Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Santi Salah Paham


__ADS_3

" Santi." gumam Ruben di tengah keterkejutannya dengan teriakan itu.


Bukan hanya Ruben yang terkejut mendengar teriakan itu, tetapi yang lain pun ikut terkejut terlebih paman dan tante yang sudah khawatir Santi akan salah paham dan keadaan akan semakin buruk.


" Apa yang kau lakukan pada paman dan tanteku ha.! teriak Santi berjalan mendekati mereka dan membungkuk sedikit untuk membantu pamannya.


Flashback...


Santi sudah sampai di rumah paman dan bibinya di kota B. melangkah menuju rumah itu dan.


Tok...Tok...


Santi mengetuk pintu rumah itu saat kakinya sudah sampai di teras rumah itu dan tak lama setelah pintu ia ketuk sahutan dari dalam pun terdengar dan tak lama setelah itu pintu pun terbuka.


" eh, nak Santi." sambut tante yang sudah tidak kaget lagi atas kedatangan ponakan suaminya itu karna ia sudah tau lebih dulu tadi di telpon adik Kakak iparnya.


" tante" jawab Santi memeluk istri dari pamannya


" apa kabar nak.? ayo masuk kamu pasti lelah kan." kata tante setelah melerai pelukan Santi.


" Aku baik tante." jawab santi tersenyum. " em,,apa aku tidak menggangu tan.?" tanya santi ragu.


" tentu tidak dong sayang. Kamu tidak mengganggu sama sekali justru tante sangat senang karna udah lama kita tidak bertemu kan." jawab tante dengan senyum tulusnya.


" Oh ya tan, dimana yang lain.? kenapa tidak terlihat." tanya santi mengedarkan pandangannya menyusuri isi rumah itu.


" Pamanmu masih bekerja sayang, sedangkan Livia masuh dikampus dan nanda ada di kamarnya." jawab tante menjelaskan.


" Oh.... em aku mau ketemu nanda dulh tante, kangen soalnya." Santi menyengir saat berkata demikian dan langsung beranjak dari tempatnya menuju kamar milik Nanda.


Sedangkan tante hanya tersenyum melihat tingkah keponakannya itu dan kembali menuju dapur unktuk memasak.

__ADS_1


Setelah setengah jam, Santi kembali lagi menuju ruang tamu menemui Tantenya guna minta ijin.


" Tan.. Aku pinjam motor ya." kata Santi saat sudah di ruang tamu.


" loh, kamu mau kemana nak.? kamu kan baru saja sampai." saut tante heran


" Mau menjemput livia tan, tadi aku telpon dia dan katanya aku harua menjemputnya di kampus." jawab santi tersenyum


" ampun deh itu anak. Dia tidak tau apa kalau kamu baru saja sampai dan dia menyuruhmu kamu menjemputnya." kesal tante.


" Udah gak apa kok tan. Aku juga mau kok jemput dia." jawab santi membela Livia.


'" Kamu selalu saja membelanya San. Anak itu tidak pernah berubah." kata tante sambil melangkah mengambil kunci motor dan menyerahkannya pada Santi.


" Yaudah aku pergi dulu yah tan. Dahhhhh..." Pamit Santi.


Santi menuju kampus tempat Livia yang sebenarnya tidak begitu jauh, hany butuh waktu lima belas menit saja untuk menempuhnya


Samapi disana ia meliht Livia tengah berdiri di depan kampusnya.


" Kak Santi." teriak Livia dengan girang. Ia langsung memeluk tubuh sanf sepupu yang paling di sayangi itu.


" Sudah, ayo kita pulang dulu nanti kita bercerita dirumah saja." kata Santk melepaskan pelukan Livia.


" ais.. Kakak kenapa cepat sekali sih.! kita jalan jalan dulu lah." rengek livi denga wajah yang sudah memelas.


" ya, baiklah kita akan jalan tapi tidak boleh lama takut tante marah.


" ok." jawab Livia cepat.


Mereka berlalu dari halaman kampus, menuju taman untuk sekedar bersantai disana dan juga melepas rindu. Setelah dari sana mereka langsung pulang kerumah.

__ADS_1


Sampi di halaman rumah. Santi melihat mobil mewah yang tak asing baginya.


" Sepertj kenal dengan mobil ini." Batin Santi.


" Kak ini mobil siapa.? mobil kaka ya. Kok gk jemput pakai mobil saja sih tadi." celutuk Livia dengan bibir yang sudah maju kedepan.


" eh bukan. Itu bukan mobil kaka. Kaka juga tidak tau itu milik siapa. Mending kita masuk saja yuk siapa tau itu tamu paman.


Mereka berdua berjalan menuju rumah dan pada saat mereka sudah melewati pintu masuk alangkah terkejutnya mereka dengan apa yang terjadi.


" apa yang kau lakukan."


flashback off....


" Santi kau sudah pulang nak." tanya paman yang sudah berdiri dibantu oleh Santi.


" Apa yang kau lakukan pada mereka.! kenapa kau membuat pamanku merendahkan diri dihadapanmu ha.! apa kau mengancam keluarga ku dengan kekuasaanmu itu.! apa karna pamanku bekerja padamu sehibgga kau berbuat sesuka hati.! cerca Santi pada Ruben


tanpa mempedulikan teguran pamannya.


" Kau salah paham. aku melakukan apa pun pada mereka. Aku juga tidak mengancam mereka. ak-." ucapan Ruben harus terputus karna Santi sudah menyelanya.


"Aku tidak percaya padamu.! kau itu pembohong. Kau manusia yang tidak punya hati.! kau selalu saja berbuat dan bertindak sesukamu pada orang lain bahkan padaku sendiri. Aku membembencimu Ruben.!" teriak Santi emosi.


" Tapi aku memang tidak melakukan apapun." kata Ruben masih membela dirinya.


" Kau berbohong." teriak Santi.


Bersambung....


Besok lagi ya sayang sayangkuh...😊😘

__ADS_1


karna udah mentok nih untuk konfliknya mau seperti apa lagi 😜


jadi malam ini author biar mikir dulu unthk dilanjutkan besokπŸ˜€πŸ˜€


__ADS_2