Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Seasin Dua Berhati Hati


__ADS_3

"Ya Tuhan, benarkah aku tidak ada artinya bagi suamiku" batin Helena menatap nanar kepergian Ans dengan mobilnya.


Helena ternyata masih tidak bisa melupakan perkataan Asia yang mengatakan dirinya bukan siapa-siapa pada seseorang yang menelponnya yang entah itu, perkataan itu rupanya masih membekas di dalam hatinya.


Tidak bisa dipungkiri bahwa Selama tinggal bersama dengan Ans, dia sudah merasa nyaman, bahkan perasaannya sudah benar-benar menerima Ans adalah suami yang sesungguhnya, bukan suami yang membuat kesepakatan bersama denganya.


Dan karena kenyamanan itulah yang membuat Helena lupa jika Ans sama sekali tidak bisa menerima dirinya, kenyamanan yang membuat dia terbuai akan semua perlakuan Ans yang sebenarnya hanya ditujukan kepada anak jalanan kandungannya.


Dan hasil dari semua itu adalah sakit ya jadi dj dapatkan diman pagi ini setelah mendengarkan bahwa Ans tidak menganggap dirinya sebagai istri.


Itu benar-benar membuat Helena tersadar Jika dia memang tidak akan pernah bisa meraih Ans dan mengalihkan dunia pria itu agar tertuju padanya.


Ans sendiri di dalam mobil disepanjang perjalanan memikirkan Bagaimana cara agar dia bisa membuktikan kebohongan Via, karena setelah itu dia berniat untuk memperbaiki hubungannya dengan Helena mengingat dirinya yang beberapa hari ini selalu merasakan hal aneh di dalam hatinya.


Perasaan sedih jika wanita itu sedang sedih, perasaan menginginkan jika Ans melihat tubuh Helena dan itu membuat dia tersadar jika kini perasaannya mulai berjalan ke arah wanita yang menjadi istrinya.


Di tempat lain Riko sudah sampai di kantornya dan ternyata disana sudah ada Ruben yang menunggunya dengan gaya bos yang tidak pernah hilang darinya.


"Sedang apa kau kemari!" ketus Riko.


"Ck, mentang mentang kau sudah bisa membobol Lili sekarang gayamu begitu sombong!" ucap Ruben tak kalah ketusnya.


"Jaga mulutmu! jangan menyebut nama istriku!" sentak Riko.


"Ya ya ya, aku tidak boleh menyebut nama istrinu karena itu membuatmu cemburu" ucap Ruben memutar bola matanya malas "oh ya bagaimana rasanya jadi bucin" gida Ruben dengan alis yang naik turun.


"Aku tidak bucin sepertimu Ruben!" elak Riko.


"Itu artinya kau tidak benar benar mencintai Lili" duga Ruben " bagaimana jika Lili tau kalau suaminya tidam benar benar mencintainya" ucap Ruben pura pura berpikir.


Riko yang mendengar perkataan Ruben denfab cepat menyentak Ruben " jangan macam macam padaku Ben, atau aku tidak akan mau lagi berteman denganmu!" ancam Riko.


Ruben tergelak mendengar ancaman Riko yang persis seperti anak kecil, mengancam dirinya dengan senjata pertemanan yang jelas saja tidak akan membuat Ruben gertak.


"Aku hanya perlu istri dan anakku yang menjadi temanku dan itu sudah sangat cukup" jawab Ruben masih dengan tawanya.


"Jangan cob coba mengatakannya Ben, atau aku benar benar akan marah padamu!" tegas Riko yang tidak ingin mencari masalah pada istrinya.

__ADS_1


Lagi lagi Ruben terbahak,bukanya berhenti tapi suaranya semakin menggema memenuhi ruangan itu membuat Riko tidak tahan dan melempar Ruben dengan penanya tepat di wajah Ruben.


"Hei sia**n kau!" umpat Ruben.


Riko tertawa melihat wajah Ruben yang masam, dia bahagia karena bisa membalas perlakuan Ruben.


"Diamlah!" sentak Ruben.


Riko tidak berhenti, malah tawanya semakun kencang melihat Ruben yang sangat kesal sekali.


Kring kring


Ponsel Ruben berdering dan membuat tawa Riko langsung lenyap, seseorang sedang menghubungin Ruben dan orang itu ternyata membuat Ruben menyeringai licik.


"Menarik. Dia pasti dia akan uring uringan" batin Ruben dan mengangkat panggilan yang ternyata dari Ans.


"Hallo Ans!" ucap Ruben tapi matanya melirik ke arah Riko dengan senyum liciknya.


Benar saja, Riko yang tadinya bahagian melihat wajah masam Ruben mendadak dirinya ikut masam, dan lebih lagi saat mendengar perkataan Ruben yang mangatakan Ans ada di IbuKota.


"Baiklah, aku akan segera ke kantor dan menyelesaikan urusan kita agar kau bisa menemuinya" ucap Riko yang kali ini sengaja membuat cerita.


"Kenapa dia disini?" tanya Riko dengan wajah datarnya.


"Dia akan kembali bekerja denganku" jawab Ruben asal.


Riko terkejut mendengar perkataan Ruben, ini akan menajadi bencana baginya Ans kembali berada disini.


"Kenapa kau menyuruhnya kembali kemari"


"Kenapa? hanya dia yang bisa aku andalkan jadi wajar jika aku menginginkan bekerja denganku lagi" bohong Ruben, dia ingin melihat sejauh apa Riko bertahan dari gengsinya yang mengatakan jika dia tidak bucin pada Lili.


"Aku akan membantumu mencari yang lain tapi jangan kau tarik lagi pria itu dari Surabaya!" ucap Riko memberi penawaran.


"Kenapa aku harus mencari yang lain sementara aku sudah menemukan Ans?" tanga Ruben dengan alks terangkat.


Tentu saja Ruben tau alasanny adalah karena Riko takut jika Lili bertemu dengan Ans maka dia akan kehilangan Lili, tapi Ruben ingin mendengarnya secara langsung.

__ADS_1


"Aku tidak suka saja padanya" jawab Riko asal.


"Kau takut jika dia merebut Lili darimu?" tebak Ruben


"Untuk apa aku takut!" elak Riko " aku yakin Lili tidak akan berpaling dariku" jawab Riko tapi jujur hatinya ada sedikit keraguan.


"Jika kau yakin pada Istrimu maka kau tidak perlu takut jika Ans kembali karena Lili pastu tidak akan pernah lagi berpaling apalagi dalam keadaan dia yang sedang hamil" ucap Ruben menenangkan Riko.


Ruben tau persis bagaimana rasanya jika menciantai wanita yang ternayata menyimpan nama orang lain di hatinya, karena dia pernah merasakannya.


Sementara Riko teridiam mendengar perkataan Ruben yang menurutnya ada benar, Lili sudah mencintainya dan sekarang sedang mengandung, berarti tidak mungkin Lili pergi meninggalkannya.


Tapi bukan Lili yang saat ini ia khawatirkan tapi Ans yang ia takutkan jika pria itu mengusik rumah tangga mereka lagi nanti.


"Sudhlah jangan terlalu kau pikirkan mereka, karena apa? karena mereka tidak akan lagi merajut kasih yang sudah tidak ada rasa" ucap Ruben menenangkan Riko.


Riko mengerutkan keningnya mendengar perkataan Ruben, apa maksud dari perkataan pria itu.


"Mau ku beri tau sesuatu" tawar Ruben yang tau jika Riko tidak paham akan perkataanya.


"Apa itu?" tanya Riko ingin tau.


"Sudah ada wanita dalam hidup Ans" ucap Ruben lugas.


"Dari mana kau mengetahunya? dan bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa, karena dia bukan lelaki yang akan merebut milik orang lain apa lagi yang dia rebut tidam menginginkannya"


"Dari mana kau tau?"


"Aku tidak mendengar suara wanita di dalam kamarnya saat aku menelponnya" ucap Ruben


"Tapi lebih baik kau berhati hati pada satu orang" lanjut Ruben.


"Siapa?".


"Tiara!".

__ADS_1


__ADS_2