Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Bertemu lagi


__ADS_3

"Tiara" beo Riko.


"Sekretarismu yang genit itu, kau harus berhati hati padanya" ucap Ruben.


"Jangan asal menuduh Ben" tegur Riko.


"Aku tidak menegur, tapi cara dia menatapmu itu bukan hanya sekedar bawahan dan atasan tapi ada makna lain disana" ucap Ruben "dan aku yakin kau tidak bodoh melihat itu" lanjutnya.


Rilo diam, karena ternyata bukan hanya dia yang menilai hal itu, ternyat Ruben yang jarang sekali bertemu dengan Tiara pun bisa mengetahui tatapan itu.


Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa, selama wanita itu tidak mengusik rumah tanggnya maka dia tidak mempermasalahkannya.


"Baiklah aku harus pergi" ucap Ruben meninggalkan Riko.


Ans sudah berada di kantor Ruben, lama ia menunggu disana hingga panggilan telepon mengalihkan fokusnya pada berkas yang ada ditangnnya.


"Ya tuan" jawab Ans.


"Ans, kau datang saja kerumahku! istriku sedang membutuhkanku saat ini" ucap Ruben.


Ya, tadinya Ruben akan menuju kantor tapi penggilan telepon dari isrtinya yang mengatakaj jika putranya rewel membuat Ruben membatalkan niatnya ke kantor.


"Ck, bos gi*a ini selalu berbuat semaunya" umpat Ans.


Dirinya keluar dari ruangan Ruben berjalan menuju parkiran untuk datang ke kediaman Ruben Prasetya.


Sampai disana, Ans yang sudah terbiasa detang kerumah itu sebelumnya merasa tidak segan lagi.


Terus berjalan dengan tujuan ruang tengah atau kamar Ruben, tapi langkahnya mendadak terhenti saat mendapati yang ada disana bukan hanya Ruben dan Santi saja.


Disana ada seorang wanita yang dulu pernah mengisi hatinya, wanita yang membuatnya merasa bodoh dengan terus mengajak wanita itu bersamanya walau sudah jelas di tolak.


Lili yang menyadari ada orang yang berjalan ke arah mereka spontan mengalihkan pandangannya dan terajdilah adu pandangn antara keduanya.


Keduanya sama sama membeku saat pandangan mereka bersiborok, tidak menduga akan bertemu lagi setelah beberapa bulan tidak bertukar kabar.


"Ans, kau sudah datang!" seru Ruben.


Suara itu memutus pendangan mereka, saling mengalihkan pandangan memandang ke sembarang arah.


"Ehm, saya datang membawa laporan tuan minta" jawab Ans mentralkan suasana hatinya.


"Silahkan duduk Asn" ucao Santi yang ikut angkat bicara.


"Maaf nona, tapi saya tidak bisa berlama lama" jawab Ans dengan sopan menolak ajakan Santi.

__ADS_1


"Em San, aku harus pergi ya, mau ke kantor Riko lagi soalnya" sela Lili yang merasa cannggung.


"Eh, kok cepat sekali sih Li!" rajuk Santi.


"Maaf ya, tapi aku ada janji makan siang dengan Riko" kilah Lili yang langsung berdiri dari duduknya.


Ans melihat pergerakan Lili, dia merasa ada perbedaan dari wanita itu, tubuhnya jauh lebih berisi dari beberapa bulan yang lalu.


"Apa dia sedang mengandung anak Riko" batin Ans.


Ans terus memperhatikan Lili yang berjalan mulai jauh dari tempatnya, tapi fokus itu buyar saat mendengar instruksi dari Ruben.


"Ans, kita ke ruanganku saja!" titah Ruben.


"Baiklah"


"Sayang kami ke ruang kerja sebentar, tidak lama kok" panit Ans pada Santi dengan suara yang lembut seraya mengecup kening istri dan putranya.


"Bagaiman hasilnya?" tanya Ruben setelah mereka sudah berada di dalan ruangan kerja Ruben.


"Semua yang anda minta dan tanyakan ada disini tuan" jawab Ans singkat.


"Ck, kenapa sekarang kau sangat menyebalkan Ans!" sentak.


"Hei, apa kau sudah memiliki kekasih Ans?" tanya Ruben " jangan bilang jika kau masih belum bisa melupakan Lili, dia saja sudah mengandung anak dari sahabatku yang bod*h itu" lanjut Ruben de sertai dengan kekehan mengejek pada Ans.


"Bukan hanya kekasih, tapi saya sudah menikah tuan" jawab Ans mantap.


Ruben menganga mendengar jawaban yang diluar duagannya, bagiaman bisa bawahannya itu sudah menikah sementara dirinya tidak mendengar apapun.


"Hei! bagaimana bisa kau sudah menikah!" teriak Ruben.


"Tentu saja bisa" jawab Ans asal.


"Maksudku bagaimana bisa kau sudah menikah sementara aku tidak menetahuinya" ucap Ruben.


Ans menarik nafasnya, sepertinya dia memang harus mengatakan ini, karena menurutnya dengan mengatakan sebenarnya dan keadaan sekarang makan Ruben tidak akan seenaknya lagi menyuruh dirinya ke luar Kota.


"Begini, sebenarnya...-"


Ans mulai menceritakan kisahnya mulai di hati pernikahan Lili hingga pertemuannya dengab Helena dalam keadaan hamil dan kini kehidupan rumah tanggnya yang sedang di kacaukan oleh Via.


Ruben menarik nafanya kesal mendengarkan cerita Ans. Kesal karena pelakor yang tidak tau malu dan kesal juga pada Ans yang di ributkan oleh wanita sampai harus melakukan hal nekat seperti itu.


"Ck, entah kenapa mereka suka sekali jadi ja**ng!" umpat Ruben " dan kau! entah apa yang mereka lihat darimu sehingga mau saja berbuat nekat seperti itu!" gerutu Ruben.

__ADS_1


"Pesonaku kuat tuan" jawab Ans dengan bangganya.


"Ck, sudahlah kau sangat menyebalkan sekali!" ketus Ruben " dan masalah jalan itu kau serahkan padaku, aku akan menyuruh seseorang mencari informasi dan kau fokus saja pada istrimu!" lanjutnya.


"Terimakasih tuan"


"Pergilah kau harus menemani istrimu" usir Ruben.


Ans pergi meninggalkan kediaman Ruben, tujuannya adalah bandara untuk segera pergi agar bisa menemani Helena untuk kontrol kandungan.


Kali ini dia kana lebih perhatian pada Helena dan tidak akan membiarkan Via atau siapapun mengacaukan rumah tangga mereka.


Dalan perjalanan Ans tak henti hentinya memikirkan bagaimana cara untuk memulai hubungannya dengan Helena, apa dia akan membuat kejutan atau langsung mengutarakan niatnya yang ingin hidup berumah tangga selamanya bersama Helena.


Ans yang hanya fokus pada pikirannya tidak melihat jika ada seorang wanita yang sedang berlari ingin menyebangi jalan tanpa melihat sekeliling dengan kondisi yang sedang menangis.


Cittttt brak


Ans menginjak rem mendadak hingga menumbulkan decitan dari ban mobilnya, karena ingin megelak agar tidak menabrak seseorang akhirnya dia membanting setirnya dan menyenggol tong sampah yang ada di pinggir jalan.


Ans segera turun dan menghampiri wanita itu


"Kau tidak apa apa nona" tanya Ans membantu wanita itu berdiri.


"Anda tidak apa apa?" ulang Ans yang hanya di gelengan oleh wanita itu sembari isak tangis terdengar darinya.


Ans sangat terkejut saat mendapati wanita yang dia tabrak adalah Lili, wanita itu sedang menangis dan keadaannya kacau seperti itu.


Flashback...


Usai berpamitan pada Santi, Lili melesat pergi menuju kantor Riko, tapi sebelum sampai di tengah jalan Lili berhenti di sebuah kedai pinggir jalan membelikan makanan untuk dia dan Riko makan siang.


Selesai dengan itu dia kembali berjalan pergi dan menuju ruangan Riko setelah dirinya sampai di depan gedung milik suaminya.


Dengan bahagiannya dia melangkah hingga sampai di depan ruangan Riko, dengan cepat ia membuka pintu dan alangkah terkjutnya dia mendapati suaminya sedang berpelukan dengan Tiara sekertarisnya.


"Riko" lirih Lili.


Riko yang melihat istrinya terpaku kaget dengan kedatangan Lili apalagi dengan posisi yang seperti ini.


Lili pergi meninggalkan ruangan Riko tanpa menghiraukan panggilan suaminya dan kini berakhir pada dia yang hampir saja di tabrak oleh Ans.


Flashback off...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2