Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Episode 29


__ADS_3

" ya." jawab ruben singkat karna ia fokus pada ekspresi Ans yang seperti ingin menyampaikan sesuatu padanya.


Dan semenjak kembali dari luar kota tempo hari, rena dan ruben masih belun bertemu hingga rena memutuskan untuk kekantor ruben siang ini.


Falshback off...


" ish kau itu, apa kau tidak bisa bersikap lembut sedikit padaku ben.?" tanya rena ketus.


" ada apa kau kemari.?" ulang ruben bertanya tapi kali ini dengan suara beratnya.


Glekk


Rena menelan ludahnya susah payah, karna ia tau kalau saat ini ruben sedang dalam mode serius dan tak bisa terganggu.


" em,,em aku ingin mengajakmu makan siang ben." ucap rena pelan.


" maaf kita tidak ada temu janji atau rapat, jadi saya tidak bisa menerima ajakan makan siang dari anda." ucap ruben formal.


" ini buka ajakan dari rekan kerja tapi ini dari teman." kata rena lagi menolak ajakan rena.


" tapi aku sudah makan siang, jadi maaf aku tidak bisa." kata ruben memenolak ajakan Rena.


" tap.-" belum sempat rena menyelesaikan katanya, pintu ruangan ruben terbuka menampakan riki yang berjalan mendekati mereka.


Riki terkejut melihat adanya rena disana karna memang dia tidak tau menau tentang kedatangan rena ke Indonesia dan seketika wajahnya berubah datar

__ADS_1


" ngapain penghianat kemari." tanya riki pada ruben tapi lirikan matanya tajam kepada rena.


" aku masih disink dan mendengar ucapannmu." ketus rena. Ia kesal akan sindiran dari teman ruben itu.


Ya, rena mengenal riki, karna mereka juga dulu dekat karna mereka kampus ditambah lagi rena kekasih sahabat merek, Namun semenjak rena menghianati ruben mereka pun ikut menjauh dari rena bahkan terkesan tidak suka pada rena lagi.


" lalu kalau kau dengar, apa aku harus bilang wow gitu." celutuk Riki.


" kau.-"


" hentikan.!" titah ruben dengan mata tajamnya memandang dua orang didepannya itu.


Seketika mereka pun terdiam, tidak ada lagi yang berani bicara apalagi sampai melanjutkan pertengkaran, bisa bisa mereka tinggal nama saja nanti kedepannya.


" Rena kau pergilah.!" usir ruben.


" ya.!" jawabnya singkat


" kau tega melakukannya.? bukankah kita sekarang teman.? lalu kenapa kau mengusirku.?" pertanyaan beruntun dilontarkan rena.


" sudahlah, gak usah drama, pergi saja sekarang.!" usir riki yang kali ini menjawab pertanyan rena,


rena menghentakan kakinya dengan kasar saat mendengar ucapan riki, terlebih lagi saat ini ruben diam saja dan tidak membelanya sama sekali. Rena pun pergi denga membawa perasaan kesalnya.


" ada apa.?" tanya ruben setelah rena pergi.

__ADS_1


" kau bertanya sama siapa." tanya riki dengan begonya.


Ruben yang mendengar pertenyaan riki sontak saja ia kesal dan mengambil bolpointnya lalu melemparkanya kewajah riki tapi riki dengan cepat menghindar.


" hei..! ada apa denganmu.?! kesal riki.


" kau.!! kau bertanya ada apa denganku,? dasar bodoh kau ini.!" emosi ruben.


" hei.! siapa yang bodoh.? aku tidak bodoh." saut riki emosi karna tak terima dikatai bodih oleh ruben.


" lalu kalau tidak bodoh apa namanya.?." kata riki ketus.


" kenapa kau mengataiku bodoh.?" tanya Rki yang masi belum menerima perkataan temannya.


" karna aku bertanya padamu tapi kau malah bertanya pada siapa aku bertanya, apa kau pikir disini ada orang lain selau kau saja." ketus ruben.


" ohh, jadi kau bertanya padaku ya.?" ucap riki manggut manggut.


" jadi sama siapa lagi.? ais sudahlah ada apa kau kemari." tanya ruben lagi dan tidak mempermasalahkan masalah yang tadi.


" apa kau tidak pulang" tanya riki yang sidah mengubah ekspresinya menjadi datar.


" bukan urusanmu." ucap ruben tak kalah datar dan dingin.


" bukan urusanku.? ya, kau benar bukan urusanku tapi aku cuma mau bilang jangan sampai kau menyesali semuanya." kata riki mengingatkan ruben.

__ADS_1


" aku akan lebih menyesal kalau aku tetap bertahan dan selalu melihat wajah polosnya itu tapi penuh kepalsuan." ucal ruben lirih. karna jika sudah menyangkut perasaanya pada santi maka ia akan menjadi lelaki pengecut karna tidak bisa berbuat apa apa selain menghindar.


__ADS_2