
"Ayo Mom kita tidur, kata Nenek sebentar lagi ada pesta lagi" kata Radith.
Nara hanya bisa pasrah akan keadaanya, tidak bisa menolak keinginan dua orang pria yang sialanya sangat dia sayangi dan mau tak mau Nara mengorbankan dirinya untuk kesenangan keduanya.
Walau sebenarnya ini bukan pengorbanan juga karena dasarnya Nara memang harus berada disana bersa mereka, harus membiasakan diri untuk hal hal seperti ini, sama seperti yang dikatakan Rajesh suaminya.
"Baiklah ayo kita tidur"
Mereka akhirnya tidur bertiga dengan posisi Rajesh berada di kanan Nara dan Radith berada disebelah kiri Nara, dan hasilnua gadis canti itu diapik oleh dua pria tampan yang berbeda generasi.
Rajesh langsung memeluk erat Nara, wajahnya tenggelam dicerik leher Nara membuat gadis cantik itu merasa kegelian tapi tidak bisa berbuat apa apa karena sudah dihimpit, sedangkan dari samping kiri Radith pun sama, lengan kirinya diletakan diperut Nara dan memeluknya erat sama seperti yang dilakukan Rajesh.
Walau merasa sempit dan gelisah tapi Nara juga merasa senang, karena dikeliling oleh pria pria tampan yang sangat mencintainya, sangat sayang bahkan sangat takut kehilangannya, membuat Nara tidak bisa lagi berjohong jika dirinya juga mencintai kedua pria itu, dan cintanya pada porsi dan status masing masing.
Nara akhirnya ikut terlelap damai dalam pelukan yang semakin lama semakin terasa nyaman baginya, hingga tak terasa waktu dua jam sangat cepat dan ketukan pintu memaksa kedua anak manusia yang sudah dewasa itu terbangun dari tidur nyaman.
"Mas.... ada yang mengetuk pintu, singkirkan dulu tangannya aku mau buka pintu dulu" kata Nara pelan, agar tidak membangunkan Radith.
Rajehs menggeliat malas, melepaskan tanganya yang masih melingkar nyaman dipinggang Nara, melepaskannya dan merubah posisi tidurnya kini menyandar dikepala ranjang.
Sedangkan Nara langsung meringsut turun dari ranjanh menuju pintu utama kamar mereka membukakan pintu untuk tamu yang ternyata itu adalah pihak MUA yang akan merias dirinya.
"Selamat sore Nona Muda, maaf mengganggu waktunya, tapi sekarang waktunya untuk bersiap" kata Perias yang tadi pagi juga merias dirinya.
"Tapi aku belum mandi, suami dan anakku juga sedang tidur, tunggulah lima belas menit lagi ya aku harus membersihkan diri terlebih dahulu" kata Nara.
"Baiklah Nona, silahkan kami akan kembali lima belas menit lagi" kata perias itu.
"Terimakasih ya, maaf merepotkan" kata Nara tidak enak hati.
"Tidak masalah Nona, kami permisi"
"Baiklah"
"Siapa sayang.." tanya Rajehs saat melihat istrinya sudah kembali.
"Pihak MUA, mau merias katanya" kata Nara.
"Ohh, kamu bersiaplah, nanti Mas mandi belakangan" titah Rajesh yang langsung dijawab anggukan oleh Nara mengingat waktu yang tinggal sedikit.
Nara membersihkan tubuhnya sedangkan Rajesh melakukan tugasnya membangunkan putraya yang masih tidur dengan nyaman, "Boy...bangun kita harus bersiap" kata Rajehs dengan tangan yang menggoyangkan tubub Radith pelan.
__ADS_1
"Ada apa Dad?" tanya Radith dengan suara seraknya.
"Bangun, kita harus bersiap"
"Dimana Mommy?" tanya Radith yang tidak melihat keberadaan ibunya.
"Mommy sedang membersihkan diri dan sebaikanya setelah mommy, kita juga harus mandi"
"Baiklah Dad" pasrah Radith, tubuhnya juga berubah posisi menjadikan sama seperti ayahnya yang menyender sembari menunggui ibunya.
Nara sudah selesai, dengan handuk kimono yang melekat dalam tubuhnya, gadis cantik itu sengaja hanya menggunakan kimono alasannya adalah dia akan dihias dan pasti akan menggunakan gaun lagi dan agar tidak kesusahan nanti akhirnya hanya menggunakan kimono saja.
"Kalian mandilah" kata Nara.
Kedua pria itu mengangguk, Rajehs tidak ada kesempatan menggoda istrinya mengingat waktu yang singkat dan keadaan dalam kamar yang bukan hanya mereka saja, ada anak kecil yang harus dihindari hal hal yang dapat mencuci otak polosnya.
Tok Tok Tok.
Pintu kembali diketuk dan Nara yakin jika itu adalah pihak MUA yang akan merias dirinya, dengan segera Nara melangkah dan benar saja tebakannya hanya saja sedikit meleset karena tamu yang datang kali ini bertambah dan personilnya adalah ibu mertuanya.
"Mama..."
"Belum siap?" tanya Clara dengan lembut sekedar bernada basi.
"Radith sudah bangun?" tanya Clara lagi.
Ditangannya ada pakaian untuk Radith kenakan dan karena waktu sudah hampir habis makanya Clara ikut turun tangan dalam persiapannya, bahkan pihak MUA menambah anggota perias berdasarkan permintaan Clara.
"Ada.. lagi mandi bersama Mas Rajesh mah"
"Ckck anak itu sudah tidak bisa lepas darimu rupanya, hingga nekat melarikan diri dari kamar" decak Clara membuat Nara hanya tersenyum.
"Tidak masalah ma, aku lihat dia sangat nyenyak tidurnya" ungkap Nara.
"Sungguh? Malang sekali dirinya, begitu inginnya memilik seorang ibu" lirih Clara.
"Ma.. jangan seperti ini lagi, sekarang sudah ada aku bukan dan aku akan berusaha menjadi ssosk ibu yanh baik untuknya," kata Nara dengan tulus, Clara tersenyum mendengar perkataan Nara dan dia tidak meragukan hal itu karena sebelum sampai pada tahap ini dirinya sudah melakukan penelitian, mencari tau seperti apa Nara dan hasilnya sangat memuaskan, sesuai kriterianya dan yang lebih menggembirakan adalah sesuai dengan keinginan putra dan cucunya.
"Yasudah bersiaplah, bunda akan membatu Radith untuk bersiap agar cepat" kata Clara dan Nara mengangguk mengiyakan.
Nara dan diikuti para petugas MUA masuk kedalam kamar dan langsung memulai pekerjaannya mempermak wajah Nara yang sudah sangat cantik alami, sedangkan Clara menunggu putra dan cucunya siap membersihkan diri.
__ADS_1
Ceklek
"Loh Mama... kok disini?" tanya Rajehs setelah keluar dari kamar mandi.
"Mama mau membantu anakmu bersiap, dan kau juga bersiaplah" kata Clara.
"Baiklah Mah.."
Nara masih dalam tahap permak sedangkan Rajehs dan Radith sudah selesai sejak tadi karena memang tidak banyak hal yang harus dipersiapkan oleh mereka, hanya cukup menggunakan jas dan pantofel mahal keduanya maka akan sempurna hasilnya.
"Wanita lama ya Dad kalau dandan?" curhat Rsidth.
"Iya, agar tampil cantik" jawab Rajehs singkat.
"Padahal Mommy sudah cantik, tanpa dandan juga akan tetap cantik kok" keluh Radith.
"Kamu benar Boy, tapi untuk hari ini Mommy haris benar benar tampil cantik, harus jadi bintang diantara banyak peserta karena Mommymulah ratunya malam ini" jelas Rajesh.
Radith hanya menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari ayahya, dia merasa setuju dengan perkataan Ayahnya, jika Mommya harus menjadi bintang malam itu dan harus berdandan secantik mungkin agar para tamu yang melihat berdecak kagum pada Ibunya.
"Ya Daddy benar, Mommy harus sangat cantik malam ini" saut Radith.
"Sudah Nona, saatnya bertukar pakaian" kata perias.
"Oh ya terimakasih, karyamu selalu memuaskan" kata Nara dengan tulus.
"Hasil riasan akan didukung dengan pemakainya Nona, walau banyak make up yang bisa merubah buruk rupa menjadi cantik tapi tetap saja ada cela dimana kesempurnaan akan karya itu ternodai, tapi sebaliknya jika pemakainya sudah sempurna seperti anda maka sebiasa dan senaturan apapun riasan maka akan tetap tampak sanga sempurna dan memuaskan" kata Perias menjelaskan.
Nara hanya tersipu malu mendengar penjelasan perias yang tak secara langsung memuji dirinya mengatakan cantik padanya, walau memang Nara akui jika saat ini dirinya memang benar benar sangat cantik.
"Terimakasih, ayo tolong bantu aku mengenakan pakaianku" pinta Nara yang setujui oleh perias.
Nara menggunakan gaun kedua yang lagi lagi sesuai pilihannya tempo hari dan tentu saja selalu melekat sempurna ditubuhnya membuat keindahan tubuhnya tubuhnya terbentuk dengan sempurna dan sudah pasti akan membuat orang lain terkagum kagum dengan penampilannya.
Tak Tak Tak
Nara melangkah menggunakan higls yang menimbulkan bunyi saat tumit sepatunya bertabrakan dengan lantai keramik kamar hotel membuat kedua pria yang fokus pada hp mengalihkan perhatian dan kini mata keduanya tak berkedip sama sekali dan mulut menganga terbuka lebar.
.
.
__ADS_1
Bersambung...