Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua, Manis di Ans Riko Kesusahan


__ADS_3

Riko mau tidak mau harus menuruti keinginan istrinya ketimbang nanti tidak bisa meronda, maka lebih baik sakit dan susah sekarang tapi nanti malam bisa di dapatkan kenikmatan yang tiada tara.


Sementara Lili menyinggingkan senyum kemenangannya karena senjata pamungkasnya itu tidak akan pernah sia sia jika di lancarkannya.


"Baru saja katanya sanggup jika tidak meronda, tapi sekarang wajahnya sudah memelas begitu" sindir Lili dengan senyum jailnya.


Wajah Riko merona merah mendengar sindiran istrinya, dia memang berkata begitu asal saja agar istrinya tidak lagi menggodanya tapi jika memang itu benarpun maka dia akan menahan dirinya.


"Itu sudah beda cerita lagi!" elak Riko.


"Ck, dari mana perbedaannya".


"Sudahlah jangan membahasnya lagi! mau tidak aku menangkap ikan lelenya!" ketus Lili


"Ulu ulu suamiku ini ngambekkan ya" ucap Lili mencubit pipi Riko dengan gemas.


Mereka tiba di pasar tradisional, dan lagi lagi drama pasangan itu terjadi lagi dan Riko jadi bahan tertawaan di pasar.


"Sayang ini benaran pasarnya? kamu mau turun disini?" tanya Riko yang merasa jijik.


"Tentu saja ini tempatnya. Ayo turun kita cari ikan lelenya" ajak Lili kemudian turun dari mobil.


"Sayang..." rengek Riko menahan lengan Lili


"Jangan membantah atau jatah tidak ada!" ancam Lili yang mulai merasa jengah.


"Ya baiklah"


Akhirnya Riko turun mengikuti Lili menuju pasar dan sepanjang jalan Riko terus saja mengelus dan jalannya yang kadan meloncat menghindari lumpur agar sepatu mahalnya tidak kotor.


"Sayang....Tunggu!" teriak Riko.


"Ck, kau ini menyusahkan saja masalah ini!" decak Lili "Ayo cepat dan tangkap ikan ini" seru Lili saat mendapatkan penjual ikan lelenya.


"Pak, ikan lelenya di jual kan ya?" tanya Lili.


"Ya di jual lah neng, masa di pelihara sih!" seloroh penjual.


"Hei pak! jangan bercanda dengab istriku! aku tidak suka!" sarkas Riko yang kesal karena penjual ikannya sudah berani berseloroh dengan istrinya apalagi saat ini istrinya malah tertawa menanggapi itu.


"Mas nya cemburuan ya" kekeh penjual.

__ADS_1


"Ck jangan sok akrab denganku!" ketus Riko.


"Sayang..!" tegur Lili yang tidak enak dengan sikap suaminya dengan wajah masamnya dia pasang untuk Riko.


"Iya iya"


"Tangkap Lelenya sanyang cepat!"


Riko berjalan pelan menuju baskom besar yang berisi Lele, dag dig dug tak karuan perasaan Riko saat melihat kulut lele dan posturnya yang sangat menggelikan.


"Sayang....." kembali Riko merengek meminta bantuan.


"Cepat sayang nanti keburu malam!" kata Lili dengan tangan yang menyilang di dada.


Riko akhrinya memberanikan dirinya, mulai memasukan tangannya dan menagkap ikan yang di inginkan istrinya.


"Akhhhhh sayang...ini sangat menggelikan" teriak Ans saat tangannya bersentuhan dengan langsung dengan ikannya.


"Ayo sayang tangkap ikannya! jangan mau kalah dengab hewan itu!" ucap Lili memberi semangat pada suaminya.


"Aku tidak bisa sayang...!" jawab Riko dengan wajah yang mulai mewek.


"Ayo sayang, buktikan jika suamiku ini mencintai istrinya dengan membawa lele untuku'


Tangan Riko terus bergerak hingga akhirnya satu lele berhasil tertangkap oleh tangannya dan "Yeii sayang aku dapat...!" teriak Riko yang tidak lagi mengeratkan tangkapanya tapi mengangkatnya tinggi tinggi dan akhirnya.


"Akh... Sayang tolong aku..hei tolong bantu aku..."


Riko berteriak saat lele yang ada ditangannya melonpat dan mengenai wajahnya, sementara Lili dan beberapa orang yang ada di sana hanya menertawakan dirinya saja.


"Pak tolong suamiku itu" pinta Lili karena merasa kasihan pada Riko.


Lili masih tertawa walau ikannya sudah di tangkap dan di masukan dalam kantongan dan Riko yang penampilannya jadi berantakan.


"Pak tolong bawa langsung ke mobil ya, suami saya sudah tidak bisa lagi soalnya" pinta Lili.


"Baik" jawab Penjualnya.


"Ayo sayang kita pulang" ajak Lili yang lebih dulu melangkah dan meninggalkan Riko di belakang, senyum senang masih menghiasi bibir wanita itu.


"Ck, dasar istri tidak punya hati!" decak Riko dengan suara kecilnya, tapi sayang Lili mendengar gerutuannya.

__ADS_1


"Apa katamu sayang...?" tanya Lili dengan suara datarnya.


Riko menuengir karena ternayata Lili mendengarnya "hehe tidak ada sayang, ayo kita pergi!" ajak Riko yang berniat menggandeng Lili.


"Jangan menyentuhku! kau bau amis" teriak Lili yang langsung berlari meninggalkan Riko.


"Jangan lari sayang....! nanti kamu jatuh!" teriak Ans yang langsung bergegas menyusul Lili, dia takut jika Lili terpleset dan jatuh yang akan menyakiti calon anak mereka nanti.


Saat ini kedua pasangan suami isrti itu sudah tiba di kediaman mereka, dan Riko langsung melesat pergi memasuki kamar untuk membersihkan diri.


Riko sudah tidak tahan dengan bau badanya yang sangat amis, benar benar sangat menyiksa penciumannya bahkan berkali kali dala perjalanan perutnya bergejolak jika aroma amis itu menyengat di hidungnya.


Lili sendiri menuji dapur untuk meletakaj lele yang mereka bawa sekaligus untuk menyuruh asisten rumah tangga mereka untuk membuatkannya lele krispy sebagai menu makan malam ini.


Sedangkan di Kota lain, pasangan yang basu saja mengalami drama salah paham kemudiak berbaikan itu, masig tertidur pulas padahal waktu sudah menunjukan pukul enam sore.


Mereka terlalu lelah meraih puncak kenikmatan yang untuk pertama kalinya bagi mereka di lakukan dalam keadaan sadar dan saling meginginkan.


"Eughh"


Terdengar lenguhan Helena dan gerakan kecil tercipta saat dia mencoba meregangkan ototnya yang sempat kehabisan tenaga melayani kemauan Ans dengan suka rela.


Dia melihat tangan yang melingkar di perutnya kemudian beralih pada wajah pria tampan yang tak lain adalah suaminya seketiakn Helena merasa sangat malu mengingat kembali apa yang terjadi pada mereka, wajahnya merona dan dia kembali menyusupkan wajahnya dalam pelukan Ans.


Sementara Ans hanya tersenyum melihat tingkah istrinya, walau matanya tertutup tapi Ans bisa mengetahuinya melalui gerajan tubuh Helena


Semakin mengeratkan pelukannya menyambut baik niat Helena yang merapatkan tubuhnya hingga menyentuh kulit tubuh Ans.


Helena langsung mengangkat wajahnya saat merasakan pelukan Ans yang senakin erat dan dia sadar jika Ans sudah terbangun.


"A apa kau sudah bangun?" tanya Helena ragu ragu.


"Belum" jawab Ans dengan mata tertutup.


"Ohhh belum ya" sahut Helena.


Tapi sesaat kemudian Helena kembali mengangkat wajahnya saat menyadari sesuatu, ternyata Ans sudah bangun terbukti dari dia yang menjawab pertanyaan Helena.


"Kami bohong ya..!" kata Helena mencubit manja lengan Ans yang bertengger di perutnya.


Sementara Ans hanya terkekeh karena Helena baru menyadarinya "ayo mandi, ini sudah gelap" ajak Ans seraya beringsut dari tidurnya dan berdiri kemudian mengangkat tubuh Helena dan membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


Sementara Helena hanya pasrah dan melingkarkan tanganya di leher Ans agar tidak jatuh dengan wajah yang dia sembunyikan di dada bidang Ans.


Bersambung...


__ADS_2