
Jika Lili Riko dan Ans terjebak dalam cinta yang tidak pasti, berbeda dengan pasangan Ruben dan Santi yang semakin hari semakin mesra saja, bak perangko yang selalu menempel sebagai pelengkap.
Seperti sore ini, Ruben pulang dengan membawa martabak keju coklat pesanan istrinya, Ruben tidak tau akan seperti apa nantinya rasa martabak itu, Tapi dia harus mengabulkan keinginan istrinya, dari pada nanti Itrinya itu akan menangis lagi.
Flashbcak...
Seperti dua hari yang lalu pada pertengahan malam Santi terbangun inginakan nasi goreng suaminya. Jelas saja Ruben kaget karna tidak biasanya Santi meminta begitu dan lagi Santi tau kalaj Ruben tidak bisa memasak.
" Mas...mas.." panggil Santi dengan menggoyangkan tubuh suaminya sedikit kencang.
" hmmm." saut Ruben dengan mata masih terpejam malas untuk membukanya.
" Mas bangun....Aku lapar." rengek Santi lebih kencang lagi
" Aduhhh sayang kamj lapar." kata Ruben dengan memkaskan membuka matanya meski sebenarnya ia sangat mengantuk dan capek
" Hooh..anak mas minta makan." jawab santi asal.
Ruben melongo mendengar jawaban asal istrinya, bagaimana mungkin anaknya yang masih menjadi cicak itu bisa lapar.
" Anak kita atau bundanya yang lapar hmm ?" tanya Ruben dengan menggoda istrinya.
" Anak kita mass,, bukan aku." rengek Santj namun cemberut.
Ruben hanya terkekeh mendengar mendengar elakan dari istriya. Mengacak rambut yang sudah berantakan itu menjadi semakin berantakan.
" Yaudah ayo, kifa bangunkan bibi" ajak Ruben berniat bangun dari duduknya yang bersandar
" Aku gk mau." ucap Santi menggeleng
Ruven menyerngit mendengar penolakan istrinya." kenapa.? bukannya kamu bilang lapar hmm.?" tanya Ruben dengan membingkai wajah sang istri.
" Aku mau makan dan mas yang harus memasaknya." ucap Santi.
" ha...Tapi mas gk bisa masak sayang." ucap Ruben yang berniat menolak permintaan sang istri.
Santi sudah berkaca kaca saat mendengar Ruben menolak keinginnya. " mas gak sayang sama aku dan anak kita.?" tanya Santi dengan air mata yang sudah menganak sungai.
Ruben menggaruk tengkuknga yang tidak gatal, kenapa istrinya sekarang jadi cengeng dan mudah menangis. " Bukan sayang, mas sangat mencintai kamu. Hanya saja apa kamu yakin mau makan masakan mas.? kalau iya, yasudah kita ke dapur biar mas masak nasi goreng untukmu." bujuk Ruben agar istrinya tidak menagis.
Mata Santi langsung berbin mendengar perkataan suaminya dan dengan semangat yang menggebu, ia turun dam berkata. " anak kita tidak akan keberatan dengan masakan ayahnya." jawab Santi yang sudaj berada dekat pintu dan Ruben segera menyusulnya untum kedapur memasak permintaan sang istri
__ADS_1
Flshback off.....
Ruben masih berada dalam mobil dengan di setir oleh Ans. Ya, meski Ans sedang tidak dalam keadaan baik baik saja hatinya tapibia tetap bersikap profesional.
" Ans." panggil Ruben
" Ya tuan." jawab Ans tapi tatapannya tetap fokus pada jalanan.
" Bagaimana persaanmu sekarang.?" tanya Ruben yang melihat asistennya sedari tadi diam tanpa ekspresi.
" Perasaan apa yang tuan maksud.?" Ans betaranya berbalik pada Ruben.
" Cih." Ruben berdecih mendengar pertanyaan Ans yang seolah tidak terjadi apa pun padanya dan itu membuat Ruben merasa jengkel. Kau itu ya buat aku kesal saja.! ya perasaanmu terhadap sekrtarisku itu lah, memang apa lagi ha.!" gerutu Ruben.
Ans tidak menjawab pertanyaan Ruben, tapi ia fokus pada jalanan saja, dan tentu saja itu membuat Ruben semakin meradang. " Hei kau dengar tidak.! teriak Ruben yang duduk di kursi penumpang.
" Tidak. Saya tidak mendengar apa pun." jawab Ans Santai.
" Aihhh kau ini.!" baru saja Ruben hendak memajukan tubuhnya untuk menggapai tubuh Ans, tapi mobilnya keburu berhenti mendadak dan.
Brukk...
" Maaf tuan. Saya tidak sengaja menginjak rem mendadak karna kita sudah sampai tuan." jawab Ans yang berusaha menyembunyikan senyumnya.
" Kau...-!" Ruben tidak lagi melanjutkan ucapannya saat matanya menangkap sosok wanita yang sangat di cintainya sedang menunggu kedatangannya di teras rumah.
Senyum mengembang menghiasai bibir swksi Ruben, dan dengan langkah ringan ia langsung turun dengan tangan kiri tersampir jas dan tangan kananya menenteng kotak martabak keju coklat.
" Sempat Ruben berkata pada Ana. " cepat taruh tas kerjaku di ruang tamu dan segeralah pergi." usir Ruben tanpa perasaan.
Sedangkan yang di usir hanya berdecih melihat kebucinan sang tuan yang sudah dikatakan tingkat akut kepada istrinya.
" Sayanggg mas pulang..." seru Ruben dengan senyum yang tidak luntur dari bibirnya
" Masss.." sambut Santi yang langsung memeluk suaminya da n pelukan itu itu sangat di sambut baik oleh lelaki tampan itu
Ruben memberikan pesanan sanng istri, dan dengan senag hati Santi mengambil pesananya, barulah kemudaan ia mencium punggung tangan suaminya dan ruben mencium mesra kening istrinya.
" Makasih masa." kata Santi dan langsung mencomot satu kecupan di pipi suaminya dan bergegas masuk kedalam rumah.
Ruben mengusap dan mengelus lembut pipinya yang terasa hangat bekas kecupan itu, dengan hati berbunga ia segera melangkah menyusul istrinya
__ADS_1
" Sayangg....Tungguin mas.." panggil Ruben dan berelari kecil menuju dapur tempat istrinya berada.
Samapi didapur, Ruben melihat istrinya sudah duduk manis di meja makan melahap potongan demi potongan martabak keju coklat itu, dan Ruben merasa ngilu sendiri melihat itu.
" Sayang. Mas ke kamar dulu mau mandi sebentar." ucap Ruben yang melihta istrinya tidak lagi melirik kearahnya tetapi asyik sendiri melahap makannya.
Santi hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas perkataam Ruben, dan lelaki itu hanya menggeleng gemas dengan sikap Santi.
Ruben melangkah menuju kamr mereka, dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket.
Lima belas menit kemudian, Ruben keluar dari kamar mandi hendak menuju walk in close, tapj ia terekjut melihat istrinya sudah duduk dengan santi di sofa pojok kamar mereka tempat yang biasa digunakan Ruben ubtuk mengerjakan kerjaannya bila santi tidak ingin di tinggalkan.
" Asatga sayang....Kamu mengagetkan mas aja sih." ucap Ruben mengelus dadanya yang telanjang.
Santi tidak mendengarkan perkataan suaminya tapi ia fokus menatap tubuh sang Rubeb yang selalu mampu membuatnya tergiur.
Ruben yang menyadari Santi terpaku pada tubuhnya yang sispack, dengan senyum licik ia mendekati Istrinya dan.
Hap
Ruben sudah menangkap tubunh Santi dan merebahkan di sofa panjang itu. Dan Santi langsung tersadar mendapati Ruben yang sudah menugukung tubuhnya di bawah
" Mas..Mas kenapa begini.? mas mau apa.?" tanya Santi tergagap.
Ruben terkekeh melihat istrinya yang salah tingkah, dengan tetap pada posisi itu. Ruben berkata. " mengagumi suami mu yang tampan ini sayang ?"
Santi memalingkan tatapannya, ia sangat malu karna sudah ketahuan tetah telah tergoda dengan tubuh suaminya yang setiap harinya ia lihat.
" siapa yang mengagumimu mas." elak Santi.
" Mngagumi juga tidak dosa sayang kan suami sendiri." ucap Ruben yang langsung meraup bibir istrinya yang dengan sangat senang hati di sambut oleh Santi
Mendapag sambutan dari sang istri, Ruben tidak lagi menyia nyiakan kesampatan dengan gercep Ruben membawa tubuh istrinya ke atas kasur, agar Santi merasa nyaman bercinta dengan nya apalagi ini juga untuk kebaikan janin mereka.
Dan seketika, pertempuran panas pun telah terjadi antara dua insan yang saling mencintai, melebur menjadi satu dalam penyatuan diri mereka.
Bersambung....
Author mau mengingatakan lagi ya, kalau novrl author yang baru akan segera update pada tanggal 16 maret 2021.
__ADS_1