Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
kecewa


__ADS_3

Kecewa sangat kecewa saat ini yang dirasakan Cleora, dia sudah tidak bisa bertahan lagi dengan keadaan yang terus membuatnya makan hati, dan kini gadis cantik itu memutuskan untuk pergi meninggalkan Reyhan, meninggalkan dan akan kembali kerumah orang tuanya, rumah yang tidak akan pernah memebri kekecewaan baginya, rumah yang akan menyanjung dan memujanya tidak seperti saat ini.


Cleora terus memasukkan pakaiannya ke dalam koper ya sudah benar-benar bertekad akan pergi meninggalkan Raihan setelah perceraian mereka terjadi titik ia tidak akan lagi mengemis cinta kepada pria Ibu sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melupakan pria itu bagaimanapun caranya.


***


Sedangkan di negeri orang, pasangan yang baru membina rumah tangga itu kini semakin lengket saja, bagaimana tidak dikatakan lengket jika seperti saat ini saja Rajesh tidak melepaskan rangkulannya terhadap Nara, padahal mereka saat ini berada di restoran untuk makan malam bahkan sudah dudu dimeja makan yang sudah di booking Leo sebelumnya tapi tetap saja rangkulan itu tidak telepas dan kini malah berpindah ke bahu agar istrinya bisa nyaman dalam duduknya.


"Mas....jangan seperti ini, tidak enak dilihat orang orang" bisik Nara yang sudah mulai merasa jengah.


"Kenapa mesti malu, kita pasangan halal jadi tidak akan ada yang melarang....lagi pula hak sepertinini sudah biasa kok" jawab Rajesh enteng.


Nara memutar bola matanya malas, dia sudah merasa jengah dengan sikap suami yang terus menempel di tubuhnya bagai cicak yanga terus merayap menempel di dinding tapi lagi tidak bisa melakukan apapun karena semuanya hanya akan membangun tenaga dalam beban karena pada kenyataannya suaminya lagi lagi akan memenangkan perdebatan.


"Iya tapi kira janhan ikutan dong" protes Nara karena suaminya yang begitu mudah mengikuti gaya Negara yang saat ini mereka datangi.


"Justru kalau kita beda sendiri dari mereka, kita malah akan jadi bahan pandangan karena tidak biasa hal seperti itu disini" alasan Rajehs yang selalu saja punya seribu satu cara.


"Dasar modus...alasan saja itu, mana mungkin hanya karena kita mesra mereka akan menatap kita" gerutu Nara dalam hati.


"Jangan bercanda Mas...mana mungkin seperti itu" sanggah Nara.


"Tidak... itu memang kenyataan, cobalah lihat Meraka satu persatu ada tidak yang memperhatikan tingkah kita" ucap Rajesh membcoab memprovokasi istrinya.


Nara dengan polosnya mengikuti perkataan suaminya dan benar saja entah itu sebuah kebetulan atau memang kenyataan, semua orang yang berada disekitar mereka selaoh tidak peduli satu dengan yang lainnya, mereka terlalu sibuk dengan urusan masing masing.


Melihat hal itu Rajehs tersenyum puas karena bisa memprovokasi sang istri, untung saja dia memilih restoran seperti ini, restoran dimana orang orang yang berada disana adalah orang orang yang suka berbuat bebas untuk bermesraan, dan Rajehs memilihnya karena ingin bermesraan juga dengan sang istri tanpa gangguan siapapun, walau itu hanya sekedar menatap yang membuat istrinya akan mereka risi dan tidak enak hati seperti yang baru saja terjadi pada Nara.

__ADS_1


"Bagaimana? ada yang perhatikan? jika ya maka Mas akan menegurnya karena sudah berani memperhatikan kita" rayu Rajehs.


Nara mendengkus sebal mendengar perkataan suaminya, "jangan sok jagoan Mas, sudahlah aku tau jika situasi ini pada ada dalangnya" sindir Nara yang memang sedikit banyaknya mengetahui seperti apa karakter Rajesh.


"Hahahaha.... kau sudah mengetahui banyak tentangku, tapi maaf sayang, aku tidak pernah mengatur hal ini" elak Rajesh.


Disela sela debatan mereka, seorang waitress datang membawakan pesanan yang sebelumnya sudah dipesankan Rajehs sebelum mendatangi restoran sehingga saat mereka datang, tidak lagi menunggu lama.


"Selamat makan sayang" ucap Rajehs setelah memotong motong steak Nara.


"Terimakasih Mas" ucap Nara degan manis.


"Sama sama sayang"


Selsai makan keduanya keluar dari hotel, Rajesh membawa isrtrinya berjalan menikmati pusat kota dimalm hari dan lagi lagi pria tampan itu membawa istri tercintanya ditempat terbuka, tempa dimana orang orang akan bebas mengekspresikan cintanya pada pasangan membuat Nara yang melihat hal sekitarnya mendengkus sebal.


"Bagaimana bisa semua tempat yang kita kunjungi berisi orang orang seperti ini" ketus Nara.


Nara mendelik tajam menatap suaminya, sepertinya sang suami sudah Biasa menyaksikan hal seperti jni dinegara bebas dan harusnya Nara bisa memahami hal itu tapi entah kenapa tetap saja bawaanya ingin marah dan melimpahkan semua kesalahan pada suaminya.


"Ckck menyebalkan sekali" ketus Nara.


"Jangan manyun,.memang seperti inilah keadaan negara ini" ucap Rajesh.


"Sudahlah aku mau pulang saja Mas" ucap Nara lalu pergi meninggalkan Rajesh yang tersenyum kegirangan dibelakangnya .


Bagaimana tidak girang jika rencananya berhasil, Nara sudah tidak berninat untuk jalan jalan, berarti waktu mereka akan panjang untuk membajak sawah dan menanamkan bibit unggul hingga nanti mereka akan panen hasil dari kerja kerasa keduanya.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan suamimu walau dalam keadaan marah sayang" ucap Rajehs dengan senyum manisnya.


Nara ingin sekali memarahi suaminya tapi dia sadar itu tidak mungkin dan sangat tidak pantas jika melampiaskan semua kekesalannya pada sang suami.


Sampai di hotel, Nara membersihkan dirinya terlehih dahulu yang langsung disambut baik oleh pria itu, segera menyusul istrinya dan membersihkan diri bersama.


Satu jam kemudian, pasangan itu keluar dari kamar mandi dengan ekspresi wajah yang berbeda beda, Nara memasang wajah masamnya sedangkan Rajesh memasang binar bahagian karena baru saja membajak sawahnya.


"Jangan cemberut Nana....ingat aku suamimu, dan itu pantas dan wajar bukan suami istri melakukannya?" tanya Rajehs yang memakai jurus andalannya.


Dan benar saja, Nara kembali memasang wajah manisnya dihadapan Rajesh, jika kata suami istri sudah meluncur maka tidak akan kata yang bisa mendebat hal itu.


"Aku tidak marah Mas...ayo kita tidur" ajak Naea dengan sangat lembut membuat gairah Rajesh justru kembali bangkit dan akhirnua pertempuran kembali terjadi walau awalnya Nara menolak dan menggerutu dengan sikap suaminya tapi tetap saja wanita cantik itu juga menikmati hasil usaha suaminya, terbukti dari desahan desahannya yang terus lolos dari bibirnya membuat Rajehs semakin dibakar api gairah cintanya terhadap sang istri.


Pertempuran dan pelepasan yang entah keberapa kali akhirnya Rajesh tumbang, dan jatuh diatas tubuh Nara, nafasnya terengah tapi miliknya belum terlepas, karena pria tampan itu ingin benihnya benar benar mencari jalan untuk menuju tempat bersemayam dan merubah bentuk.


"Mass..... badan kamu berat" ucap Nara masih dengan nafas yang memburu.


Rajesh tanpa melepaskan diri setelah dirasa bibirnya sudah sampai di tempat tujuan, tanganua menarik selimut dan menutupi tubuh polonya dan Nara memasukan Nara kedalam pelukannya.


"Terimakasih sayang...terimakasih karena sudah melayani suamimu ini" ucap Rajesh dan mencium kening Nara dengan lembut, kegiatan yang akan selalu dia lakukan, memberikan ciuman pada Nara sehabis bercinta agar istrinya tidak merasa terbuang setelah berhubung, Rajehs ingin istrinya benar benar merasa dicintai baik sebelum ataupun sesudah berhubungan.


Nara hanya mengangguk, dirinya sudah sangat lelahelayani suaminya hingga subuh ini dan eanita cantik itu ingin tidur dan melepaskan lelahnya.


"Selamat tidur sayang...." ucap Rajesh dan setelahnya imut terlelap dengan memeluk tubuh istri tercintanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2