Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua, Kejadian Malam Hari


__ADS_3

"Bunda, anak kita nangis, pengen susu kayaknya bun"


Ans terbangun karena anaknya menangis sepertinya haus, sementara Helena tertidur dengan pulasnya, mungkin karenah masih terlalu lelah dan lemah sehingga tidak terusik dengan suara Jennifer yang mengudara memenuhi kamar mereka.


Ans yang melihat istrinya tidak bangun akhirnya memilih untuk bangun dan menggendong putrinya dan menimang pelan untuk menenangkan putrinya yang baru satu hari berada dalam kediaman mereka.


Tapi sekian lama Ans menimang putrinya, tapi Jennifer tidak juga tidur, sepertinya dia memang benar benar haus atau lapar, dan tidak ada pilihan lagi bagi Ans selain membangunkan istrinya.


"Bunda....Bangun bun, Jenn nangis minta susu" ucap Ans lagi karena Helena tak kunjung bangun.


"Eugh"


Helena mengeluh karena merasa terusik dengan gerakan Ans dan suara putrinya yang mengudara.


"Jenni bangun yah?" tanya Helena setelah berhasil memulihkam kesadarannya.


"Iya, mungkin dia lapar bun" jawab Ans.


Helena mengambil alih purtinya dari gendongan Ans dan langsung menyusui putrinya, dan benar saja Jennifer langsung meredakn tangisnya dan bibirnya menyedot dengan kuta pu**ing Helena sehingga membuat Helena sedikit meringis.


"Kuat banget ya bu Jenn nysusunya" ucap Ans.


Helena hanya mengangguk dan matanya kembali menatap putrinya tapi tak lama kantuk kembali menyerangnya, mungkin ini juga efek dari obat yanh di konsumsi.


"Bunda mulai besok malam, sebelum tidur, stok susu saja ya di botol biar bunda tidak terganggu tidurnya saat Jenn bangun" ucap Ans yang merasa kasihan melihat istrinya.


"Tidak usah yah, lebih baik jenn nysu begini saja, dan jika bunda belum bangun, maka usahakan lagi bangunin bunda" jawab Helena.

__ADS_1


"Iya, tapi tetap nyetok juga" ucap Ans dan di anggukin Helena.


Helena menyrusui Jenni dengan mata kantuknya dan Ans dengan sigap beraja di samping kedua wanita spesial di hidupnya sembari tangannya mengelus pipi putrinya dengan lembut dan bibirnya mengecup pipi istrinya sesekali.


Helan sudah tidak menggubrisnya lagi, dia sudah terlalu mengantuk untuk melade kelakukan suaminya itu, Ans melihat putrinya sudah kembali tertidur terbukti dari mulunya yang dia lagi menyesap, dengan pelan Ans meraih putrinya dan membawa dan menaruhnga kembali di box baby milik putrinya,.


Setelah memastikan semuanya, Ans kembali menuju ranjang dan kini dia beralih untuk pada istrinya, dia merapikan sejenak dan membetulkan posisi tidru istrinya agar terlihat nyaman, setelah itu Ans mengalihkan perhatiannya melihat jarum jam yang ternyata sudah menunjikan pukul tiga dini hari, pantas saja jika istrinya tidak mau bangun karena waktu seperti itu adalah waktu untuk tudur neyenyak.


Ans sekmbali tidur dan memeluk istrinya dengan lembut, dia tidak bisa melakukan apa pun pada istrinya saat ini dan hingga beberapa hari kedepan sebelum suminya benar benar sebuh dan bersih.


Lagi lagi kehebohan pagi pagi buta sudah terjadi di kamar pasangan yang masih menanti kehadiran putri mereka, Lili yang masih begitu pagi sudah menginginkan makan nasih goreng dan kembudian mendadak ingin berkeliling komplek perumahan mereka, dan Riko yang todak berdaya harus bangun dan memenuhi semua keinginan istrinya.


Riko berjalan dengan malas menuju kamarandi untuk memberishkan dirinya sedangkan Lili kembali merebahkan dirinya setelah membangunkm suaminya membuatkan makanan.


Riko keluar dan melihat ternyata istrinya kembali tidur hanya menggeleng pelan, dan kakinya langusng mengayun menuju dapur, tapi saat melewati ruanh tengah entah mengapa mengantuk kembali dan kakinya kini berjalan menuji sofa dan merebahlan dirinya di sana.


Riko tertidur dengan pulas dan kini dia sudah melupakan permintaah istrinya yang pasti akan mengamuk dan membuat Riko pusing sendiri nantinya, dan benar saja author tidak pernah salah tebak.


Waktu sudah menunjukan pukul lima pagi dan Lili kembali mendegar bunyi perurnya yanh minta di isi, bergerak bangun dan bersandar di kepala ranjang, matanya mengedar mencari keberadaan suamiya tidaj temukan.


Lili beralih melihat jarum jam ternyara sudah menunjukan pukul lima pagi, masih ingat sekali Lili jika tadi dia menyuruh suaminya membuatkan makanan untuknya sat masih pukul tiga pagi tapi ini sudah jam dan suaminya belum kembali juga.


"Kemana dia ini? kenapa belun kembali juga" rutuk Lili.


Dia berjalan keluar dari kamarnya dan melesat berjalan ke arah dapur, tapi alangkah terkejutnya ia melihat suaminya ternyata suaminya sedang meringkuk di atas sofa dan terlelap.


Lili benar benar kesal pada suaminya, ingin sekali dia berteriak tapi di urungkan dan akhirnya Lili memilih berjalan di dapur untuk membuatkan sarapan sendiri dan sekaligus membangunkan suaminya itu dengan caranya sendiri.

__ADS_1


Lili menagmbil wajan dan menaruhnya di atas kompor dengan hentakan sedikit keras seihnga menimbulkan sedikit suara, tidak hanya berakhir dengan itu, Lili kembali membuat ulah dengan piasu yang bertabrakan dengan talenan begiru keras sehingga suaranya bisa sampai di seluruh penjuru rumah setiap kalau memotong.


Selesai dengan itu dan ternyata suaminya calon ayah dar anakmya ternyata belum juga tembangun membuat Lili sangat sangat kesal hingga kini tak terasa tangaya terus menhaduk dalam wajan dengan gerakan yang kasar sehingga menimbulkan dentingan kuar antara spatula dan wajan.


Seseklai bibirnya akan mengerucut dan berkomat kamit tidak jelas, sedangkan seseorang yang menjadi alasannya Lili marah akhirnya terbangun karena merasa sangat terusik dengan suara berisik dari dapur.


Sedikit meregangkan ototnya karena tidurnya yang kurang nyaman, matanya menangkap waktu yang ternyata sudah pukul lima pagi, di memekik kaget menyadari dirinya yang sudah terlalu lama tidur sudah bisa di pastikan sekarang istrinya akan mengamuk.


Benar saja lankah Riko berhenti melihat siluet istrinya sedang berada di depan wajan dengan bibir yang Riko yakini sedang menggerutu dan dan gerakan tangannya yang kasar membuat Riko semakin yakin saja.


Perlahan tapi pasti kakinya mengayun mendekati istrinya "Sayang..." panggil Riko dengan lembut dan sedikit kepayahan menelan ludahnya.


Lili hanya meliriknya sinis dan sekilas membuat Riko lagi lagi menelan ludahnya sendiri karena tiba tiba merasakan kering di kerongkongannya.


Lili masih tidak bergeming dengan panggilan suaminya yang berulang kali dia meneruskan pekerjaanya memindahkan nasi gorng dalam piring dan membawanya ke meja makan untuk di santap, dan Riko dengan setianya mengekor dari belakang.


Lili menaruh piring dengan gerakan yang sedikit kasar membuat Riko lagi lagi terjangkit kaget melihat sikap istrinya.


Sementara Lili memasukan sendoknya ke dalam mulutnya dengan sedikit kasar, mengunya sebentar hingga akhirnya matanya berkaca kaca dan tangisnha sudah tidak bisa di redakan lagi.


"Hei sayang ada apa? kenapa menangis? asa yang sakit kah sayang? bilang mana yang sakit?" tanya Riko dengan penuh khawatir.


"Tidak ada rasa" jawab Lili sesegukan.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2