Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
suka suka


__ADS_3

Nara berjalan pelan menuruni tangga, karena gaunnya yang panjang menjuntai kebawah, alhasil Martha dan pihak MUA membantu Nara berjalan agar tidak terjatuh karena menginjak kaki gaunnya.


"Wahhh ini Princess kita Ayah Ibu..?" tanya Lionel yang takjub dengan penampilan adiknya, yang diperhatikan dari lantai bawah.


"Tentu saja ini Princess kita, memang siapa lagi" jawab Naina rapi matanya tidak lepas dari Nara.


"Cantiknya Princess kita Bu, berasa tidak ingin dia keluar dari Istana" celutuk Lionel.


"Dasar kamu ini, memangnya adikmu tahanan cantik apa" gerutu Anan yang juga ekspresinya sa tidak melepaskan pandangannya dari Nara putrinya yang teris berjalan menuruni tangga.


"Selamat pagi semua.." sapa Nara dengan senyum manisnya.


"Wahhh anak Ibu sangat cantik" kata Naina dan mendekat kearah Nara, meraihnya dan memeluknya lembut agar tidak merusak penampilan putrinya.


"Adikku juga Bu" kata Lionel.


"Putri Ayah juga" timpal Anan dan mendekat kearah Nara dan memeluknya lembut seperti yang dilakukan Naina lalu berganti dengan Lionel yang memeluk Nara dan mencium kening adiknya sekilas.


"Kamu cantik sekali dan beruntungnya dia yang bisa mendapatkan adik kakak ini" kata Lionel dengan wajah sendunya.


"Terimakasih tapi pasti kalianlah yang jauh lebih beruntung bukan karena aku bagian dari kalian" kata Nara yang di jawab anggukan cepat oleh Lionel dan disusul oleh yang lainnya.


"Kamu benar, Kakak sangat beruntung kamu menjadi adik Kakak dalam kehidupan ini dan Kakak juga yakin jika Ayah dan Ibupun pasti sama beruntungnya dengan kakak" kata Lionel.


"Benar, kakakmu benar" kata Naina.


"Sudah, kita berangkat saja sekarang agar tidak terlambat" kata Anan.


"Baiklah ayo berangkat" jawab mereka bersamaan.


Sementara di kediaman Fernandese, suasana tidak kalah hebohnya saat keluarga besar Fernandese berkumpul karena acara pernikahan Rajesh yang sebenarnya tidak bisa mereka percayai, pasalnya pria yang akan menjadi bintang hari ini adalah pria yang sangat dingin bahkan kepada para kerabatpun bersikap dingin, hanya pada keluarga inti saja Rajesh mau berinteraksi layaknya manuasi normal pada umumnya.


Dan karena hal itu membuat semua keluarga besar sangat penasaran dengan calon mempelai wanita yang mampu meluluhkan pertahanan seorang pria arogant plus dingin itu.


"Aku tidak menyangka kak, keponakan dinginku itu akan menikah, aku jadi penasaran bagaimana wujut gadis itu sehingga mampu meruntuhkan pertahanan pria dingin itu" kata Silvie adik dari Fernandese.

__ADS_1


"Kau akan tau nanti Silvie, karena dia adalah jelmaan bidadari yang tentunya ditakdirkan untuk menjadi menantuku" jawab Clara dengan hejohnya dan tak tertinggal rasa bangganya terhadap kecantikan Nara.


"Uhhh kakak saja seperti ini, aku jadi semakin penasaran saja" decak Silvie.


"Lihat saja nanti, jika sudah bertemu" kata Clara membuat Silvie semakin penasaran, karena memang Clara tidak menampakan foto Nara sesuai dengan keinginan Rajesh yang ingin membuat kejutan pada semua keluarga besarnya.


"Hei RF...! tunjukan seperti apa calon istrimu" seru salah satu sepupu Rajesh yang tak lain adalah anak dari Silvie karena kebetulan Rajesh sudah turun dengan stelan jas mahalnya, siap untuk berangkat ke Gereja untuk pemberkatan.


Rajesh hanya melihat sekilas dengan wajah datarnya, lalu kembali melangkah membuat Clara menjadi tidak enak hati. Entah kenapa Sikap Rajesh seperti itu, padahal dalam keluarga besarnya tidak ada yang bersikap demikian.


"Maaf ya jika tidak direspon, kalian tau kan kalau dia sudah seperti itu sejak kecil" kata Clara merasa tidak enak hati.


"Tidak perlu merasa tidak enak hati Tante, kami sudah terbiasa dengan sikapnya jadi dan hanya orang bodoh yang masih merasa tersinggung jika diperlakukan seperti itu sementara sudah tau jika sikap lawan bicaranya sudah seperti itu" kata Yerin anaknya Silvie.


"Syukurlah kalau kalian bisa maklum, yasudah ayo kita berangkat... jangan sampai terlambat" ajak Clara.


Semuanya berjalan keluar menyusul Rajesh yang sudah lebih dulu berangkat bersama Leo asistennya, membuat orang orang hanya geleng kepala melihat sikapnya yang sudah tidak sabar dan jujur saja itu membuat para kerabat semakin penasaran dengan sosok Nara.


Samapi di gereja tujuan, dan karena kedua keluarga sudah tiba tepat waktu akhirnya acara pemberkata dimulai dan kedua mempelai sama sama mengucapkan janji suci sesua dengan arahan yang disampaikan sang penggembala.


"Rajesh Fernandese...apakah enkau bersedia mengambil Kanada Saker sebagai istrimu baik dalam keadaan suka dan duka, senang dan susah, sehat dan sakit dan mencintainya hingga maut memisahkan...jika ya? jawablah saya bersedia" kata penggembala.


"Kanada Saker... apakah engkai bersedia menerima Rajehs Fernandese sebagai suamimu baik dalam keadaan suka dan duka, senang dan susah, sehat dan sakit dan mencintainya hingga maut memisahkan...jika ya? jawablah saya bersedia" kata penggembala.


"Saya bersedia.." jawab Nara percaya.


"Silahkan pasangkan cincinya" kata penggembala.


Rajesh mengambil cincin dalam kotak yang dulu mereka pesan sesuai dengan keinginan Nara dan langsung memasangkannya dijari manis sang istri, dan sebaliknya Nara juga melakukan hal yang sama, memasangkan cincin di jari manis Rajesh.


"Silahkan cium pasagannya"


Rajehs menatap mata Nara yang juga gadis itu tengah menatapnya seolah menyampaikan rasa terimakasih dan syukur atas mereka yang kini sudah terikat dalam ikatan suci pernikahan, dan perlahan tapi pasti Rajehs menundikan wajahnya dan mengecup bibir manis Nara yang sudah dua kali lebih dulu di incipnya.


Mereka hanya menempelkan bibir tapi berdurasi sedikit lama, mencoba meresapi rasa masih bibir satu sama lain setelah sah menjadi pasangan dan ternyata rasanya jauh lebih manis dari ciuman sebelumnya, ciuman sebelum sah menjadi pasangan halal.

__ADS_1


Tepukan riuh membuyarkan keduanya, dan tautan kecupan lebut itu terlepas, membuat Nara merona karena terbawa suasa dan melupakan jika saat ini sedang di tonton banyak mata sedangkan Rajesh tetpa pada sikap coolnya seolah hal itu tidak berpengaruh pada dirinya.


"Kini kalian sudah menjadi pasangan yang sah agama terlebih dimata Tuhan" kata penggembala.


Kedua pasangan itu tersenyum bahagia karena akhirnya apa yang dinantikan terutama Rajehs terwujud, mereka bisa menikah dengan orang yang memang mereka inginkan dan itu merupakan satu anugrah yang sangat luar biasa dalam hidup keduanya.


"Mommy...Daddy..." teriak Radith dengan BB inar bahagia yang juga tak luput darinya.


"Ohhh Boy, bagaimana kabarmu sayang" kata Nara setelah kini mereka turun dari Altar.


"Aku baik Mom, dan sekarang lebih baik lagi karena aku sudah memiliki Mommy sekarang" kata Radith membuat Nara tersenyum bahagia.


Satu hal yang sangat disyukuri oleh gadis cantik itu adalah, dirinya yang diterima baik oleh keluarga suaminya terutama Radith yang saat ini sangat rawan untuk dekat dengan orang lain, terlebih orang tua sang suami yang bisa menerima dirinya dengan sangat baik.


"Ohhhh jadi ini menantu keluarga besar Fernandese?" tanya Silvie heboh setelah acara selesai dan pasangan yang baru menikah itu turun menghampiri keluarga.


Rajesh merangkul pingga istrinya dengan pissesif, kini sekarang dia bisa sesuka hati dan leluasa menyentuh Nara karena kini gadis cantik itu sudah sah menjadi miliknya.


"Iya, dia menantuku yang membuat putraku menjadi seperti ini, lihatlah sikapnya yang sudah tidak mau jauh dari istrinya" jawab Clara sembari terus memperhatikan sikap putrnya.


"Ahhh... ternyata sangat cantik, pantas saja pria dingin dan arogant ini bisa luluh dan langsung melepas masa lajang" kata Silvie.


"Benar mah, kakak ipar sangat cantik" timpal Yerin membenarkan perkataan ibunya.


Nara menundikan wajahnya malu karean terus mendapat pujian dari keluarga suaminya dan lagi semua mata jadi tertuju padanya, menatapnya dengan tatapan kagum.


"Mas aku malu" bisik Nara membuat Rajesh terpaku dengan panggilan Mas dari istrinya.


"Apa...? coba ulangi sayang" pinta Rajehs ikut berbisik.


Dengan polosnya Nara mengulang perkataanya karena memang dia berpikir jika itu yang diinginkan suaminya, "aku malu Mas, dilihatin terus sama keluargamu"


Rajehs semakin dibuat terbuai dengan bisikan Nara ditambah panggilan dengan kata 'Mas' membuatnya tidak lagi konsen dengan kata kata lainnya.


"Ya Tuhan.... ciptaanMu sangatlah sempurna" batin Rajesh.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2