
Ans yang sebenarnya enggan untuk meninggalkan istrinya, tapi melihat tanpilan istrinya yang butuh bantuan akhrinya Ans pergi meninggalkan ruangan itu, dan di luar semua sudah menanti dengan penuh kelegaan dan senyum syukur tidak terlepas dari dari merka semua.
"Nak, bagaimana?" tanya Ibu yang sudah menangis haru sejal tadi.
"Putriku sudah lahir bu, putriku sudah lahir dengan selamat dan istriku pun baik baik saja" jawab Ans dengan bahagia dan memeluk ibu mertuanya tanpa sungkan.
"Selamat nak, kau sudah menjadi seorang ayah" balas Ibu.
"Bunda putriku sudah lahir" ucap Ans bergantian memeluk Ibu kandunganya yang melahirkan dirinya.
"Selamat sayang, dan kau jaga istri dan anakmu baik baik" ucap Bunda mengekus lembut punggung putra satu satunya itu.
"Ayah" panggil Ans yang tidak bisa lagi berkata kata, dia memeluk tubih rentan Ayahnya dan ayah pun membalas pelukan manja dari putrnya.
"Ck, kami di lupakan" cibir Nathan.
"Kau tidak mau memberi kaka iparmu ini selamat" ucap Ans dengan wajah datarnya.
"Hei, apa begini ekspresj bahagia!" teriak Nathan dengbj sura kecilnya, "tentu saja aju akan memberi selamat untukmu dan juga kakaku" ucap Nathan dan kemudian meraka berpelukan.
"Kaka ipar nanti jika aku kuliah, aku mau disini saja biar aku bisa bermain dengan keponakanku" seru Dian yang tidak ingin tertinggal.
Ans melerai pelukannya pada Nathan dan berlaih pada Adik iparnya yang bontot itu, tanganya terukur mengusuk sayang rambut Dian "jika ibu tidak keberatan maka silahkan saja dan pilih kampus mana yang kamu inginkan" jawab Ans dengan senyum khas kakak pada adiknya.
"Yeiiiyyy ,bu bisa kan nanti Dian kuliah disini?" tanya Dan antusias.
"Kita bahas nanti Dian" ucap Nathan dengan nada dinginnya.
Dian lansung terdiam mendengar jawaban kakak laki lakinya, dia sudah tau akan apa jawabanya nanti dan pastinya itu bukanlah hal baik untuk Dian.
"Sudah, lalu dimana istrimu" lerai Bunda.
"Masih di bersihkan sama perawat Bun dan anakku juga, sebelum di pindahakn ke ruang perawatan" jawab Ans dengan senyum tidak pudar dari bibirnya.
Tak lama mereka menunggu akhirnya Helena keluar dengan menggunkan pakaian rumah sakit dan sudah bersih, tapi dalam kondisi mata terpejam, sepertinya wanita yang baru saja bergelar sebagai ibu itu sangat kelelahan setelah berjuang melahirkan nyawa manusia.
__ADS_1
"Ans yang melihat istrinya lansung mengikuti langkah pertugas yang membawa istrinya ke ruang perawatan dan keluarga lainnya pun ikut mengantarkan Helena
"Dimana cucu kami dok?" tanya Bunda
"Sedang di bersihkan sama dokter, sebentar lagi akan di antar kemari" jawab Dokter dengan senyum ramahnya.
Mereka menunggu petugas yang memantau kesehatan Helena dan setelah selesai Ans langsung berjalan mendekat dan mencium lembut dan mesra kening Helena.
Mendapat kecupan hangat di keninganya, Helena perlahan membuka kelopak matanya hingga sempurna dan pertama kali yang terlihat oleh matanya adalah wajah tampan suaminya yang begitu denmkat denganya bahkan deru nafas teratur suaminya menyapu permukaan kulit wajahnya.
"Bunda susab bangun?" tanyq Ans dengan begitu lembutnya diiringi senyum manisnya untuk pujaan hatinya.
"Anak kita mana Yah?" tanya Helena dengan lemeh mengedarkan pandanganya.
Tapi Helena tidak menemukan keberadaan bayinya di sana, hanya ada ibu dan mertuanya serta kedua adiknya yang sepertj sedang menunggu sesuatu juga.
"Masih di bersihkan sama dokter, nanti di antar kemari jika sudah selesai" jawab Ans.
Helena mengannguk sebagai tanda dia paham akan perkataan suaminya, dia kembali memejamkan matanya karena masih terasa sangat berat.
Helena kembali mengangguk, dan matanya pun tertutup merehatkan diri dari ketegangan yang di alami beberapa saat yang lalu, dan Ans yang melihat itu hanya tersenyum manis kemudian kembali mengecup kening Helena sebagi lengantar tidur.
Tak lama setelah Helena tertidur, bintang yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang juga, Ans dan yang lainnya sangat berseri melihat kedatangan bintang mereka, dan Ans yang ingin membangunkan istrinya jadi urung saat melihat wanitanya pulas.
"Aduhhhh cucu permata oma udah datang!" seru Bunda.
Mereka berkerumun menyambut kedatangan Balita cantik itu, dan kini sudah berada dalam gendongan sang oma yang sedari tadi sudah tidak sabaran, dan yang lain hanya bisa menyentuh bagian bagian yang menggemaskan dari si bayi.
"Istrimu masih tidur Ans?" tanya Ibu dengan suara pelannya.
"Masih bu, dan biarkan dia istrahat dulu dan kalian juga bisa puas menggendong cucu kalian" jawab Ans.
"Bunda sudah tidak peduli keadaan, dia hanya fokus pada cucu yang berada dalam gendongannya, tanpa mau melihat jika oma yang satunya sudah ceberut karena belum kebagian menggendong cucunya.
"Oma...Jangan serakah, berikan juga cucuku padaku biar aku menggendongnya karena makhluk cantik ini bukan hanya cucumu tapu cucuku juga" ucap Ibu penuh kelembutan tapi juga sindiran halus yang membuat Bunda mendengus sebal.
__ADS_1
"Ck, aku belum puas menggendongnya dan kau mau mengambilnya saja!" ketus Bunda seraya tetap mempertahankan bayi cantik itu
"Oma yang cantik tapi sudah tua, nanti jika putri kita sudah bangun maka kita tidak bisa menggedongnya lagi, sehingga sekarang kau harus membagi kebahagiaan itu padaku sekarang!" tegas Ibu.
Bunda yang mendengar perkataan besannya yang awal memuji tapi akhirnya menjatuhkan melototkan matanya, sedangkan yang lain hanua terkiki geli melihat perdebatan itu.
"Sudah lah bunda, apa yang di katakan besan kita benar, nanti jika menantu kita bangun maka bintang kecil kiya ini akan berada di gendonganya yanga artinya kita semua tidak bisa lagi mengambilnya" ujar Ayah memberi pengertian.
Akhirnya dengan berat hati Bunda memebrikan cucunya berada dalam gendongan besannya sedangkan Ibu dengan antusiasnya menyambut cucu pertamanya, "Cantiknya cucu oma ini, perpaduan Bunda dan Ayahnya" ucap Ibu.
"Iya benar, perpaduan mereka berdua" sahut Bunda yang kembali mood saat membahas masalah wajah.
"Kau tidak mau melihay bayimu Ans?" tanya Ayah yang melihat putranya hanya menatap di temptanya.
"Nanti bersama istriku, biar kalian puas dulu bermain dengan putriku" jawav Ans.
Tak lama setelah itu, Helena menggeliat pelan, dan Ans yang melihat gerakan istrinya langsung mengalihkan pandangnya "Bunda sudah bangun?" tanya Ans dengn lembut.
"Putri kita mana Yah?" tanya Helena pelan.
"Itu bersama pada fans nya bintabg kita" ucap Ans menunjuk dengan gerakan bibirnya.
"Kau susah bangun nak?" tanya Ibu kemudian mendekat ke arah Helana.
"Putri kita Yah?" tanya Helena yang di jawab anggukan oleh Ans.
Dengan tangan yang bergetar Helena meriah putrinya dan mendekapnya di dalam pelukannya menyalurkan rasa hangat agar bisa di kenali oleh putrinya.
"Siapa namanya nak?" tanya Ibu.
Ans mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu dan terlihat Helena mengangguk.
" Jennifer Wijaya"
.
__ADS_1
Bersambung...