Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Masih Tentang Lili


__ADS_3

Siang ini mereka, kini berada di restoran yang berkelas, yang ada di ibu kota, Ruben, Ans, dan Lili sedang duduk manis menunggu kedatangan klient yang menjadi calon partner kerja mereka.


Ruben sengaja Mengajak serta Lili, karna ia ingin Lili dan Ans dekat lagi. Bukan karna ia tidak menyukai Riko, tapi ia ingin sahabat dan Asiatennya itu menikah karna persaan.


Tak berselang lama orang yang di tunggu pun datang. Dia adalah Riko si calon sumai Lili dan Hendra klien lain yang akan bekerja sama untuk proyek baru di bali.


Lili sangat terkejut melihat siapa klient mereka. " Sial, kenapa aku tidak tau kalau klient kami ada Riko juga." batin Lili menggerutu.


Jika Lli terkejut, maka berbeda dengan Riko yang memasang senyum tipis nan liciknya, melihat jika yang datang bukan hanya Lili tapi Ans juga ada disana, dan Riko tidak terkejut karna Ans tidak akan bisa terpisah dari Ruben.


Mereka berbincang sebentar dan berjabat tangan, hingga tiba Riko berbicara. " Sayanggg kau datang juga di meeting ini." ucap Riko dengan menekan kata sayang itu.


Liki sangat terkejut, mendengar perkataan Riko, bukan hanya dia bahkan yang lain pun ikut terkejut mendengarnya, berbeda dengan Ans yang sudah mengepalkan tangannya, menahan amarah di dirinya.


" Apa ini kekasih anda Tuan Riko.?" tanya Hendra yang tak lain adalah klien lain mereka "


" Ah, bukan pacar tuan Hendra tapi calon istri saya dan satu bulan lagi kami akan melangsungkan pernikahan." kata Riko dengan tangan yang sudah merangkul pinggang Lili agar merapat padanya.


Lagi lagi Lili di buat melongo dengan perkataan Riko yang mengatakan mereka akan menikah secepat itu. sedangkan Ans, tak bisa di pungkiri kalau sekarang dia sangat emosi mendengar perkataan Riko.


" Apa yang kau katakan.?" tanya Lili berbisik


" Kita akan menikah satu bulan lagi sayang " ucap Riko sengaja membesarkan volume suaranya agar di dengar oleh orang lain.


Lagi lagi Ans semakin di buat meradang, namun ia masih sadar diri untuk tidak membuat keributan dan mengacaukan rapat perusahaan.


" Ohhh jadi kalian akan menikah satu bulan lagi." Tanya tuan Hendra.


" Benar sekali tuan." jawab Riko sambil melirik Ans yang teelihat sedang menekan amarahnya.

__ADS_1


" Yasudah mari kita mulai rapanya Tuan Riko tuan Hendrik." sela Ruben, ia tidak mau kalau proyek kali ini gagal hanya karna masalah pribadi dan cinta segitiga itu


" Ahhh, iya baiklah," jawab mereka bersamaan dan kemudian duduk juga hampir bersamaan.


Tapi untuk perkara duduk, lagi lagi Riko membuat drama, yang membuat Ruben menjadi sedikit kesal


" Emm tuan Ruben bisakah calon istri saya duduk di samping saya.?" tanya Riko dengan santainya


Ruben da Lili melototkan mata mendengar permintaan Riko, sedangkan Ans dadanya mulai bergemuruh menahan gejolak amarah yang akan memuncak.


" Maaf tuan, saya permisi ke toilet dulu " Pamit Ans pada semuanya


" Maaf tuan Riko, ini masih termasuk lingkungan pekerjaan, bisakah kita profesional " Tanya Ruben sedikit menekan nada bicaranya.


Lili benar benar tidak enak melihat ekspresi wajah Ruben yang mulai masam melihat tingkah laku Ruben, dengan gerakan kecil, Lili mencubit lengan Riko dan dan bebisik. " jangan bertingkah konyol Riko."


" Mau tak mau Lili pun menyetujui permintaan Riko agar tidak ada kelanjutan drama lagi. " Maaf tuan Ruben boleh saya duduk di sampingnya.?" tanya Lili tidak enak dan sangat hati hati


" Ya baiklah, terserah kalian saja." Ucap Ruben memeilih mengalah agar rapatnya bisa cepat berjalan karna ia harus cepat pulang kerumah menemani istrinya yang sedang hamil.


" Mereka memulai rapat tanpa Ans karna Meeting kali ini Ruben langsung yang memimpinnya.


Sedangkan di dalam kamar mandi, Ans sedang melampiaskan amarahnya dengan memukul cermin yang ada disalam kamar mandi


" Dasar sialan kau Riko.!" teriak Ans dengan tangan yang sudah meninju cermin berulang kali. " Jadi kau lelaki yang dijodohkan dengan Lili itu.? bagaimana mungkin aku tidak tau semua ini.? bagaimana aku bisa melawan Riko sedangkan dia memiliki kekuasaan, dan lagi dia adalah teman tuan Ruben." keluh Ans.


Ya, Ans tidak tau kalau yang dijodohkan dengan Lili adalah Riko sahabat dari tuannya dan juga memiliki kekayaan yang luar biasa.


Tak ingin berlama lama di dalam toiley, Ans pun memutuskan untuk kembali lagi ke depan ditempat meeting di adakan

__ADS_1


Namun bertepatan dengan itu, klien dari tuannya sudah bangkit berdiri dari duduknya, pertanda bahwa Rapatnya telah selesai, dan Ans kini baru sadar kalau ia sudah sangat lama berada di dalam kamar mandi.


Lili melihay Ans mendekati mereka dan matanya kini tertuju pada tangan Ans yang masih tersisa darah segar bahkan sesekali mulai merembes menjelajari punggung tangannya.


Lili tentu saja khawatir dengan keadaan Ans, saat hendak melangkah ingin menghampiri Ans, tanganya di cekal oleh Riko dan kemudian pingganya di rangkul dengan kuat oleh Riko agar tidak bisa bergerak lagi


" Maaf ben, aku mau minta ijin Lili tidak masuk lagi karna kami akan melakukan pemesanan baju pengantin." ucap Riko pada Ruben


Ans hanya melihat mereka dengan wajah datarnya, ia tidak berniat untuk melihat kearah pasangan itu, karna itu alan semakin membuat ia sesak dan sakit.


Lili melihat dengan wajah sendu kearah Ans, sungguh ia ingin sekali mengobati luka di tangan Ans, dan mungkin saja ia ingin memeluk Ans.


Tapi Lili tidak bisa melakukan itu lantaran ada Riko di sana dan belum tentu juga kalau As mau di obati olehnya


" Ya, baiklah. Segera urus pernikahan mu itu, agar kau tidak jomblo lagi." kata Ruben de selingi canda.


" Dasar kau Ini.! ketus Riko dan kemudian pergi meninggalkan dua lelaki yang saat ini berbeda mood.


Bersambung...


Readers tercinta....😊😘😘


jangan lupa lohhh untuk novel author yang akan segera terbit.


" Wanita Bergaun Penganti.


kali ini author akan membuat genre Romantic, action dam misteri lohhhhh....


__ADS_1


__ADS_2