
Mereka langsung menurut dan makan dalam diam, makan berlangsung diam hingga tak disangka sesorang menenal santi dan mungkin santi juga masih mengingatnya.
" Santi, kamu santi ist.-? tidak sempat dia melanjutkan katanya.
" mas riki." Seru santi kaget.
" kamu ngapain disini.?" tanya riki.
" em,, aku sedang makan siang dengan temanku mas, oh ya kenalin mereka temanku lili dan jovan." kata santi mengenalkan kedua sahabatnya
Mereka berkenalan dengan riki saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing masing.
" boleh aku gabung.?" tanya riki setelah acara perkenalan mereka selesai.
" em,, silahkan mas." jawab santi mempersilahlan.
" trimakasih." jawab riki namun matanya tidak lepas dari wajah Lili sedari tadi saat pertama kali bertatapan.
Riki sudah memiliki ketertarikan kepada wanita didepannya ini, " jika aku tidak dijodohkan mungkin aku sudah mendekatinya." batin riki
" mas mau pesan apa, maaf ya karna kaibsudah duluan tadi karna kami tidak tau kalau kita akan ketemu." kata santi tidak enak.
__ADS_1
" tidak apa apa san, lagian aku disini cuma ingin ngopi tadi karna ruben tidak ada waktu diajak beginian. Jawab riki santai namun tidak untuk santi, hatinya kembali dipenuhi tentang suaminya.
" emang mas ruben masil lama ya diluar kota.?" tanya santi penasaran dan peradaan was was.
" loh kok kamu tanya gitu ? emang di belun pulang ya,?" tanya riki juga penasaran.
Semua mata tertuju pada santi, tatapan mereka memiliki arti yang berbeda beda, riki dengan tatapan bingunnya dengan maksud santi sedangkan jovan dan lili dengan tatapan iba kepada sahabat merak itu.
" em,, emangnya mas ruben udah pulang ya mas.?" tanya santi lagi
" bukannya mereka udah kemabali dari kemarin siang.? dan bahkan tadi aku bertemu dengan mereka dibrestoran dekat kantor ruben. Kata riki menjelaskan yang membuat santi sakin gelisah.
" mereka siapa." mas ruben dab ans.?" tanya santi memastikan kegelisahaanya.
Deg....
Jantung santi mendadak berhenti, hatinya memanas mendengar suaminya makan siang bersama sedangkan dia sudah menunggu dari kemarin siang, apalagi saat ini suaminya bersama wanita lain.
Ia meremas ujung bajunya dengan kuat pertanda ia sedangenahan sesuatu dalan hatinya, ia mencoba menguatkan hatinya agar tidak menagis, dan lili yang melihat itu pun memegan tangan santi mencoba memeri kekuatan lewat tapan matanya.
sedangkan jovan sudah mengepalkan tangannya menahan emosinya melihat keadaan sahabatnya itu, sungguh ia tidak suka sahabatnya terluka.
__ADS_1
" jadi mas ruben sudah kembali tetali dia tidak pulang.?" lirih santi.
Riki yang sadar akan akibat ucapannya langsung menutup mulutnya, ia baru sadar kalau hubungan keduanya tidak baik, ia langsung meminta maaf.
" maaf san, aku tidak tau kalau ruben tidak Pulang." sesal riki
" tidak apa mas, tidak usah minta Maaf " jawab santi berusaha tersenyum sedangkan hatinya sudah begejolak menahan sakit.
Sedangkan lili hanya mendengis kesal mendengar ucapan dari sahabat suami temannya ini.
" makanya kau harus berpikir sebelum bicara.! kau membuat sahabatku kepikiran suaminya sekarang." sergah lili tak suka dengan laki laki yang berada didepannya ini.
" hei..! mana aku tau kalau akan begini " jawab riki sewot.
" ckck." lili berdecak dan tidak menjawab ucapan riki, ia hanya fikus terhadap santi.
" aku mau pulang." ucap santi dingin dan langsung pergi dari sana tanpa mempedulikan teriakan teman temannya.
Lili jovan dan riki juga menyusul santi, mereka takut dan khawatir jika santi kenapa napa, apa lagi dalam kondisi santi yang sedang tidak baik.
Bersambung.....
__ADS_1
Dikit dulu ya ceritanya, soalnya author sedang tidak enak badan๐๐