Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
malam pertamam


__ADS_3

"Reyhan..." lirih Nara


Rajehs mengeraskan rahangnya, dia tidak menyangkan orang yang berusaha disingkarkan agar tidak merusak acara pernikahannya justru ada disini entah bagaimana caranya orang itu datang, karena setaunya pria yang ingin dihindarinya itu masih berada diluar negeri tapi kini sudah ada di hotel dan membuat keributan.


"Nara.... apa yang kamu lakukan...! kenapa kamu kenikah dengan orang lain...?" teriakan Reyhan menggelegar memenuhi ruang aula.


Beruntungnya dalam acara itu Abraham Sang mertua dari pria yang berbuat keributan itu tidak bisa menghadiri acara pernikahan Rajesh sehingga dengan leluasan Reyhan bisa datang dan mempertanyakan pada Nara.


"Jangan memhuat keributan Tuan, jika anda tidak mau diseret paksa keluar dari sini.." Leo menghalangi Reyhan yang berusaha menerobos masuk dan menemui Nara dengan bantuan para pengawal akhirnya Reyhan tidak bisa masuk karena pergerakannya terkunci oleh beberapa orang yang berbadan besar.


"Bagaimana bisa pria itu datang?" gusar Rejash.


Rajesh sempat khawatir dengan keadaan kare takut jika Nara istrinya Kemabli berbaik hati tapi seketika dia tersadar dengan statusnya yang kini sudah sah sebagai suami Nara dan dia yakin jika gadisnya tidak akan berbuat hal yang memalukan.


"Selesaikan masalahmu sayang.." kata Rajesh dingin.


"Temani aku" pinta Nara dengan wajah memelas.


"Kenapa? kamu taku akan luluh kembali jika berada dekat dengannya?" selidik Rajesh.


"Tidak, bukan itu... aku tidak ingin orang yang jauh lebih berhak atas diriku merasa tak dianggap oleh tindakanku" jelas Nara.


Rajesh tersenyum penuh kepuasan dengan jawaban Nara, dia sudah sangat yakin jika gadis pilihannya tidak akan pernah salah dalam megambil tindakan terbukti sekarang istrinya meminta dirinya untuk menemaninya menghadapi Reyhan masalalunya.


"Baiklah"


Nara yang ditemani oleh Rajesh berjalan menuruni pelaminan menyusuri karpet mereka yang memang diperuntukan khusus untuk para undangnya untuk diinjak sebagai jalan menuju pelaminan membuat pergerakan Reyhan yang tadinya terus memberontak akhirnya diam.


Mata tajamnya melihat genggaman tangan keduanya, genggaman yang sangat memukul mentalnya membuatnya sakit hati karena merasa harunya dia yang menggenggam tangan Nara dan bukan pria lain.


Dadanya bergemuruh dan nalurinya berkata untuk melepaskan tautan itu tapi apa daya tenanganya tidak sampai karena sudah dikunci oleh orang orang yang berbadan besar termasuk Leo yang dengan sigap menghadang jalan Reyhan.


"Lepaskan dia Leo!" titah Rajesh.


Leo dengan cekatan meengkode anak buahnya untuk melepaskan Reyhan membuat Pria itu langsung mendekat hendak memeluk Nara tapi suara lantang gadis itu menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Berhenti disitu Rey!" tegas Nara.


Semua hening, Reyhan tidak bicara dan hanya menurut perkataan gadis yang masih sangat dicintainya, sementara keluarga hanya bisa menjadi penonton termasuk para tamu undangan yang sebenarnya bertanya tanya tentang semua kejadian ini tapi hanya bisa bertanya dalam hati karena pasalnya tidak ada yang berani mengeluarkan suara disaat waktu yang terasa menengangkan itu.


"Kenapa Nara...? kenapa kamu menikahi pria lain dan meninggalkanku?, kamu sungguh menyakitiku Nara sangat menyakitiku" ungkap Reyhan dengan mata yang berkaca kaca.


"Lalu kenapa kenapa kamu juga menikahi wanita lain disaat kita masih berhubungan? tidak kah kamu sadar kamu lebih jahat dariku?" tanya Nara kembali membuat Reyhan terdiam mendengarnya.


Ludahnya terasa keluh untuk menyanggah apalagi menjelasakna alasan kenapa semua itu dilakukan karena memang sebelumnya bukankah sudah dibahas dan jawaban serta keinginan Nara adalaha kejujuran dan keputusan bersama bukan keputusam sendiri karena ambisi.


"Maaf..." lirih Reyhan


Maaf, satu kata yang kini keluar dari mulut Reyhan menandakan dirinya mengakui semua perkataan Nara, sehingga kata itu yang diucapkan berharap dengan kata itu semuanya kembali baik tapi hal itu tentu saja mustahil, waktu dan keadaan sudah berbeda bahkan status keduanya pun sudah berbeda kini.


"Aku sudah memaafkanmu Rey, aku juga sudah mengikhlaskan semuanya... dan aku harap kamu juga demikian menerima dengan ikhlas pilihanku" kata Nara.


"Tapi aku sangat mencintaimu Nara dan aku tidak bisa melihatmu bersanding dengan orang lain, tidak ingatkah kau... lima tahun perjalan dan perjuangan kita menanti restu dari orang tuamu?" tanya Reyhan mencoba mengingatkan Nara akan kisah mereka.


"Aku sangat ingat Rey, aku sangat ingat akan kebodohanku mengabaikan keluargaku dan mempertahankan sesuatu yang ternyata bukan jalan takdirku" jawab Nara mengiyakan semua perkataan Rajesh.


Tes


Satu tetes air mata jatuh melewati pipi Reyhan. Ya, pria itu menangis mendengar jawaban gadisnya yang menganggap kebersamaan mereka adalah sebuah kebodohan dirinya, sakit sekali rasanya tapi itulah kenyataan yang didengar kini.


Merasa hancur dengan kenyataan yang menimpanya kini, merasa tidak memiliki harapan yang bisa dipertahankan kini karena orang yang dipertahankan itu sendiri kini tidak mau lagi dipertahankan.


Gadis cantik yang baru saja mematahkan hati seorang pria dengan perkataan hanya bisa menatap sendu kearah Reyhan, tidak ada yang bisa diperbuatnya karena ini sudah menjadi keputusannya dan resikopun harus diterima dengan lapang.


"Kembalilah Rey, kembali pada istrimu...mulai semuanya dari awal sebelum kamu menyesali semua perbuatanmu dan kamu kembali kehilangan orang yang berharga" kata Nara.


"Tidak... aku tidak bisa melupakanmu Nara... aku tidak bisa mencintainya sama seperti aku mencintaimu... kamu ingat ini aku akan tetap berusaha untuk membuatmu kembali padaku dengan cara apapun itu..!" teriak Reyhan dan kembali mengamuk saat Nara meninggalkan dirinya.


Keadaan kembali gaduh, keicuhan yang disebabkan oleh tamu undangan yang ikut menyaksikan dan mendengar perkataan Reyhan yang tidak akan menyerah mempertahankan dirinya.


Karena keadaan itu ternyadinya perpecahan kubu disana, ada kubu yang merasa iba dan kasihan dengan Reyhan tapi tidak bisa membenarkan perbuatan pria itu, dan ada juga kubu yang memandangnya dengan rasa tak suka atas kelakuannya terutama pada wanita wanita yang sama sekali tidak suka adegan adegan hacurnya hubungan karena orang ketiga.

__ADS_1


"Ckck... maish saja keukeh mengejar istri orang tapi saat bersama malah disakiti" cibir salah satu tamu undangan.


"Iya, lagian jadi cowok sok keren, padahal dirinya saja cuma numpang hidup mewah dengan mertuanya" cibir yang lain yang memang sudah mengenal Reyhan.


"Tapi kasihan juga sih, kalau memang benar dia berbuat seperti itu karena terhalang restu selama lima tahun" timpal yang lainnya yang dijawab setuju oleh beberapa orang.


Kasak kusuk masih terjadi, hingga akhirnya MC mengambil alih suasana agar kembali hening dan acara bisa dilanjutkan kembali.


"Mohon perhatian..... mari lupakaj kejadian yang baru saja terjadi dan kembali fokus pada acara yang sesungguhnya..." suara menggelegar sang MC dengan dibantu microfon yang tersambung dengan beberapa Spier disetiap sudut aula membuat suasana dalam sekejap saja menjadi hening dan kembali fokus pada pengantin walau masih ada beberapa yang masih melanjutkan gosip terhangat yang baru saja terjadi.


"Maaf..." cicit Nara.


Rajesh memalingkan wajahnya menatap istrinya yang sendu, "untuk apa?" tanya Rajesh dengan senyum manisnya membuat Nara malah semakin dirundung rasa bersalah.


"Maaf semuanya menjadi kacau"


"Tidak... tidak kacau, ini semua diluar kuasa Kita bukan? kita tidak tau jika hal ini akan terjadi, jadi jangan merasa bersalah seperti itu" kata Rajesh dengan sungguh sungguh.


Karena memang pria tampan yang berstatus sebagai suami itu tidak pernah menyalahkan istrinya atas insiden yang baru saja terjadi karena memang itu diluar perhitungan mereka, bahkan Rajehs yang sudah mengusahakan menyingkirkan Reyhan saja masih kecolongan apalagi Nara yang tidak tau apapun.


"Tapi semua tamu undangan jadi tau akan hal ini"


"Tidak masalah sayang" jawab Rajesh berusaha meyakinkan Nara.


"Terimakasih"


"Berterimakasihnya nanti didalam kamar saja" bisik Rajesh tepat ditelinga Nara membuat gadis itu tersipu malu, dia tau apa yang dimaksud oleh suaminya dan mau tak mau, siap tak siap Nara harus memberikan apa yang diinginkan suaminya.


"Ish... pikiranmu sudah kemana mana saja" kesal Nara sebenarnya ingin menutupi rasa malunya.


Rajehs hanya terkekeh melihat rona malu diwajah istrinya dan itu semakin membuatnya tidak sabar untuk malam pertama dengan Nara.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2