Ans, tidak bisa dipungkiri ia sangat merasakan ketakutan entah apa alasannya yang jelas ia takut terjadi sesuatu.


masih di perjalanan menuju rumah sakit sepanjang perjalanan juga Ans tidak henti hentinya meneglus kepala Helena dan bibirnya yang terus membangunkan gadis itu.


" Hei! Helen bangun...Kamu jangan membuatkku takut seperti ini."


Sebagian kata yang spontan terucap dari bibir Ans tanpa sadar, entah apa alasannya dia pun tidak tahu yang pastinya saat ini dia benar-benar sangat dan sangat kuatir.


"Miko lebih cepat lagi mobilnya....!" teriakan Ans kepada asistennya.


" Bail tuan."


Miko menginjak pedal gasnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi kepanikan tuannya membuat dia ikut-ikutan juga. bukan karena panik pada wanita itu tapi panik Jika dia mendapatkan amukan lagi dari Ans yang akan mengancam pekerjaanya.


sampai di rumah sakit as bergegas kembali mengangkat tubuh Helena dan membawanya bergegas menuju rumah sakit.


Sesegeta mungkin pada petugan membantu Ans membaringkan tuhuh Helena di atas brankar dan mendorongnya di ruang pemeriksaan dan Ans yang lagi lagi menerobos masuk kedalam untuk memastikan keadaan Helena secara langsung.


" Mohon maaf Silakan tunggu di luar. "ucap petugas medis.


" Tidak. saya harus masuk saya memastikan keadaannya." kata Ans dengan nada khawatirnya.


" maaf tuan tapi ini maksudnya peraturannya."lanjut petugas.


" saya bilang saya mau masuk! Saya mau melihat keadaan istri saya." teriakan yang spontan mengatakan Helena adalah istrinya.


Tapi petugas medis tetap pada pendiriannya melarang harus untuk masuk dalam ruang pemeriksaan hingga akhirnya Miko datang dan menenangkan tuannya.


"sebaiknya kita tunggu di luar saja Tuan biar dokter melakukan tugasnya." ucap Miko Seraya menahan tumbuhan Ans yang memberontak ingin masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

__ADS_1


"Tapi aku ingin memastikan keadaannya Miko." Ans menjawab perkataan Miko.


"Saya tahu Tuan khawatir, tapi jika Tuan masuk dokter tidak akan bisa fokus memeriksa keadaan Nona Helena. " jawab Miko memberi pengertian.


Akhirnya Ans mengalah dan menuruti perkataan Miko dan menunggu di depan ruang pemeriksaan, sesekali dia mengusap wajahnya kasar helaan nafasnya Terdengar sangat kasar sepertinya Ans benar-benar sangat khawatir terhadap keadaan Helena. Oh tidak mungkin lebih tepatnya Ans khawatir kepada bayi yang ada di kandungan Helena.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dengan seny di wajahnya dan melihat hal itu Abs dengan cepat menghampiri Dokter san bertanya.


" Bagaimana keadaan Helena dan kandungannya dok? apa mereka baik baik saja? apa terjadi sesuatu pada kandungannya?" tanya Ans beruntun pada dokter.


Dokter itu hanya tersenyum mendengarkan pertanyaan beruntun yang dilontarkan padanya. menurutnya pria yang ada di depannya ini merupakan sosok suami yang sempurna bagi pasiennya, terlihat sekali khawatiran dari gerak-gerik Ans.


" jawab dokter tanda seru Kenapa anda hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan saya. " bentak Ans yang kesal melihat dokter itu hanya tersenyum dan bukan menjawab pertanyaannya.


"Istri anda baik baik saja tuan, dia hanya kelelah saja mungkin dia habis melakukan kegaiatan yang menguras tenaganya sehingga tidak sadarkan diri. Saran saya anda lebih memperhatikan istri anda lagi karena kandungannya lemah. Sepertinya asupannya sangat kurang dan tidak tercukupi untuk perkembangan si calon bayi." tutur Dokter panjang lebar.


Lelaki itu diam mendengar penuturan dokter yang mengatakan jika kandungan Helena sangat lemah akibat kekurangan asupan untuk calon bayi. dia jadi berpikir bagaimana Helena menjalani kehidupannya selalu lima bulan ini. sesulit itukah kehidupannya?


"Dokter Boleh saya masuk untuk melihat keadaanya?" tanya Ans.


" Silahkan."


" Terimakasih dokter." ucap Ans yang langsung bergegas masuk kedalam ruangan tempat helena istrahat.


Sampai disana, Ans melihat jelas wajah pucat dan lelah dari wanita itu. Sepertiya memang benar kalau Helena menjalani kehidupan yang sulit disini, dan mungkin saja kelaurganya tidak ada yang tau tentang keadaanya ini, mengingat informasi dari Miko yang mengatakan kalau alasan Helena merantau kemari adalah karena mendapatkan pekerjaan dan setiap bulannya dia harus mebgirimkan uang untuk keluarganya.


Nyeri? tentu saja. Ans merasakan nyeri di ulu hatinya jika memikirkan Bagaimana kehidupan Helena selama ini, sungguh begitu kejam dirinya Jika ternyata anak yang ada dalam kandungan Helena Adalah anaknya.


Begitu kejam Karena dia sudah membiarkan Helena membesarkan kandungannya sendiri, berjuang sendiri tanpa mengeluh apalagi menuntut pertanggung jawaban dari Ans.


" Maaf." lirih Ans.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2