
Tak lama saat Ans menutup matanya, Helena terbangun merasakan benda berat memeluk pinggngya dan bisa Helena tebak jika itu adalah siapa pemiliknya.
Dia berbalik dengan gerakan perlahan, dan memandang wajah Ans yang tertidur, entah kenapa tidur di waktu waktu seperti ini menjadi kebiasaan mereka, dan sebentar lagi akan terbangun untuk makan malam.
Lama Helena ternyahut dalam pandangan indah yang ada di didepan matanya, tanganya bergerak mengelus lembut rahang pria yang audah menjadi suaminya.
" Kau sudah bangun." ucap Ans dengan suara seraknya.
Helena sangat terkejut mendapati Ans yang tenyata sudah bangun atau lebih tepatnya mingkin pria itu tidak tidur.
Segera Helena menari tangannya tapi lebih dulu Ans menahan pergerakan itu, sehingga kini jemari Helena tetap berada di atas rahang Ans yang di timpa dengan telapak tangan Ans yang menggenggam.
" Jagan di lepaskan, biarkan saja seperti ini dulu." gumam Ans tapi matanya masih tertutup.
Helena diam mendengar permintaan Ans, tangannya di biarkan birada dalam genggaman suaminya.
Beberapa waktu sudab lewat dan Helena sibuk dengan pikiranya, tapi kesadarannya kembali saat merasan benda kenyal menyentuh keningnya.
Helena membulatkan matanya menatap Ans yang baru selesai dengan apa yang dia lakukan, seolah tidak merasa terjadi sesuatu Ans bangkit dan berdiri.
" Ayo kita makan malam dulu." ucap Ans dan mengulurkan tangannya di hadapan Helena dan wanita itu pun menyambut tanpa sungkan karena dia juga sudah merasa lapar.
Mereka bejalan beriringan ambil berpegangan tangan layaknya pansangan yang mmilik perasaan cinta pada pasangannya.
Entah ada atau tidak tapi jika di lihat dari tingkah laku mereka, ada rasa yang belum di sadari oleh keduanya.
" Ya Tuhan jangan membuatku merasakan perasaan aneh karena sikapnya, karena itu akan membuatku kesulitan nanti." batin Helena yang terus menatap jemari mereka yang saling bertautan.
Tidak sampai di sana, Ans lagi lagi menarik kursi untuk di duduki Helena, dan hal itu semakin membuat Helena terbuai dan merasa di manjakan oleh Ans.
Ingin rasanya Helena protes dengan hal itu, tapi tidak bisa karena sesungguhnya hati kecilnya menerima baik akan sikap suaminya.
Mereka makan denga hening, hanya suara dentingan sendok yang mengambil alih semuanya.
Selesai dengan itu, helena berdiri dan hendak merapikan semua piring kotor yang ada disana tapi gerakanya terhenti saat mendengar teguran dari Ans.
" Hentikan! dan kembali duduk" titah Ans.
Helena terhenti dan kembali duduk di kursinya secara perlahan, diam tidak berbicara, tapi Ans membuat wanita itu menoleh.
" Kenapa masih disini! ayo kita pergi." ajak Ans dengan tangan yang di sodorkan di depan Helena.
__ADS_1
Ans bermaksud untuk membantu Helena berdiri dari kursinya, benar benar tidak tau apa yang merasuki Ans malam ini.
Padahal tadi pagi saja dia masih merasa sangat kaku bahkan pamit kerja pun tidak menatap Helena, apa karena kehadiran Via? hanya Ans yang tau jawabannya.
Helena mengikuti langkah Ans memasuki kamar mereka kembali, Ans ingin bekerja dan dia memutuskan untuk bekerja di dalam kamar saja sembari menemani Helena agar tidak merasa bosan.
"Kau istrahat lah" ucap Ans.
" Aku bekum mengantuk" Jawab Helena memunduk manatap ponsel miliknya.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Ans setelah sekian lama terjadi keheningan.
Helena tidak menjawab kareba ternyata kupingnya tertutupi oleh headset yang tersambung di ponselnya.
Ans mengalihkan pandanganya menatap Helena yang tidak menjawap pertaanya, dan dia melihat Helana yang terfokus menatap ponselnya.
Perlahan Ans bergeser dan merapat di tubuh Helena, dan Helena yang tau itu hanya mengakihkan sebentar pendangannya pada Ans tapi kemudian kembali terfokus pada ponselny.
Ans merasa sangat gemas karena Heleba yang tidak bergeming dari ponselnya, menarik headset yang menempel itu.
Helena kesal karena Ans mengganggunya " kenapa kau mengagangguku!" ketus Helena.
" Kau kenapa tidak menjawabku." tanya As berbalik.
Ans mencubit pipi Helena gemas dengan sikap istrinya yang merasa tida berdosa ini " Au bertanya kau sedang apa tapi tidak ada jawaban darimu." ucap Ans dengan tangan yang tidak terlepas dari pipi Helena.
" Asshh pipiku sakit Ans!" sentak Helena.
"Maka jawab setiap aku bertanya." jawab Ans acuh.
" Untuk apa aku menjawab jika kah sudah gau jika aku sedang menatap ponselku." ketus Helena.
"Astaga...! istriku ini apa tidak bisa menjawab dengan wajar pertanyaan suaminya." seru As menepuk jidatnya.
" Dan apa suamiku ini tidak memilik mata sehingga masih bertanya aku sedang apa!" saut Helena tidak mau kalah.
Perdebatan dan terjadi membuat mereka tidak sadar jika mereka susah menyematkan nama panggilan manis pada masing masing, Kata suami dan istri terdengar manis bukan bagi pasangan yang saling mencinta.
Sementara Riko masih saja merajuk pada Lilu karena sudah di kerjai oleh istri tercintanya, dengan mudah Lili membuatnya terbang dan dengan tega pula dia hempaskan begitu saja.
" Jangan masam begitu sayang, nanti kau tidak tampan lagi."
__ADS_1
Mereka kini sedang berada di ruang tamu, setelah kegiatan Riko yang terpakasa bermain solo, dia menyusul istrinya duduk di ruang tengah dengan wajah masamnya.
"Jangan bicara padaku!" ketus Riko.
Lili berdecak melihat sikap suaminya itu, benar benar seperti anak kecil sekali yang merajuk jika tidak di belikan mainan.
" Kau yakin tidak mau bicara padaku." goda Lili dengan senyum genitnya.
"Jangan menggodaku sayang, itu akan membuatku tersiksa lagi nanti."
" Hahahahaha..."
Lili terbahak melihat suaminya yabg memelas untuk tidak permainka olehnya, sungguh ini merupakan hiburan bagi Lili karena bisa menjaili suaminya yang tidak berdaya itu.
" Jangan tertawa." Tegur Riko dengan suara masamnya.
" Hahahaha aku tidak bisa sayang" ucap Lili di sela sela tawanya.
"Berhenti tertawa sayang, atau aku akan menghukummu!" tegas Riko.
Lili langsung terdiam dan kedua tangannya menutup mulutnya untuk mencegah tawanya kembali pecah saat melihat Riko yang bergerak mendekati tempatnya.
" Ma mau apa kau sa sayang." tanya Lili gugup melihat senyum licik Riko.
Riko tidak menjawab tapi dengan cepat tanganya merangkul pinggang Lili saat ia menyadari isrtinya ingin melarikan diri.
"Jangan lari sayang." ucap Rilo lembut tapj sangat menyeramkan bagi Lili.
" Jangan macam macam sayang, ada anak kita di dalam sini." ucap Lili mengingatkan Riko dengan mengelus lembut perutnya berharap suaminya akan mendengarkannya.
" Aku hanya mau bermain main dengan anak kita sayang." ucap Riko yang langsung mebggelitik perut Lili.
Tawa lili pecah seketika merasakan geli di bagian perutnya akibat ulah suaminya " Hahaha ampun...ampun sayang, sudah berhenti hahaha!"
" Tidak. Kau harus menerima hukuman." ucap Riko dan terus melanjutkan pekerjaanya.
" Sudah sayang...ampunnnnn..!"
kedua pasangan pengantin menjalani hari mereka dengan berbeda cerita dan konsep.
Tapi berbeda dengan seorang gadis yang sejak pertemuannya dengan lelaki pujaannya dan kenyataan yang dia tau membuat dia menangis sejadi jadi dalam kamar miliknya.
__ADS_1
" Haaaaaa...! aku tidak bisa menerima ini Ans! aku tidak bisa melihat kamu bersama dengan orang lain. aku, aku susah payah kembali kemari hanya untuk kamu! aku tidak mau kehilangan kamu, dan aku harus mendapatkan kamu kembali Ans..!" teriak wanita yang tak lain adalah Via.
Bersambung...