
" Bagaimana dengan kandungannya dok? Apakah anak saya baik-baik saja? tidak terjadi sesuatu dengan nya kan? jawab pertanyaanku dokter. " Ans memberi pertanyaan beruntun kepada dokter yang ada di hadapannya."
"Lebih baik kita bicara di dalam saja Tuhan." ajak dokter tetapi sudah tidak melalui oleh Ans yang diikuti oleh dokter dan Darren.
"katakan dokter apa yang terjadi dan istri dan anak saya apa mereka baik-baik saja dokter? apa tidak perlu penanganan serius? lakukan Apapun asal mereka baik-baik saja."
Mungkin bagi sebagian orang mengatakan jika kekhawatiran Ans sudah berlebihan, Tetapi menurut ans sendiri itu sudah sangat wajar, khawatir akan calon istri dan juga anaknya. Karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan apapun untuk kebaikan mereka terutama kepada sang calon buah hatinya.
"Tidak ada yang perlu dikuatirkan sekali Tuan. hanya saja Tolong jangan membuat istri anda terbebani, Jangan biarkan dia memikirkan hal-hal yang akan membuat mentalnya drop karena itu akan sangat berpengaruh kepada si calon bayi, ditambah lagi dari hasil pemeriksaan saya nutrisi yang didapatkan anak di dalam kandungan nya sangat tidak mencukupi. oleh karena itu, jangan membuat semakin buruk dengan kondisi sang ibu." tutur Dokter panjang lebar.
"Baiklah terima kasih. "ucapan Ans
"sama-sama, kalau begitu saya permisi." pamit dokter.
Kini Tinggal Hans Darren dan Helena yang sedang tertidur ya karena di dalam ruangan itu. hening tidak ada pembicaraan karena saat ini Kedua lelaki itu hanya fokus menatap Helena yang belum sadarkan diri, Ans sendiri berada di dekat Helena menggenggam tangan Helena yang terasa sedikit dingin dan tangan kanannya sesekali mengusap rambut Helena dengan lembut tanpa merasa sungkan atau malu pada Darreb lihat mereka.
Sedangkan Darren sendiri membuang pandangannya ke sembarang arah asal tidak melihat kearah Asn yang bersikap sayang pada Helena, tidak bisa dipungkiri jika tetap saja hatinya terasa sakit melihat orang yang dia sayangi terkapar tak berdaya di atas brankar tetapi dirinya tidak bisa berada di dekat wanita itu dan terlebih lagi sakitnya sangat terasa melihat ada lelaki lain yang lebih berhak terhadap wanita yang dicintai.
Sekuat tenaga dan mencoba menguasai perasaannya agar tidak larut dalam kekecewaan yang akan berujung kemarahan akhirnya dia memilih untuk keluar tanpa bicara sepatah kata pun.
Ans mengetahui saat Darren pergi meninggalkan mereka Tetapi dia tidak peduli terhadap pria itu.saat ini yang menjadi prioritasnya dan yang wajib dia pedulikan adalah Helena memikirkan Bagaimana keadaannya dan bagaimana menerapkan semua yang di jelaskan oleh dokter tadi padanya.
Ans menarik kursi yang ada disamping brankar dan mendudukinya kemudian merogoh saku jaketnya dan mendial nomor seseorang di
"segera ke masih barang barang Helena dan bawa di rumahku. Dan satu lagi, urus segala kebutuhan calon Mertuaku dan pastikan kau berikan uang bulanan kepada mereka. Jangan biarkan mereka kekurangan sedikitpun." ucapan saat panggilannya dijawab oleh asistennya.
__ADS_1
" Baik tuan, anda tenang saja saya akan mengurus semuaya." jawab Miko dari sebrang sana.
Ans menutup ponselnya setelah kau bicaranya selesai kembali memandang wajah Elena dan memegang tangan gadis itu." maaf, Maaf sudah membuatmu lagi lagi masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri seperti ini." Lirih Ans.
Ya, ini kali kedua Helena tidak sadarkan diri dan penyebabnya adalha dirinya. menjadi merasa sangat bersalah pada Helena dan calon bayinya yang tidak bisa menjaga mereka.
"Sayang..." rengek Riko di kediaman mereka. Saat ini keduanya sudah berada di dalam kamar dan Riko berniat ingin meminta jatah yang sudah di janjikan Lili padanya untuk meronda malam ini.
" Apa." jawab Lili cuek karena sibuk dengan ponselnya.
" Ck, kau cuek sekali dengan suamimu ini." rajuk Riko.
" Lagi pula kau saja yang terlalu manja." jawab Lili yang masih belum mengalihkan pandangannya dari gawainya.
" Kau ke-" belum sempat Lili bicara, di sudah di sambut dengan bibir suaminya yang lembut terasa.
Riko tidak memberi kesempatan untuk Lili protes, tanganya sudah menahan tengkuk istrinya untuk memperdalan ciumanya dan lama kelaman Lili pun terbuat akan ciuman lembut namun bergairah itu dari Riko.
Meresa kekurangan oksigen akhirnya Riko melepaskan pangutannya. " Kau mengabaikanku, padahal kau yang sudah berjanji akan meronda denganku malam ini." ucqp Riko setelah ciuman terlepas dan nafasnya mulai teratur.
" Kau selalu saja seperti ini, membuatku mabuk lalu kau hentikan hanya untuk ucapan konyol ini." ketus Lili yang merasa terganggu kesenangannya.
Riko hanya terkekeh mendengar ocehan istrinya, dia tidak menyangka kalau ini yang akan dia dapat sebagai respon dari istrinya, tadianya dia berfikir jika Lili mungkin akan marah padanya karena sudah mengganggu kesenangannya tapi rupa rupanya kegiatan ranjangnjauh lebih menyenangkan rupanya.
"Apa ini bisa di katakan kalau kegiatan malam kita jauh lebih menyenangkan sayang?" tanya Riko menaik turunkan alisnya bergantian.
__ADS_1
Lili yang merasa Riko sedang menggodanya menjadi sangat malu, dia menutup mukanya dengan kedua tangannya. Lili merasakan wajahnya memanas dan sudah pasti kini wajah cantiknya iti sudah merona merah.
" Sudah tidak usah malu begitu. Kau tau? aku senang jika kamu seperti itu, apa lagi jika kamu lebih nakal lagi." kata Riko tersenyum genit.
" Apaa sih." rajuk Lili memukul Riko dengan bantal.
Riko menangkap bantal beserta tangan Lili, untuk menghentikannya. Merema saling memandang, menyesapi rasa masing masibg lewat tatapan satu sama lain. Rasanya sepeeti orang yang baru merasakan jatuh cinta saja.
Tapi bukankah memang mereka baru merasakan jatuh cinta. Oh lebih tepatnya, mendeklarasikan cinta mereka secara terang terangan, jadi wajar saja jika bersikap seperti itu.
Perlahana wajah itu mendekat dan akhirnya kedua bibir itu kembali menyatu, menyesap dengan lembut baik Riko maupun Lili begitu menghayati rasa itu, hingga perlahan tapi pasti ciuman itu berubah menjadi panas dan bergairah.
Riko sungguh tidak bisa menahan lebih lama lagi, sesuatu sudah memberontak ingin berteduh merasakan dahaga yang mengering.
" Sayang..." panggil Riko dengan suara yang sudah sangat berat, matanya sayu memandang Lili isyarat dirinya yang sudah sangat menginginkan Lili.
" Lili mengangguk pertanda setuju, kerena sesungguhnya dia juga sudah sangat candu dengan sentuhan dan belaian suaminya yang beberapa kali ia rasakan dan berhasil membuat dia menggila karena itu. Riko tidak lagi mensia siakan kesempatan yang ada. Dengan gerakan cepat kembali mencium Lili dan mengukung Lili dibawahnya. Riko melepaskan semua pakaian mereka dan memulai aktifitas malam dan mereka berharap secepatnya dapat menghasilkan nyawa didalam sana.
Bersambung....
Hai Hai readers tercinta authorππππ
Selamat menjalankan ibadah puasa yang pertama bagi yang merayakan.ππ
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ππ
__ADS_1