Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua bahaya kembali datang


__ADS_3

Mereka berkeliling sekitar kompleks, saling bertautan tangan keduanya, senyun tidak terlepas kala keduanya sesekali saling melirik dan itu tearasa sangat manis sekali jika dilihat oleh orang lain.


"Kau lelah sayang?" tanya Riko.


"Sedikit tapi masih bisa ku tahan" jawab Lili.


"Jika kau lelah katakan ya, agar kita bisa istrahat" ucap Riko dengan lembut.


Lilqqqaaqqaaapwi mengangguk sebagai jawaban dan mereka kembali melangkah dengan Riko yang kini merangkul lembut bahu istrinygar bisa terlibat lebih mesra, dan Lili selalu dengan senang hati menerima perlakuan suaminya yang selalu bisa membuat dia merasa di manja.


Mereka begitu asyik pada dunia merdiri hingga tidak menyadari ada bahaya yang bisa saja menyakiti mereka atau lebih tepatnya membahayakan calon putri yang tinggal beberapa hari lagi aka mereka jumpai, belokan kompleks yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri kini, sebuah bola volly memgudara dan mengarah tepat pada Lili seolah sudah di atur sedemikian rupa agar tepat sasaran dan untungnya Riko bisa dengan cepat mengahalu dengan tangannya ketika di sadari bola sudah ada di jarak yang dua meter dari mereka tempat mereka.


Riko mengahalaunya dengan kedua tangannya seperti pemain Volly yang sedang menangkis serangan lawan, sementara Lili terkejut bukan main, tanya melindungi perutnya dengan posisis yanh sedikit menunduk dan mengarah sedikit ke samping.


"Si**an....! siapa yang berani melemparkan bola di area perumahan elit ini!" teriak Riko.


Riko mengedarkan padangnya mencari sesutau yang menjadi alasalan mengapa bola ini bisa sampai di tempat mereka berada, tapi tidak ada apa apa disana bahkan sekelompok anak kecil pun tidak ada lalu dari mana bola ini berasal jika keadaan pun sepi seperti ini.


"Sayang you ok?" tanya Riko.


Lili mengangguk di tengah kepanikannya, dia masih terkejut dan belum bisa mencerna semua yang terjadi baru ini, wajahnya tidak bisa di sembunyikan kepucatannya, apa apalagi wajahnya yang tampak polos tanpa polesan meke up membuat semua orang bisa mengetahui langsung kepucatana kulit wanita itu.


"Kita pergi dari sini sayang" ucap Riko yang meilhay istrinya ketekutan, itu terlihat dari tubuhnya yang kini gemetaran dan tangan yang masih memeluk perutnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu Riko menggendong istirya ala brida style dan melangkah cepat kembali ke rumahnya, dia tidak mau jika ada kejadian menyusul yang akan terjadi karena dja sangar yakin jika itu adalah sebuah kesengajaan, ada yang sengaja ingin menyakiti istri dan anak mereka.


Riko terus melangkah tanpa merasa lelah seddkit pun menopang berat istrinya, kerena lebih baik jika dia kelelahan membopong Lili dari pada terjadi hal yang tidak mereka inginkan.


Akhirnya setelah kurang lebih sepuluh menit berlalu akhirnya Riko bisa membawa kembali Lili yang masih berada dalam gendongannya, dia langsung melesat ke dalam kamar dan merebahkan istrinya dengan pelan yang rupanya masih sana seperti tadi keadaanya.


"Sudah sayang, kita sudah sampai, jangan takut lagi semua baik baik saja sayang" ucap Riko dengan lembut dan memluk sayang istrinya.


"Aku takut, aku takut bagaimana mana tadi jika kamu tidak cepat menghalau bola itu pasti bolanya akan mengenai perutku dan...dan it itu pasti akan menyakiti putri kita" ucap Lili dengan air mata yang kini mengalir membasahi pipinya.


"Tidak sayang," jawab Ans menggeleng "selama ada aku, aku tidak akan membiarkan kamu dan anak kita dalam bahaya" lanjut Ans kemudian memeluk Lili dengan sayang.


"Aku akan mencari tau siapa pelakunya sayang, dan aku tidak akan pernah memafkannya" batin Riko dengan rahang yang mengeras menahan amarah.


"Hahahaha...! apa kau pikir bisa lepas dariku, setelah kau menyakitiku Riko?! kau salah, salah besar karena berpikir akan melepaskan dirinu begitu saja tanpa melakukan pembalasana" ucapnya.


Saat ini orang itu sedang berada dalam salah satu clup terkenal di tempatnya, dia ingin merayakan kesuksesan teror pertamanya yang berhasil sesuai dengan ekspetasinya, dia meneguk wine yang masih berada dalam gelasnya dengan gaya kelas atas.


"Jangan berpikir aku akan membiarkan kamu hidup setelah kamu menghina dan membuatku seperti seorang jalang dengan kau yang ingin menggiringku dengan anak buahmu, dan akibat kau memorotiku, ayahku marah dan memutus semua fasilitasku tapi untungnya aku masih memiliki atm berjalan" gumamnya.


Ya, dia adalah seorang gadis yang pasti bisa di tebak kalau dia adalah masa lalu Riko yang Rupany belum berhenti ingin menghancurkan Riko, sakita hati yang ada karena di tinggalkan kekasih semakin bertambah saat sang kekasih hati dengan tidak berperasaan memerasnya bahkan dengan tega ingin melemparkannya pada para pria brengsek untuk di gilir jika tidak membayar pinalti dari akibat perbuatannya.


Dan akibat kerena ingin menyelamatkan diri akhirya dia mengambil uang perusahaan yang membuat ayahnya sangat murka padanya dan berakhirlah kini dia harus bergoyang di atas ranjanh memuaskan nafsu hidung belang untuk memenuhi kebutuhan biaya kelakuannya serta mau membantu untuk membalaskan dendamnya.

__ADS_1


Sentara pasangan yang sudah menjadi orang tua itu, saat ino sedang menghabiskan waktu untuk bersama putri kecil mereka, berhubung Ans akan berangkat ke jakarta lagi untuk melakukan meeting para Direktur cabang setiap tahunnya di kantor pusat yang tak lain adalah kantor tempat Ruben bekerja.


"Sayang, kamu ikut saja ya ke Jakarta" pinta Ans di sela sela kegiatan mereka bermain dan rebahan di samping kiri kanan Jennifer, tangan Ans terulur mengelus pipi istrinya dengan lembut.


Bukan tanpa alasn Ans ingin mengajak Helena kesana, tapi Ans memiliki alasan lain untuk mereka berdua. Dia dan Helena akan ke suatu tempat untuk Ans bisa berbuka setelah sekian lama dia berpuasa karena istrinya yang nari melahirkan.


Sebenarnya sudah dari satu beberpa minggu yang lalu Ans bisa makan, tapi putrinya selalu saja menggalkan aksi hot daddy itu seolah tau jika ayahnya memiliki niat ingin membuat bundanya meronda dan kelelahan.


Hingga kini Ans memiliki kesempatan, dia akan ke Jakarta bertemu dengan Ruben yang artinha mereka juga bisa mampir ke rumah ibu mertuanya, dan dia akan memanfaatkan kesempatan itu. Dia akan menitipkan putinya pada ibu mertuanya dan dia akan membawa Helena ke hotel untuk meraungi samudra kenikmatan yang sudah lama tidak mereka nikmati.


"Ayah saja yang kesana, biar bunda di sini saja" tolak Helena dengan lembut.


Ans memasang wajah masamnya mendengar jawaban dari istrinya, dia benar benar tidak suka di tolak dan membuta fantasinya tidak terpenuhi


"Ayolah bunda sayang, sekalian kita ke rumah ibu, ibu pasti akan senang melihat cucunya yang sudah satu bulan lebih tidak berjumpa" rayu Ans yang masih belum menyerah juga.


Helena memikirkan perkataan suaminya, merasa ada benarnya apa yang di katakan suaminya, jangankan ibunya kangen pada putrinya, karena dirinya saja merindukan ibu dan adik adikya.


"Baiklah kita akan ikut!" putus Helena membuat Ans tersenyum puas.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2