Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Rival


__ADS_3

Setelah menghubungin Nanda, kini Lili menghubungi seseorang yang akan memantau aktifitas Riko di luar kantor, agar apa yang di lakukan Riko bisa di ketahui termasuk jika bertemu Janeth, karean menurut informasi jika wanita masalalu suaminya itu belumlah kembali dan berita yang membuat Lili semakin cemas adalah Janeth yang akan tingga lama di Indonesia.


Lili bukan takut pada suaminya yang akan menghianatinya tapi dia takut jika wanita ular itu teris mengintil dan menempel pada Riko, dan jika sudah begitu bukan tidak mungkin hal yang dia takutkan terjadi, Riko bisa saja kembali pada Janeth walau bukan karena cinta bisa saja karena jebakan dan hal itu akan membuat semakib rumit saja nanti.


"Jangan berpikir jika aku akan membiarkan kamu merebut milikku nona! itu tidak akan pernah terjadi dan aku pastikan kau akan kembali ke negaramu dan menangisi suamiku seumur hidupmu" gumam Lili dengan kedua tangan yang mengepal kuat, dan mata yang sudah berkabut amarah.


Bukan tanpa alasan Lili marah, karena ternyata bersamaan dengan informasi yang dia dapat jika Janeth akan menetap lama di Indonesia, ternyata informasi yang mengganjal hatinya terjawab kebohongan yang di rasakan Lili terjawab ternyata Riko bersama Janeth.


Setelah semuanya selesai Lili beniat ingin membuatkan bekal makan siang untuk Riko seperti biasanya, dan setelah selesai Lili melesat pergi menggunakan supir yang sudah di sediakan Riko untuk pergi kemana pun dia mau.


Baru saja Lili menginjakan kakinya di halaman luar Kantor suaminya, tapi maniknya menangkap sosok wanita yang bisa dikatakan adalah rivalnya.


Senyum licik terbit di sudut bibir Lili, dia berencana untuk membiarkan Janeth masuk dan dia akan masuk setelah adanya obrolan antara keduanya.


Kembali menutup pintunya, san membiarkan Janeth masuk lebih dulu dan setelah memastikan Janeth maduk dalam lift, Lili langsung menghubungi Nanda agar tudak mengahalangi wanita ular itu menurut panggilan Nanda.


"Biarkan wanita ular itu masuk Nanda, sepertinya drama akan dimulai lagi" tulis Lili.


Nanda yang menerima pesan dari istri bosnya hanya mengikutinya dan mempersilahkan wanita itu masuk, walau bingung dengan perubahan sikap sekretaris Riko tapi dia masa bodoh saja yang penting bisa bertemu Riko pikirnya.


"Riko" seru Janeth setelah membuka pintu ruangan milik pria itu.


Riko begitu terkejut mendengar dan melihat siapa yang datang, dia tidak pernah menyangka jika Janeth akan kembali mengunjungi kantornya.


Kecemasan seketikan melanda diri Riko melihat jam yang sudah menjukan sebentar lagi waktu makan sian, itu artinya Lili kemungkinan besar bisa saja kemari membakanan dirinya makan siang.


" Ada apa kau kemari Janeth" tanya Riko dengan datar.

__ADS_1


wajah seriusnya terhadap berkas di atas menjanya semkin erius dan tidak berekspresi ketika melihat wanita itu, dan moodnya langsubg hancur saat itu juga.


"Aku ada urusan di dekat sini dan saat perjalanan pulang aku melewati kantormu, jadi aku berfikir untuk mampir dan lagi ini waktunya makan siang, jadi sekalian saja mengajakmu makan siang, tidak masalah kan?" tanya Janeth dengan tatapan memohon ia tampilkan agar Riko tertipu dan mau makan siang bersamannya.


"Maaf nona Janeth, anda harus kecewa kali ini karena saya susah terlanjur membawakan makan siang untuk suamiku, jika tau begini mungkin aku tidak usah memasak saja tadi" ucap Lili menerobos masuk dan senyum manisnya di berikan untuk tamu suaminya,


Riko sangat terkejut melihat Lili, baru saja memikirkan wanita itu dan kini sudah muncul saja, sementara Janeth jangan di tanya lagi bagaimana dia.


Janeth sangat kesal karena lagi lagi usahnya gagal untuk bersama Riko hari ini, kedatangan Lili sepertj ancaman besar baginya, tapi dia tidak akan menyerah untuk berjuang.


"Sayang kau sudah datang" ucap Riki langsung merangkul pingga Lili dan mencium pelipis gadis itu.


Janeth membuang mukanya enggan untuk menyaksikan itu, rasanya seperti tertusuk duri jantungnya melihat ahl itu.


"Iya sayang, aku tidak tau jika kau akan kedatangan tamu yang mengajak makan siang, jika begitu lebih baik aku tidur dirumah tadi" ucap Lili seolah menyesal sudah datang dan senang jika tidak datang kemari.


"Hei sayang, kau mau suamimu kelaparan?" tanya Riko tidak suka dengan perkataan Lili.


"Mana mungkin aku membuat suamiku kelaparan, aku bukan istri yang jahat sayang" ucap Lili.


Dia membelai pipi Riko dengaj lembut kemudian menciumnya,tapi lirikan mata gadus itu tertuju pada Janeth yang berusaha menahan amarahnya, tangannya pun sampai terkepal kuat karena itu.


"Sampai kapan kamu akan bertahan nona Ular" batin Nanda yang ternyata menyaksikan adegan itu.


"Teruslah berada disini agar kamu bisa melihat yang lebih dari ini" batik Lili dengan senyum liciknya.


"Baikalah karena aku istri yang baik jadi sekarang makan lah" ucap Lili "oh ya nona Janeth, kemarin acara makan siang kita batal, bagaiman jika nona menggantinya sekarang" lanjut Lili.

__ADS_1


"Sayang..." tegur Riko yang ingin protes.


Janeth yang merasa jika Lili sebenarnya menantang dirinya menajdi tertantang, tanpa pikir panjang langsung mengiayakan perkataan Lili "baiklah kebetulan aku tidak terlalu terburu" ucap Janeth yang langsung merapat dan duduk di sebelah Riko.


Lili yang melihat Janeth lebih gercep darinya dalam mencari posisi tidak mau mengalah "aduh aduh sayang" keluh Lili yang mengundang kekhawatiran dari Riko.


"Sayang, kau tidak apa apa?" tanyq Riko panik.


Tangannya bergerak mengelus perut Lili, dia khawatir jika terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya, "aku sepertinya kelelahan dan anak kita pengen di pangku deh" ucap Lili yang langsung melirik Janeth untuk melihat rekasi wanita itu


"Ohh anak Ayah sedang pengen dimanja ya sama Ayah? sini Ayah pangku" ucap Riko dan langsung mendaratkan bokong Lili di atas pangkuannya tanla peduli dengaj keadaan Janeth yang sudah berkaca kaca.


"Terimakasih Ayah sudah pangku Bunda" ucap Lili menirukan suara anak kecil.


"Sama sama" ucap Riko "tapi bagaimana Ayah bisa makan?" tanya Riko berpura pura berpikir.


"Di suap sana Bunda sayang" jawab Lili.


"Nanda...Nanda" seru Lili.


"Iya nona, ada yang bisa di bantu non" tanya Nanda dengan senyum manisnya.


"Aku ingin makan pecal ayam, bisa kau belikan untukmu sekalian untuk makan siangmu"


"Baiklah nona, saya belikan"


"Sayang aku ambil piring kita dulu" ucap Lili hendak berdiri tapi kembali Lili mengadu kesakitan "aduh aduh" ringis Lili.

__ADS_1


"Sayang kau duduklah biar aku saja yang ambil" ucap Riko dan langsung pergi.


Bersambung...


__ADS_2