
Lili pergi meninggalkan Riko yang masih memandang kearahnya. " Aku akan menikahimu Lili, bagaimana pun caranya." tegas Riko. " Aku tidak akan membiarkan mamaku harilus terus sakit karna pernikahan yang sangatbia inginkan itu." gumam Riko.
Riko pergi stelah beberapa menit berdiri memandang Lili yang sudah pergi, sampai di mobil ia menelpon seseorang.
" Hallo mah, bagaimana keadaan mama.?" tanya Riko basa basi.
" Mama baik saja dan aka lebih baik lagi jika kau membawa Lili sebagai menantuku."
" Mama tenang saja, aku pasti akan menikahinya dalam waktu dekat ini." jawab Riko.
" Yasudah mah, aku tutup dulu karna harus mempersiapkan sesuatu.
Percakapan terhenti dab Riko melajukan mobilnya kesuatu tempat.
Lili kini sudah berada di dalam kamar kontrakanya, menghempaskan tubuhnya di kasur miliknya.
" Kenapa rasanya sakit sekapi melihat dia terluka.? kenapa aku juga ikut terluka.? persaan apa yang sebenarnya aku miliki untuk mu Ans.?"
Ada banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam hatinya yang tidak bisa didat jawabannya.
" Rio.." lirih Lili.
Lili kembali mengenang wajah cinta pertamaya yang tidak pernah membalas rasanya. Wajah yang sanagt tampan yang lebih memilih sahabatnya ketimbang dirinya, dan hal itu wajar saja karna memang Santi adalah wanita idaman
Lili masih larut dalam lamunanya, peikiranya berkelana memikirkan dua orang lelaki di masa lalu dan masa sekarang hidupnya, hingga tak sadar dia pun tertidur.
***
Sedangkan disebuah Clup, seorang lelaki masih meneguk munuman kerasnya. Dia adalah Ans. Lelaki yang tadi telah di tolak oleh Lilu kini berada di clup untuk menghilangkan kekecewaanya.
Namun sayang seribu sayang meski sudah berusaha tetapi tetap saja Bayangan Lili yang menolaknya dab wajah sendu yang menahan kesakitan itu tidak bisa hilang dari ingatannya
" Kau benar benar jahat wanita.! Kau menolakku karna kau sudah di jodohkan. Padahal kau tidak memiliki perasaan apa pun padanya, dan..dan aku tai sebenarnya kau juga memiliki rasa untukku, tapi kau lebih mementingkan persaa orant tuamu." racau Ans.
Tak terasa air mata lelaki yang terlihat tegar dan datar di depan orang orang itu, mengalir tanpa bisa di hentikan lagi, Ans menangis tanpa bisa ia tahan.
__ADS_1
Sakit hati untuk cinta yang ia sematkan pada seorang wanita itu sungguh sangat memukul mental dan ketahannya. Tanpa di beri Kesempatan untuk berjuang dan membuktikan keseriusanya, ia sudah ditolak Oleh Lili.
" Kenapa kau tidak bisa memberiku mesempatan Lili.? kenapa ha.! teriak Ans. " Padahal aku sudah menawarnmu cinta dan cara agar kau terlepas dari perjodohan sialan itu.! tapu kau malah tidak mau."
Lagi lagi Ans meracau di tengah mabuknya, ia terus meneguk minumanya berkali kali tanpa berniat untuk berhenti. Mungkin ia benar benar ingin melupakan kejadian tadi sore.
Jika Ans masih betah dalam kegiatannya, beda halnya dengan Riko yang sedang mengerjakan sesuatu.
Jika Lili tidak bisa dibujuk dengan cara halus, maka Riko akan melakukannya dengan cara licik. Karna semua ini demi kesehanatan sang ibu yang mengatakan hanua ingin Riko pulang membawa Lilo sebagai Istrinya
Kring Kring kring..
Bunyi ponsel milik Lili terdengar nyaring di telinga sehingga sang pemilik gawaipun mau tak mau bangun dan meraih gawainya dengan dengan sangat malas.
" Hallo." jawab Lili dengan suara seraknya tanpa melihat siapa yang menghububunginya.
" Hallo, apa kau baru bangun tidur." tanya seseorang yang taj lain adalah Riko.
Lili langsung melek saat mendengar siapa yang menelponya. " lelaki ember yang menelponku ternyata." batin Lil.
" Ada apa kau menelponku.?" tanya Lili dengan datar.
" Kita mau kemana.?" tanya Lili dengan dahi mengkerut.
" Keluarlah.!" ketus Riko.
" Aku tau tapi kemana.!" jawab Lili tak kalah ketusnya.
" Kita akan makan malam dan juga akan membahas pernikahan kita." jawab Riko. " Sudah jangan bicara. Kau segeralah bersiap." ucap Riko yyang langsung mamatikan sambungan telponnya.
Sedangkan disino Lili megumpati Riko yang berbuat sesukanya saja tanpa melihat itu biasa diterima oleh orang lain atau tidak.
" Dasar lelaki ember.! gak ada akhlak emang." umpat Lili sembari bangun dari kasur menuju kamar mandi untuk bersiap.
Sepanjang bersiap, Lili terus saja menggerutu mengumpati Riko. Bahkan hingga ia sudah selesai bersiap pun masih saja menggerutu.
__ADS_1
Riko sudah sampai di depan kontrakan Lili, tanpa turun lagi ia langsung mengklaksonkan mobilnya agar Lili keluar dari dalam kontrakan.
Lili masuk tanpa bicara, hanya wajah masam yang di perlihatkannya tapi Riko tidak peduli akan hal itu, yang penting sekarang ia harus menjalankan rencananya malam ini.
Sampai disana, mereka makan terlebih dahulu dan sampai saat ini pun Lili tetap diam saja
" Bagaimana tawaranku waktu itu.?" tanya Riko setelah mereka selesai makan malam.
" tawaran apa." tanya Lili seolah tidak tau tawaran Riko waktu itu, padahal jelas ia masih ingat tawaran menikah kontrak itu padanya.
" Pernikahan sementara itu yang saya tawarkan." jawab Riko tenang.
" aku tidak mau " jawab Lili cepat.
" Berati kau mau menikah sungguhan denganku." tanya Riko menaikan sebelah alisnya
" Mimpi kau.!" serhaj Lili.
" Kau mau menikah kontrak denganku atau tidak." Tanya Riko sekali lagi.
" Aku bilang tidak mau.!" bentak Lili.
" Berarti jangan salahkan aku jika berbuat buruk padamu.!' kaya Riko tegas dan penuh penekanan.
" Apa yang akan kau lakukan." tanya Lili menelan ludahnya kepayahan.
" Sesuatu yang membuat harga dirimu jatuh sejatuh jatuhnya." jawab Riko menyeringai licik
Lili bergidik ngeri melihat senyum itu, ditambah lagi bahasa Riko yang mangancam hidup dan masa depannya.
" Kau.. Kau jangan macam macam padaku." ucap lili terbata.
" Aku tidak mengancam tapi ini ketegasan untukmu jika aku tidam main main." jawab Riko dengan wajah dinginnya.
" ba baiklah, aku..aku terima saranmu dan kita akan menikah kontrak saja." jawab lili alhirnya saat melihat wajah Riko yang semakin menyeramkan.
__ADS_1
" Pilihan yang bagus. Nanti aku beritahu apa saja aturan dalam pernikahan kita." kata Riko dengan senyum kemenagan di bibirnya. " baiklah karna tidak ada lagi, mari kita pulang " ajak Riko langsung berdiri dari kursinya yang di ikuti oleh Lili.
Bersambung....