
Dua hari kemudian, Ans dan Helena bersiap untuk berkunjung ke rumah Ruben sesuai dengan permintaan sang tuan rumah dan kini mereka dalam perjalan menuju rumah Ruben setelah tadi berpamitan pada ibu dan Jenn yang di tinggalkan setelah asi Helena sudah di setok dalam botol susu Jenn.
"Ayah mau ngasih laporan lagi?" tanya Helena.
"Hmmm" jawab Ans dengan sebelah tangannya meremas jemari Helena dan matanya terfokus pada beekas berkas yang ada di pangkuannya.
Kring kring
Bunyi ponsel milik Ans san segera ia meraihnya dan ternyata yang menhubunginya adalah Ruben," ya tuan!"
"Kau sudah dalam perjalanan? jika ya maka putar balik untuk menjemput putrimu, bawa serta dia" ucap Ruben dan langsung memutus panggilannya membuat Ans berdecak kesal.
"Ck, tidak pernah berubah manusia yang satu ini!" kesal Ans.
"Siapa yan?"
"Ruben!" jawab Ans asal.
"Tuan Ruben" ulang Helena, "memangnya ada apa?"
"Dia menyuruh kita putar balik agar menjemput Jenn"
"Ohh yasudah biar bunda telpon ibu dulu agar Jenn bersiap" ucap Helena dan langsung menghubungi ibunya.
Sementara Ans sudah tidak mood lagi, dia menutup laporan itu dengan kasar dan membiarkannya berserakan begitu saja.
"Hallo bu, tolong bantu Jenn bersiap ya, kami akan kembali menjemputnya"
.....
"Iya bu, tuan Ruben bilang untuk membawanya bertamu juga" jawab Helena dengan kekehannya semari meremas lembut jemari Ans untuk meredakan emosi suaminya.
"Baiklah bu, kami akan segera sampai"
Panggilan terputus dan Helena mengusap dada Ans untuk menenangkanya, "Sudah tidak apa, kiat tingggal putar arah kok" ucap Helena dengan senyum lembutnya.
__ADS_1
Hati Ans meluluh melihat senyum hangat istrinya, selalu saja Helena bisa menenangkan Ans hanya dengan senyum hangat dan usapan tanganya seperti ada sihir yang menghipnotis Ans membuat dia hanya bisa menurut setiap perkataan Helena.
Mungkin itulah cinta tulus, atau bisa di katakan jika Ans sangat mencintai Helena sehingga semua yang berkaitan dengan Helena rasanga tidak pernah ada yang salah, semua yang berkaitan dan yang di katakan Helena semua benar dan harus di ikuti Ans seperti saat inu emosinya yang langsung mereda hanya karena perkataan tidak masalah dan senyum hangat di berikan beserta elusan lembut nan hangat yang mampu menggetarkan jiwa Ans.
"Kamu selau bisa jadi penenangku" ucap Ans yang saat ini menggunakan kata aku kamu kerena lebih menyentuh hati menurut Ans.
"Kamu benar benar wanita yang sempurna tak becacat, wanita yang mampu membuat ku merasa teduh, dan wanita yang mampu menggetarkan jiwaku sejak dulu hingga Jenn lahir di antara kita tapi hal itu tidak pernah pudah atau menghilang, seperti saat ini jiwaku kembali bergetar hanya marena usapan tangan dan senyum manismu" ucap Ans membuat Helena merona, tanpa mempedulikan tatapan sang supir yang sering mengintip di balik spion.
"Apaan sih yah, malu di lihatin" ucap Helena.
"Biarkan saja, agar dia juga sadar jika sudah punya pasangan harus bisa menghargai pasangannya" jawab Ans sekenanya.
"Ck, tapi bunda malu yah"
"Sudahlah tidak perlu malu" ucap Ans kemudian memeluk dan mencium kening Helena sedangkan wanita itu hanya bersandar manja di dada suamiya.
***
Mereka kini sudah tiba di kediaman Ruben dengan Jenn yang berada dalam gendongan Helena sedangkan Ans merangkul pinggang istrinya dengan mesra dan tangan sebelahnya menenteng tas yang berisi berkas berkas perusahaan.
"Selamat malam tuan" ucap Ans
"Malam Helen, sini dekat" jawab Santi mengajak Helena untuk mendekat padanya.
"Wahh ini Jenn sudah besar ya, sudah bisa jalan belum?"
"Sudah, tapi tidak telalu jauh melangkah San" jawab Helena dan kini sudah duduk bergabung dengan Santi.
"Sayang kami ke ruang kerja dulu, sebelum makan siang" pamit Ruben yang mencium kening Santi lalu berganti dengan kedua anaknya yang sudab mulai bisa berjalan walau belum begitu kokoh berdiri.
"Ayah juga bicara sebentar ya bun, gak apa kan kalua Jenn sama bunda dulu?"
"Iya yah, tidak apa apa kalian kerja saja dulu" jawab Helena dengan senyum manisnya.
Santi hanya melihat interaksi keduanya, terlihat jelas banyak cinta di mata keduanyax teliaht dari cara tersenyum dan bahas tubuh mereka sudah bisa menjelaskan jika mereka benar benar saling mecintai sama seperti dirinya dan Ruben yang juga saling mencintai.
__ADS_1
"Bagaimana Helen punya baby?"
"Astaga.... Santi itu pertanyaan konyol, kau tau kau kau sendiri saja sudah punya dua buntuk tapi masih saja bertanya, harunya aku yang tanya bagaimana mengurus si twins?"
"Menyenangkan" jawab Santi asal.
"Berarti aku pun merasan menyenangkan memikiki satu baby dan akan jauh lebih menyenangkan mungkin jika aku punya dua juga ya" gumam Helena.
"Tapi pusing" lanjut Santi membuat lamunan Helena buyar.
"Apa maksudmu?"
"Mereka kalau rewel sukanya barengan jadi susah mantau dan nenanginya" keluh Santi
Ya, memang selama ini keluhan Santi hanya mengenai jika mereka rewel karena rewelnya akan berbarengan dan berhenti pun berbarengan membuat Santi repot sendiri tapi di saat lempang maka dia akan sangat lempang juga kalau anak anaknya anteng.
Tapi beruntungnya Santi karena Ruben selalu sigap membantu tapi jika Ruben berada di kantor maka bersiap saja Santi menghadapi harinya dengan lelah jika dia tidak menghubungi suaminya agar pulang dan membantunya untuk mengurus si baby.
"Tapi tetap lebih banyak senangnya dong San" tebak Helena.
"Iya sih lebih banyak senangnya dan gemesin seperti sekarang karena mereka sudah bisa berjalan jadinya aku bisa bersatai taoi tetap aku awasi agar tidak terbentur saat melangkah.
"Iya, aku pun seperti itu kadang kadang Jenn tidak mau diam, maunya berjalan terus untung ada bibi yang siap membantu tapi selama dua hari ini sih neneknya yany membanru jalan dan aku bisa ada waktu berdua deh dengan suami" curhat Helena di sertai senyum malunya.
"Aku juga gitu, kadang kadang nitip ke rumah neneknya agar bisa berduaan dengan suami hahaha...!" timpal Santi yang ikut terkontaminasi mencurhatkan apa yang mereka lakukan.
Sementara di ruang kerjan, Ans dan Ruben yang mendengar suara istri mereka yang mengudara sangat keras, mereka saling pandang kemudian sama sama menggeleng mendapati istri mereka bisa kompak padahal tidak ada kedekatan sebelumnya, tapi jika susah memiliki sikap humble maka pasti akan cepar akrap.
"Bisa saja mereka cepat akrab" ucap Ruben.
"Jarang bertemu, jadinya sekali bertemu psti heboh seperti ini" jawab Ans.
Mereka terus saja berbincang hangat dan sesekali tertawa hingga suara yang mengudara dari arah ruang tamu menghrntikan mereka dan sontak saja menoleh dan Helena sangat terkejut mendapati siapa yang ada di hadapannya.
.
__ADS_1
.
Bersambung...