Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season 2 Ans


__ADS_3

Haiiii readers tercinta authorr 👋👋


author akan up season kedua tentang cerita Ans dan pasanganya ya dan Riko dengan Lili..


So, Tetap setia ya baca karya author.


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


Epilog


Jabatan dan kepercayaan yang di peroleh Ans Wijaya dari atasannya Ruben Prasetya untuk menjabat sebagai Direktur Utama di anak cabang Perusahaan Prasetya Group yang terletak di kota surabaya yang tak lain adalah kota kelahirannya sendiri.


Namun, apa jadinya jika kepergaannya kembali ke Surabaya, ternyata mengantarkannya untuk bertemu dengan seorang gadis yang telah di renggut paksa kesuciannya lima bulan yang lalu dan ternyata ada banyak hal yang telah terlewatkan oleh As Wijaya.


Bagaimana kisah selanjutnya.? cusss langsung simak ya dan jangan lupa Favoritkan novel author agar bisa tau kapan author up.



......Happy Reading......


Jatuh cinta dalam kehidupan setiap manusia adalah hal yang normal, jatuh cinta terhadap seseorang tidaklah dan bukanlah sebuah kesalahan yang dilakukan seseorang.


Bahkan saat cinta memilih melabuhkan perasaanya terhadap orang lain pun, tidak dapat kita cegah atau kita hindari, begitu pun dengan seorang pria yang Bernama Ans Wijaya, seorang pria yang digilai dan diminati setiap wanita bahkan tak jarang ada yang terang terangan mendekaiti pria es itu. Namun jika cinta tidak mau di raih maka sekuat apan pun kita lakukan, itu tidak akan berhasil.


Menaruh hati dan menyematkan cintanya pada seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri pria lain.


Sakit.? tentu saja sakit. Ans merasa sakit saat mengetahui kenyataan bahwa wanita yang diinginkannya tidak dapat dimiliki dan lebih menyakitkan lagi adalah kenyataan bahwa wanitanya lebih memilih untuk membina rumah tangga dengan pria yang tidak di cintai dan mengabaikan dirinya yang begitu memberi cinta untuknya.


***


Sore itu di sebuah taman, dua orang dewasa yang sebelumnya dekat dan sangat akrab mendadak diam dan perdebatan terjadi setelah satu kalimat yang di lontarkan oleh pria tampan itu.


"Siapa yang mengisi hatimu saat ini Li.?" tanya Ans tiba tiba dengan sorot mata yang sangat dalam artinya sehingga Lili tidam dapat menggapai arti dari pandangan itu.


Menunduk dan memilih diam dari pada menjawab pertanyaan itu, tak lama kemudia ia memandang lurus kedepan menerawang dan mengingat kembali sosok lelaki yang menjadi cinta pertamanya.


Menghela napasnya berulang kali dengan pandangan tetap lurus kedepan tanpa berniat menolehkannya kearah manapun.


" Seseorang." Jawab Lili pada akhirnya namun masih gantung.


" Siapa." tanya Ans lagi tanpa mengalihkan pandanganya dari Lili meski Lili tidak melihatnya.


" Seseorang yang menjadi masa laluku dan cinta pertamaku." jawabnya lagi.


" Sudah berapa lama kamu mencitainya Li.?" tanya Ans yang semakin ingin tau sosok masa lalu gadis yang ada didepannya ini.


" Sudah sejak aku SMA." lirih Lili.


" Jangan bilang kalau cintamu hanya cinta sepihak yang tidak mendapat balasan." tebak Ans.


" Itu benar." lirih Lili yang kini memilih menundukan kepalanya.

__ADS_1


" Kenapa kau bertahan hingga kini kalau kau tau cintamu tidak akan terbalskan." kesal Ans.


" Kau tau pasti alasanku karna dia cinta pertamaku." jawab Lili yang juga ikut kesal.


" Tapi sekarang kau harus melupakannya." ucap Ans.


" Ya, kau benar. Aku harus melupakannya dan menempatkan dia tempat yang seharusnya." jawab Lili mengiayakan perkataan Ans.


"Dan kau harus membuka hati untuk orang lain." lanjut Ans.


" Aku tidak tau apa itu bisa atau tidak. Karna aku bukan orang lain yang bisa melupakan cinta pertamaku untuk cinta yang batu seperti yang dilakukan Santi saat ini." jawab Lili memberi alasan.


" Nona Santi. Kenapa kau bawa bawa nona dalam masalah percintaanmu.?" tanya Ans tak mengerti.


" Karna kami mencintai orang yang sama." jawab Lili dengan sendu.


" What." pekik Ans. " Kalian mencintai orang yang sama dan jangan bilang kalau cinta pertamamu lebih memilih nona dari pada cintamu." lagi lagi tebak Ans.


" Kau benar lagi." jawab Lili dengan senyum mirisnya.


" Jadi Lelaki itu sudah meninggal buka.?" tanya Ans yang sedikit merasa miris ternyata dua wanita yang bersahabat ini begitu dalam mencintai seorang Rio yang bahkan sudah tiada dan cara mereka melupakan sungguh sangat berbeda. Jika Santi memilih untuk melarikan diri di ibu kota sedangkan Lili memilh untuk tetap mengenangnya.


" Lili..." panggil Ans seraya menggengam kedua tangat Lili yang membuat si empunya sedikit syok tapi ia membiarkan saja.


" Aku tau mungkin memang sulit melupakanya lelaki itu, tapi bukan berarti kamu tidak bisa mencobanya." Ans menjeda kalimatnya sejenak " Cobalah seperti nona yang berusaha melupakan cinta itu dan menempatkan cinta yang baru dalam hidup dan hatinya. Aku akan membantumu melakukan itu Li." ucap Ans panjang lebar.


Lili terkejut mendengar penuturan Ans. Apa maksud dari perkataanya yang ambigu.? Lili tidak mampu menjangkau jawabanya hingga ia memilih untuk bertanya pada pemilik lata itu.


" Apa maksudmu." Lili mengucapkan pertanyaan itu sedikit ragu ragu.


Lagi lagi Lili di buat terkejut dengan pengakuan Ans. Bagaimana mungkin lelaki itu mencintainya, sedangkan sedangkan kedekatan mereka selama ini hanya sebatas atasan dan bawahan dan sekitar pekerjaan yang sering mereka bahas.


Lili melepaskan gengaman tangan Ans, sungguh sebenarnya ia juga merasa nyaman dengan Ans selama mereka dekat, walau Ans terlihat dingin tapi tetap memiliki sisi lembut untuk dirinya.


" Maaf, aku tidak bisa " lirih Lili


" Kenapa Li.? kenapa tidak bisa.?" tanya Ans


" Aku benar benar tidak bisa."


" Apa karna lelaki itu yang masih bersemayanm di hatimu." tanya Ans dengan senyum mirisnya.


" bukan. Bukan itu." jawab Lili cepat


" Lalu karna apa.?" desak Ans.


" Karna....karna aku....Karna...karna aku sudah dijodohkan." Lili menggigit bibir bawahnya saat mengucapkan kata itu.


Sungguh mengejutkan bagi seorang Ans Wijaya saat mendengar hal itu, ia syok mengetahui kebenaran bahwa cintanya tidak terbalaskan.


" Apa kau mencintainya Li.?" tanya Ans Lirih tatapannya sendu menatap kearah Santi

__ADS_1


" Tidak." jawab Lili yang lebih dominan jawaban itu untuk dirinya sendiri, tapi Ans sudah mendengarnya.


" Jadi kau tidak mencintainya dan kau mau saja menikah denganya." tanya As tak percaya.


Lili tidak lagi bisa mengelak dari pertanyaan Ans, mungkin jika ia bercerita pada Ans akan mendapat solusi.


" Aku tidak mencintainya Ans, tapi aku juga tidak bisa mengecewakan orang tuaku." ucap Lili yang mulai berkaca kaca.


" Kenapa.? kenapa kau mengorbankan persaanmu hanya karna tidak ingin mengecewakan mereka." tanya Ans yang mulai sedikit marah kepada Lili.


' Karna aku tidak bisa melihat mereka kecewa padaku Ans. Mereka sangat baik menjadi orang tua dan aku tidak ingin mengecewakan mereka dengan penolakanku.


" Ayo, aku bantu bicara pada orang tuamu agar mereka membatalkan perjodohan ini." ucap Ans tegas.


Lili tentu saja terkejut mendengar penuturan Ans yang menurutnya sedikit gila itu, bagaimana mungkin ia datang membawa Ans pada orang tuanya gunadak mencintai Ans.


" Jangan gila Ans." bentak Lili. " bagaimana mungkin kau berkata begitu.? lalu nanti kalau sudah batal lalu apa kelanjutanyan nanti." kata Lili dengan sedikit emosi.


" Kalau kau batal menikah dengan laki laki itu, maka kita yang akan menikah Lili." ucap Ans percaya diri.


" Tidak.Aku tidak bisa. Maafkan aku." lirih Lili.


" Kenapa Lili.? kenapa tidak bisa?" tanya Abs sedikit mendesak.


" Karna aku juga tidak memiliki rasa padamu." jawab Lili sendu dan dengan mata yang sudah memerah menahan gejolak air mata yang memberontak ingin keluar.


Ans yang mendengar itu langsung terdiam, menatap nanar kearah Lilis yang terlihat kesakitan juga,..


Perlahan air mata Ans mengalir keluar membasahi pipinya, sungguh, ini baru pertama kalinya ia menangis dan itu di sebabkan oleh seorang perempuan yang tidak bisa membalas cintanya karna sudah memiliki jodoh.


" Ans...."


" sstttttttt. Diam dan jangan bicara lagi." ucap ans memotong ucapan Lili. " Jadi kamu tidak menyukaiku dan tidak memiliki rasa untuk ku kan.? baiklah berarti tidak ada alasan untukku memperjuangkanya." ucap Ans yang tidak bisa menyembunyikan raut kecewanya.


"Maaf Ans." cicit Lili.


Ans tidak menjawab, perlahan memundurkan langkahnya pergi meninggalkan Lili sendirian disana berlari kencang menuju mobilnya dan mengemudikannya dengan sangat kencang untuk meluapkan rasa sakit itu.


" akhhhhhh." teriak Ans didalam mobil untuk melampiaskna kekecewaanya, ia memukul mukul setir mobilnya sendiri. " kenapa.? kenapa rasa ini harus ada pada orang yang sudah akan bersuami sebentar lagi.? dan kenapa rasanya sangat sakit sekali saat dia menolakku dan lebih sakit lagi saat melihat dia menahan rasa sakit juga." racau Ans.


" Dasar siall,, brengsek orang tuamu Lili yang harus menjodohkanmu pada lelaki lain yang membuat aku sakit seperti ini karna tidak bisa memilikimu." lagi lagi Ans mengumpag dalan mobilnya dan kali ini ia mengumpat lelaki dan orang tua LIli yang membuat mereka tidak bisa bersama.


Ans terus memacu adrenalinya dengan mengendarai mobilnya ugal ugalan, menyalip mobil yang ada di depannya, dan menerobos jalur lalu lintas dan berlari ke clup malam.


Disana ia menumpahkan semua kekecewaanya, dengan meneguk semua minumannya. Sudah puluhan botol kosong yang ia tegak dan keadaannya sudah sangat buruk tapi dia tetap saja minum dan minum, bahkan teguran dari pelayan tidak menghentikannya.


" Tuan, sudah cukup minumnya. Ada sudah terlalu banyak minum." ucap pelayan bar.


" Apa katamu ha.! kau mengaturku. Kau tau aku bisa menghancurkanmu.! apa kau tidak tau siapa aku.!" bentak Ans dengan tangan mencekran kuat kerah baju pelayan bar itu.


" Ti tidak tuan, maafkan saya. Saya bersalah yolong lepaskan saya tuan." ucap Pelayan dengan ketakutan.

__ADS_1


Ans tidak lagi menjawab, tapi dia kembali duduk dan meraih gelasnta untuk di teguk lagi, sedangkan pelayan itu hanya menatap iba kepada Ans, apa lagi saat mendengar Ans yang meracau tidak jelas.


Bersambung.....


__ADS_2