Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Campur Aduk


__ADS_3

Riko dan rombongan sudah tiba dan mereka masuk pada sesi saling berkenalan satu sama lain walau sebenarnya sudah kenal tapi dalam situasi santai ini adalah perdana bagi kedua pihak itu.


Selesai dengan itu semua, mereka langsung pada acara makan malak bersama, dan selama itu situasinya di iringi dengan salibg bertukar ceriata, pendapat dan pengalama sehingga menciptakan suasana hangat di sana.


Begitu lama mereka temu ramah hingga waktu tak terasa sudah menunjukan pukul sepulu malam, dan kedua pihak itu memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka.


"Sepertinya waktu cepat sekali berpitar ya pak Herman" ucap Papa yang melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Iya anda benar sekali, ini sudah larut ternyata" jawabnya Herman yang ikut melihat jamnya.


"Sebernaya kami masih ingij berbincang tapi waktu sepertinya tidak lagi berpihak, terpaksa kita usaikan pertemuan kita ini" ucap Papa.


Sebenarnya Papa dan yang lainnya tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi jika waktu tidak bisa di kondisikan, apa lagi Lili butuh istrahat yang full.


"Tidak masalah, kita bisa bertemu lagi jika berhasil menjalin kerja sama, dan lagi menantumu sedang hamil dan tidak baik jika tidur larut malam" ucap Herman.


Akhrinya setelah acara pamit, keluarga Riko pun melesat pergi meninggalkan restoran menunu kediaman mereka agar lekas istrahat.


Tapi tidak ada yang tau jika selaka itu ada mata yang terus memperhatikan mereka, sejak mereka memulai makan malam hingga kini perpisahan kedua pihak itu.


Sebenarnya dia ingin menghampiri tapi niatnya urung saat matanya menangkap sosok wanita yang menjadi penyebab hancurnya hubungan percintaqn Antara dirinya dan Riko.


Sosok yang selalu di sayang dan di hormati oleh Riko, dia adalah mama yang sudah menyuruh Riko memutuskan Janeth dan menikahkan pria itu dengan gadisa lain.


Janeth akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu, dia tidak kuasa menahan rindu pada Riko, dan dia sangat tidak kuat melihat keharmonisan dan cinta Riko untuk wanita yang sudah menjadi istrinya itu


Di Apartemen, Janeth meradang karena tidak bisa menemui Riko hari ini, dia memabting semua yang dalam kamarnya sambil menangis histeris.


"Akhhhhh....aku benci dengan situasi ini, aku tidak suka dengan keadaan ini! hiks hiks..."


Janeth menangis karena tidak bisa terpenuhi apa yang menjadi keinginannya, Padahal dia sudah sangat berharap dia bisa melepas pada Riko tapi takdir sepertinya tidak berpihak kali ini padaanya.

__ADS_1


"Kenapa harus ada yang memisahkan kita? dan kenapa aku harus terlahir dari keluarga yang seperti ini!" raung Janeth yang kini menyalahkan dirinya yang blasteran.


"Tidak, aku tidak akan menyerah! aku harus bisa mendapatkan cintaku! aku yakin kalau Riko masih memiliki cinta untukku" ucap Janeth yang menyangkal apa yang tadi dia lihat di restoran.


Janeth masih menyankal apa yang dia lihat walau jelas sekali di matanya bagaimana Riki memperlakukan istrinya dan tatap Riko yang bermakana tatapan penuh puja, tapi cintanya membutakanya untuk melihat itu semua.


"Tidak masalah jika kamu tidak bisa aku temui hari ini Koko, tapi lain kali aku pasti bisa menemuimu." ucap Janeth dengan senyum optimisnya.


Koko? ya panggilan sayang Jeneth untuk Riko karena dia tidak mau panggilannya untuk pujaan hatinya sama seperti yang lain sehingga dia menciptakan panggilan ciri khasnya, sedangkan Riko sendiri memanggil Janeth dengan sebutan Jaja.


Lalu bagaimana dengan pasangan Ans dan Helena? mereka masih asyik berlibur dan jninhari ke tiga mereka berada disana, dan selama tiga hari ini semenjak segment saling mengungkapkan isi hati, kini pasangan itu semakin lengket saja terlebih Ans yang berubah menjadi sosok yang manja dan maunya di perhatikan terus oleh sitrinya.


Rasanya semua yang berhubungan dengan dirinya harus lah Helena tau dan juga harus turuy andil misalnya makanan yang di makan Ans makan Helena harus mencicipnya dulu karena apa pun yang cocok dengan cita rasa Helena maka akan cocok di lidahnya.


Bergitu pula dengan berpakaian, dia tidak akan mau berpakaian atau memakai stelannya jika Helena tidak mengatakan pendapatnya dan parahnya lagi adalah Harus Helena yang menyiapkan dan memakaikan semuanya.


Seperti siang ini, mereka berencana untuk menyisir pantai yang letaknya tidak jauh dari Resort, dan drama pun di mulai oleh si tuan muda Ans.


Helena menghela napasnya panjang melihat sikap Ans yang sangat bertolak belakang sekali dengan sikapnya sebelum datang kemari, dan jujur saja katang Helena kesal tapi tidak bisa marah karena sesungguhnya dia juga menyukai itu.


Helena mendekat dan mulai memakaikan pakaian Ans sambil bertanya "kau benar benar tidak bisa lagi memakai pakaian sendiri?" tanya Helena yang benar benar fokus.


"Hmm, aku tidak bisa lagi" jawabnya santai.


"Kenapa?"


"Karena aku tidak mau"


"Alasannya apa? bukankah dulu juga biasa memilih dan memakai sendiri pakaianmu?"


"Karena aku tidak mau lagi memakai sesuai dengan seleraku, tapi aku mau sesuai dengan seleramu" jawab Ans santi.

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu?" tanya Helena yang hanya ingin tau kenapa.


"Karena aku tidak mau istriku melirik pria lain nanti".


"Hei! apa hubungannya dengan ku" sentak Helena yang tidak ingin di jadikan alasan.


"Tentu saja ada"


"Katakan!"


"Karena aku tidak mau jika istriku merasa bosan dan jenuh dengan style ku jadi aku mau harus kau menentukan semuanya agar aku tetap menarik di matamu"


Helena tidak bisa lagi menyembunyikan senyumnya mendengar apa alasan suaminya, terlintas ide konyol dikepalanya.


"Bagaimana jika aku menyuruhmu menggunakan celana kodok dengan kemeja longgar dan kacamata bulat bertengger di depan hidungmu?" tanya Helena dengan senyum liciknya.


Dia berpikir jika mungkin Ans akan menjawab tidak mau menggunakan apa yang di minta tapu diluar dugaanya Ans malah mengiyakan dengan ringan permintaanya.


"Tentu saja aku akan menggunakanya, selera istriku adalah yang terpenting" jawab Ans dengan entengnnya.


"Tapi apa kau tidak malu?"


"Tentu saja tidak, karena bagiku keinginan istriku yang paling penting".


Helena kembali tersenyum mendengar itu, dan bersamaan dengan itu kegiatan Helena selesai "sudah siap, ayo kita berangkat"


Mereka keluar dengan saling bergandengan tangan, menyusuri pantai sesuai dengan permintaan Helena yang ingin mengukir kisah mereka di tempat ini, di tempat dimana dia bisa memiliki Ans secara utuh baik hati dan tubuh Ans.


Banyak kegiatan banyak yang mereka lakukan, mulai dari berjalan dengan bertelanjang kaki, duduk dan bermain pasir, dan kini mereka bedua sedang duduk dan Helena yang bersandar manja di lengan Ans yang di balas dengan usapan lembut oleh pria itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2