
" Ehem"
Dokter berdehem untuk menghentikan aktivitas pasangan yang dimabuk cinta ini, merasa dirinya diabaikan kehadiran dan penjelasannya tidak didengar oleh mereka.
Spontan Riko dan Lili berhenti kembali pada posisi semua dan dan menetralkan kembali nafas mereka serta untuk mengusir rasa kikuk mereka.
" Bisa kita lanjutkan?" tanya dokter dengan suata beratnya.
" Jangan memasang wajah seperti itu di depanku, aku tidak suka." tegur Riko yang membuat dokter yang ingin bersikap garang itu menjadi terkejut dan merubah ekspresinya.
Sedangkan Lili melotot melihat sikap suaminya yang tidak memiliki perasaan dalam bersikap itu terhadap orang lain.
" Jaga sikapmu sanyang." ucap Lili dengan merapatkan giginya geram dan tanganya mencubit perut Riko.
" Auhh sayang sakit."
" Jaga sikapmu jika kau tidak mau mendapat cubitan lagi."
" Iya iya sayang" jawab Riko " Lanjutkan apa yang mau dokter sampaikan" pinta Riko.
"Mari kita duduk dulu, saya kan menjelaskannya di sana dan tolong suster bersihkan pasien kita dulu. "
Dokter dan kemudian berlalu pergi menuju meja kerjanya yang diikuti oleh dan Lili setelah perutnya dibersihkan oleh suster yang berada di sana.
"Begini nona,kandungan sudah berjalan empat minggu tapi ingat usianya masih sangat rentan akan bahaya jadi tolong untuk menjaganya sebaik mungkin." ucap Dokter.
" Bagaiman caranya agar kandungan isti sayabtetap aman dok? pasti ada sesuatu untuk tidak membuanta dalam bahaya kan." tanya Riko.
" Yanh paling utama jangan kelelahan dan jangan stres dan untuk sementara hubungan suami istri Jangan dilakukan dulu sampai masuk pada bulan keempat." tutut Dokter.
Perkataan dokter itu sukses membuat riko bungkam karena memikirkan dirinya yang tidak akan bisa meronda bersama istrinya Selama dua bulan ke depan demi keamanan si calon bayi mereka.
Berbeda dengan Riko, Lili merasa sangat malu sekali mendengar penuturan dan larangan dokter.
Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus dan bisa dilakukan hanya menundukkan wajahnya mendengar kelanjutan dari penjelasan dokter untuk mereka.
" Yang benar saja dokter kami tidak bisa meronda." kata Riko yang merasa keberatan.
__ADS_1
mendengar perkataan dari suaminya sontak saja Lili mengangkat kepalanya dan menatap kearah Riko dengan tatapan mata yang melotot.
Bagaimana bisa suami ini berkata seperti itu apalagi dilihat dari intonasinya merasa sangat keberatan karena dilarang peronda oleh dokter.
" Meroda." beo Dokter yang tidak mengerti maksud Riko.
" Astah dokter ini tidak paham, maksud saya berhubungan suami istri gitu."
" Oh itu maksudnya "angguk dokter yang baru Paham arti dari kata meronda menurut Riko
" Iya memang Anda harus menahan diri dulu untuk dua bulan ke depan, ini semua juga untuk calon bayi pertama kalian jadi saya rasa Tuan tidak akan keberatan bukan untuk melakukan hal itu demi keselamatan si calon anak pertema kalian."
" ya baiklah aku mengerti. "jawab Riko lesu.
" Oke itu saja yan saya sampaikan pada kalian untuk sementara, dan saya akan meresepkan vitamin penguat kandungan serta penambah nafsu makan jika suatu waktu Nona tidak berselera makan dan juga vitamin untuk mencegah rasa mual anda Tuan. "Kata dokter sembari menuliskan resep resep obat yang dituangkan ke dalam.
Selesai dengan itu semua mereka pamit keluar dari ruangan itu dan menuju Apotek rumah sakit untuk menebus resep yang diberikan oleh dokter kepada mereka.
Setelah selesai mereka kembali berjalan keluar untuk pulang tapi sebelum itu mobil mereka berhenti mampir ke supermarket membelikan susu hamil untuk Lili.
Dan kemudian kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman untuk beristirahat dan mungkin untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada orangtua mereka masing-masing yang dijamin pasti orang tua itu akan heboh jika mendengar kabar gembira ini dari mereka. "
kediaman Ans tepatnya di Surabaya pasangan yang baru saja meraih gelar sebagai suami istri itu sudah kembali kepada aktivitas mereka masing-masing, lebih tepatnya Ans yang kembali bekerja setelah masa cutinya selesai, dan Helena hanya duduk diam dirumah tanpa melakukan apa pun.
Merasa bosan dengan kegiatannya yang hanya duduk diam di ruang tamu, Helena pun bergegas berdiri menuju dapur berniat ingin membuatkan sesuatu yang bisa dimakan olehnya.
Tangannya terulur membukakan kulkas melihat bahan apa saja yang ada di sana yang bisa disulap menjadi makanan ringan atau sejenisnya.
Dan akhirnya dia menemukan buah mangga jambu yang masih sangat segar, segera mengambilkannya dan mengupas Kanya.
Helena berencana ingin membuatkan rujak karena entaj kenapa tiba-tiba saja Dia teringat ingin memakan rujak sore ini.
" noan sedang apa." tanya pelayan rumah yang bekerja disana.
" Saya sedang mengupas buah mau buat rujak." jawabnya yang tetap fokus pada kegiatannya
" Ya ampun Non....kenapa tidak bilang Pada Bibi, biar Bibi buatkan nanti kalau mau capek Bagaimana atuh bisa marah kepada kami jadi"
__ADS_1
ucap pelayan yang langsung mengambil alih pekerjaan Helena tanpa memberi kesempatan kepada wanita hamil itu untuk protes.
"Tapi bi saya hanya mengupas mangga jadi tidak akan capek, sini Biarkan saya mengerjakan sendiri dan Bibi kerjakan saja pekerjaan bibi." tawar Helena yang berniat kembali mengambil alih pekerjaan itu tetapi segera dicegah oleh bibi.
"Tidak non, pekerjaan saya bisa saya kerjakan nanti tetapi kebutuhan nona yang jauh lebih utama."ucap Bibi yang tidak memberikan apa yang diminta Helena.
Akhirnya Helena menyerah membiarkan asisten rumah tangganya mengupas kan mangga dan kemudian menjadikan rujak untuknya.
Memilih untuk kembali ke tempatnya di ruang tamu, sembari menunggu dia menyalakan tv dan menyibukkan diri untuk menonton apa saja yang ada di sana.
Tak lama dia berkutat dengan kegiatannya terdengar deru mobil yang berhenti di halaman rumah mereka yang bisa ditebak oleh Helena jika itu adalah suaminya.
Tetapi dia tidak bergerak sama sekali, bertingkat seolah tidak tahu dan tidak mendengar jika suaminya sudah pulang pekerja.
Ans turun dari mobilnya dan berjalan memasuki kediaman nya dan tepat saat ia sampai di ruang tamu di mana Helena berada rujak ya diminta Helena pun datang yang dibawakan oleh bibi.
"Ini rujak yang non meminta tadi." ucap Bibi dan meletakkan piring rujak di atas meja.
"Terima kasih bibi. "ucapan Helena yang langsung mengambil piring itu dan menyomot isinya dan memasukan ke dalam mulutnya mulai mengunyah.
Ans mengetahui itu semakin mendekat, melihat isi dari piring yang ada di tangan Helena.
senyumnya terbit saat mendapati Ternyata isinya adalah mangga yang sudah dijadikan rujak hasil dari usaha Ans memetik di kebun belakang kediamannya.
Dia sengaja menyediakan untuk Helena jika sewaktu-waktu istrinya menginginkannya dan terbukti sekarang Helena sedang menikmati mangga dari hasil petikannya.
" Sedang apa."
" Menonton." jawab Helena sekenanya.
" Apa yang kau makan?" tanya nyablagi basa basi.
" Rujak, kau mau?" sodor Helena.
" Tidak." ucap Ans menggeleng.
" aku juga tidak berniat ingin membagikannya untukmu. "
__ADS_1
Ans yang mendengar itu hanya melotot, Bagaimana bisa istrinya berkata tidak berniat membangikannya, berarti perkataan Helena tidak benar benar dari hatinya.
Bersambung....