
Satu minggu setelah hari pernikahan Riko dan Lili, dan satu minggu pula sudah setelah kejadian pada Ans di hotel itu, tidak ada yang berubah dan tidak ada yang istimewa bagi mereka semua.
Pernikahan Lili dan Riko yang tidak ada perkembangan, masih jalan ditempat, sama sama tidak ada yang mau peduli, sama sama tidak ada yang mau mendekatkan diri. Oh tidak, lebih tepatnya si wanitalah yang tidak mau mendekatkan diri.
Seperti pagi ini, Pasangan baru itu, sedang duduk di meja makan untuk sarapan sebelum memulai kegiatan masing masing.
Sama seperti hari hari sebelumnya, tidak ada percakapan hangat apalagi sikap hangat, Lili hanya melayani Riko tanpa bicara, tanpa senyum.
Riko sendiri pun tidak bersuara, hanya menerima piring dari tangan Lili dan makan masakan Lili dapam diam dan wajah yang datar. Riko langsung, namun kemudian bersuara tat kala ia menyampaikan sesuatu yang membuat Lili sangat dongkol dan marah.
" Mulai hari ini kamu tidak akan bekerja lagi di Prasetya Group." katanya datar.
" Ha.!" terkejut. Tentu saja Lili sangat terkejut mendengar perkataan lelaki yang menjabat sebagi suaminha itu.
" Aku bilang kau tidak akan bekerja lagi."
" Tapi kenapa ha.! kau tidak punya hak melarangku." bantah Lili yang tidak terima di atur atur.
" Ku harap kau tidak lupa dengan statusku di hidupmu sekarang ini." katan Riko penuh ketegasan.
Lili langsung terdiam mendengar kembali perkataan Riko, ia tau betul kalau Riko punya hak atas dirinya, tapi kenapa harus melarangnya bekerja.
" Aku tau kau punya hak padaku. Tapi kenapa harus melarangku bekerja sih.?"
" Aku tidak kekurangan hanya untuk menghidupimu kan.? jadi patuhi perkataanku.! Lagi pula Ruben tidak membutuhkanmu lagi karan dia sudah punya penggantimu." kata Riko tak terbantahkan.
Lili tidak lagi berkata apa apa, tapi dia hanya memberenggut kesal, dan menghentakan kan kai dilantai bahkan saat sudah selesai makan pun, ia berdiri dengan sangat kasar hingga menimbulkan decitan antara kursi dan lantai.
Riko hanya menggeleng kecil nyaris tak terlihat oleh orang melihat kelakuan Lili yang lucu menurur." isi pesan yang ternyata dari Ans.
" Lili, tolong temui aku di taman terakir kita bertemu." itulah isi pesan Ans.
Rahang Riko mengeras membaca pesan itu, meski ponsel Lili terkunci dan Riko tidak bisa membukanya, tapi ada notifikasi di pojok atas ponsel itu, dan sangat jelas terbaca apa isi dari pesan itu dan siapa pengirimnya.
Meremas kedua tangannya membentuk kepalan yang kuat hingga berubah menjadi pucat buku buku jarinya. " Sia**n kau Ans." Umpat Riko tertahan.
__ADS_1
Tanpa banyak kata, ia melesat pergi meninggalkan rumah membawa kekesalannya dan melampiaskan nya dengan cara mengebut di mobilnya.
Beralih di sebuah ruangan dalam perusahaan besar, seorang pria yang masih belum bisa move on dari cintanya, tengah melamun duduk di dalam ruangan kerjanya, meski berada dikantor tapi ternyata fokusnya terbagi pada seorang wanita apa lagi sekarang dia tidak akan bisa bertemu lagi dengan gadis itu.
Masih ingat jelas kejadian tiga hari yang lalu, saat Ruben memintanya untuk menyeleksi langsung calon pelamar sekretari baru untuknya.
Flashback...
Pagi sekali, Ans di panggil menuju ruangan Ruben, sesuai perintah dari bosnya itu. " Ada yang bisa saya perbuat tuan."
" Kau datanglah ke ruang HRD, hari ini akan ada interview bagi calon sekretarisku, kesana dan pilihlah yang berpostensi dan yang pastinya bukan wanita penggoda."
" Ha. Sekretaris baru.? bukankah sudah ada Lili tuan.?" tanya Ans tidak mengerti.
" Tidak. Dia tidak akan bekerja lagi, karena dia akan fokus mengurus rumah tangga dan suaminya itu." ucap Ruben sedikit tegas agar asistennya itu tidak berharap lagi
Merasa kalau bosnya sedang mengur secara tidak langsung memutuskan untuk segera Keluar. " Baik tuan. Saya aka menyeleksi mereka da saya permisi." ucapnya kemudian pergi, sedangkan Ruben hanya geleng kepala.
Kini Ans merasa tidak baik baik saja semenjak tau kalau Lili tidak lagi bekerja disana, padahal dia berpikir untuk merebut hati Lili sepenuhnya jika mereka sering bertemu tapi kenyataanya tidak sesuai dengan planing.
Karena pusing, dan juga rindu yang tak bisa dibohongi masih dimiliki untuk Lili, memutuskan untuk mengirim pesan karena jila menelpon takutnya Riko tau dan akan marah nanti pada Lili. Padahal Ans tidak tau kalau Riko lebih dulu tau pesan itu dari pada pemiliknya.
Sampai dikamar, Lili menghempaskan tubuhnya disana dengan posisi terlentang, mengangkat ponselnya hendak bertelpon ria dengan Santi namun urung saat mendapati satu pesan masuk, dan itu dari orang yang sudah mampu mengobrak abrik persaanya
Seketika, jantunya berdegup sangatlah cepat, merasakan getaran hebat dalam tubuhnya saat orang yang sudah berhasil menempati sebagian hatinya itu mengatakan ingin bertemu dengannya hari ini.
" Ada apa.? kenapa dia ingin menelponku.?" lirih Lili
Dengan sedikit gemetaran ia mencoba menghubungi orang tersebut, dan lagi lagi jantungnya berdegup saat panggilan itu teehubung.
" Hallo." jawaban dari sebrang sana.
Tubuhnya sedikit lemas saat mendengar suara sahutan dari sana, suara yang telah mencuri hatinya suara yang sudaj ia sakiti.
" Ha..Hallo ada ap apa kau ingin bertemu ?" tanya Lili terbata.
__ADS_1
" Lili, apa kabarmu.? apa kau ada waktu,? aku ingin bertemu denganmu." kata Ans dari sebrang.
" Untuk apa?" tanya Lili sambil menetralkan perasaanya.
" Aku ingin bertemu, ada yang ingin aku katakan. bisakah.? sekali ini saja." mohon Ans
" Baiklah, jam berapa.?" tanya Lili.
" Nanti sore jam lima." jawab Ans
" Kenapa sore sekali ?"
" Karena aku ada meeting pagi sampai soran nanti, jadi aku hanya ada waktu jam segitu.
Jujur, ingin sekali berteriak bahagia, tapi tidak dilakukan, cukup dalam hati saja dia bersorak, karena tidak bisa dipungkiri kalau dirinya juga ingin berjumpa dengan lelaki itu.
" ehm, em baiklah kita bertemu di tempat yang sudah kamu tentukan.
" Ok sampai ketemu nanti sore." jawab Ans.
Lili kembali menengadahkan kepalanya, menatap langi langit kamarnya, hanyut dalam pikirannya yang entah apa itu, namun tak lama lamunanya harus terhenti saat ponselnya kembali berdering.
" Hallo, ada apa.?" tanya Lili datar saat tau kalau yang menelponnya adalah Riko.
" Dimana kau sekarang.?"
" Dirumah" jawabnya malas.
" Kau akan kemana hari ini." tanya Riko yang ingin memastikan apakah Lili aka keluar dan menemui Ans atau tidak.
" Tidak kemana mana." jawab Lili berbohong
" Bagus. Tapi ingat, jila kau keluar, jaga sikapmu dan hargai satatusmu yang sudah jadi seorang istri, dan ingat, kau seorang istri bukan wanita yang masih sendiri." ucap Riko yang lansung mematikan sambungan teleponnya.
Lili terpaku dalam posisinya saat mendengar perkataam Riko, mencoba mencerna setiap maksud dari perkataan itu.
__ADS_1
" Apa maksudnya.? kenapa dia seolah tau kalau aku akan bertemu seseorang.? gumam Lili sendiri, tanpa tau kalau Riko memang sudah tau.
Bersambung...