Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Kegiatan Masing Masing


__ADS_3

" Seperti yang bunda pikirkan, mereka menikah bukan karena cinta tapi karena sebuah tragedi" jawab Ans di sertai kekehan pelannya karena Jenn yang sudah tertidur kala teringat dengan peristiwa awal tuan mudanya menikah dengan Santi teman wanita yang dulu pernah sempat dia inginkan.


"Apa Mba santi ha..-"


"Bukan seperti kita bunda!" sela Ans yang ausah paham akan kelanjutan perkataan Helena.


"Jadi apa?"


"Kejadian yang dulu tidak di sengaja, membuat mereka tidur dalam satu kamar saat itu tapi mereka tidak melakukan apapun, hanya saja nyonya besar tidak mau tau dan dia menjadikan ini kesempatan agar tuan Ruben mau menikah"


"Ikh tapi kok bisa gitu yah? bunda kepo nihh!" desak Helena membuat Ans tersenyum.


"Jangan bilang sejak bersama mereka bunda jadi ketularan kepo"


"Aishh, ayah nih! kan budan cuma pengen memperjelas saja" ucap Helena dengan bibir yang di kerucutkan.


"Jangan memancing sayang..." kata Ans penuh penekanan keinginan.


"Ish nanti bunda kasih tapi katakan dulu semuanya" rayu Helena dengan iming ining membajal sawah.


Ans yang di beri iming iming seperti itu tenru saja bersemangat, ingat tidak ada kucing yang menolak ikan asin bahkan jika ikan asinya berada di tempat kotor sekalipun pasti akan di embat, begitu juga dengan Ans yang pastinya mau hanya dengan syarat mengatakan kisah Ruben dan Santi.


Walau sebenarnya tidak baik menggosipkan orang lain apa lagi bos sendiri dan bagi Ans sendiri itu pantang, tapi sepertinya akan ada pengecualian untuk imbalan yang satu ini "baiklah ayah kasi tau tapi janji kita akan membajak sawah malam ini" ucap Ans meminta kepastian.


"Tentu saja, asal bunda tidak lagi penasaran" jawab Helena dengan asal.


"Ingat bun, jangan menyesal"


"Tidak akan, sudah cepat ayah katakan!"

__ADS_1


"Kata nona Santi, dia sedang menolong tuan Ruben yang tidak sadarkan diri karena obat bius yang di berikan oleh seorabg wanita yang niatnya akan di jodohkan dengan tuan, tapi untungnya tuan tidak tidur bersama wanita itu tapi malah tertidur di parkiran mobil dan nona Santi yang kebetulan lewat langsung mebolong dan membawanya ke sebuah hotel tanpa pikir panjang, dan entah bagaimana nona Santi malah tertidur juga disana, dan esokanya nyonya besar menggrebek dan memaksa menikah tanpa menerima penolakan" jelas Ans panjang lebar.


Helena yang mendengarnya menganguk paham jika ternyata kisah ketiga pria termasuk suaminya sangat unik dan lucu tidak deperti pra pada umumnya yang akan dengan senang hati menikahi gadis cantik, tapi pada akhirnya mereka pun jatuh cinta walau awalnya bersaha menyangkal dan lagi lagi aku dan bucin juga.


"Bunda jangan lupa kita harus bekerja nanti malam"


"Iya iya! giliran itu saja ayah tetap ingat! cemberut Helena.


"Karena itu kebutuhan yang tidak akan bisa dj tunda dan di abaikan apalagi jika di tiadakan maka akan gempar seluruh bumi hahaha...!" tawa Ans saat mengatakan itu.


"Jangan brisik nanti Jenn terbangun"


Berbeda dengan Riko dan Lili yang sudah sampai di rumah, karena jarak tempuh rumahnya dan rumah ruben tidaklah jauh, hanya butuh wakti sepuluh menit jika jalan raya tidak macet tapi akan makam waktu setengah jam juga jika kedaraan sudah berkuasa atas jalan raya.


Lili langsung merebahkan Miley yang sepertinya sudah tertidur padahal baju belum di ganti, " gantk bajunya dulu mah" ucap Riko.


"Iya, mama ganti kok, tolong pah sekalian amnil baju tidurnya dulu" pinta Lili


Lili sibuk dengan pelan mengganti pakaian Miley agar nyaman tidurnya, dan setelah itu dia menunggu Riko keluar dari kamar mandi karena bergilir dirinya yang akan membersihkan diri sementara Riko menjaga Miley selama Lili mandi.


Dan tak lama menunggu, Riko pun keluar dengan handuk yang melilit di pinggang dan satu lagi handik kecil untuk menggosok rambutnya yang basah, melihat hal itu lagi lahi Lili terpesona menatap keindahan tubuh suaminya yang tidak pernah luntur pesona itu, padahal hampir setiap hari dia sudah menyaksikam keindahan itu tapi seolah tidak ada kata bosan bagi Lili.


Riko sendiri sudah terbiasa juga dengan sikap istrinya yang seperti itu, bahkan tak jarang dirinya pun seperti itu akan terhipnotis dengan tubuh sexy istrinya, tapi bedanya Lili masih malu malu dalam bertindak sementara Riko akan langsung menerkan jika melihat keindahan tubuh istrinya.


"Jangan di pandang terus, sesekali di pegang, di sentuh dan elus dong" kekeh Riko membuat Lili tersadar.


Buru biuru Lili memalingkan wajahnya yang memanas dan dia yakin jika kini wajahnya sudah merah semerah tomat matang dan itu sangat memalukan bagi seorang Lili.


"Apaan sih pah, udah ah mama mau mandi dulu" ucap Lili dan langsung berlalu pergi menuju kamar mandi, sementara Lili hanya tertawa cekikan melihat tingkah lucu istrinya.

__ADS_1


"Jangan berisik pah, nanti Miley terbangun" ucap Lili yang masih sempat sempatnya menyembulkan kepalanya keluar.


"Sudah mama mandi saja" jawab Riko.


Beda lagi dengan pasangan Ruben dan Santi, lagi lagi pria tampan dari dua anak itu merajuk kesal karena tidak bisa bersama istrinya di jam segini, dia harus menahan diri dan menunggu hingga pukul sepuluh malam setelah putra dan putrinya tertidur.


Entah kenapa kedua anaknya itu masih saja melek dan belum mengantuk di bawah jam sepuluh padahal untuk waktu segitu adalah waktu para balita mengantuk dan tidur, tali tidak dengan anak anaknya yang bahkan kini masih terkikik karena asyik bermain dengan dunia mereka sendiri.


"Sayang, kapan mereka akan tidur?" rengen Ruben.


"Mana aku tau, tanya saja pada kedua anakmu mas" jawab Santi acuh.


"Ck, beri mereka susu sayang biar cepat tidur" usul Ruben.


"Nanti berbotol botol abis baru bisa tidur" jawab Santi karena memang kebiasaan anak anaknya seperti itu akan menghabiskan banyak susu tapi tidak akan tidur sebelum jam sepuluh.


"Tidak masalah, mas masih punya banyak untuk membelikan mereka susu bahkan pariknya bisa mas beli, tapi untuk waktu bersamamu mas tidak akan bisa membelinya walau keliling dunia sekalipun" jawab Ruben membuat Santi tersenyum manis.


"Mas ada ada saja"


Ruben yang kesal karena istrinya tidak melakukan apa yang dia katakan langsung bergerak sendiri, menuangkan susus bubuk sesuai takaran dan kemudian menuangkan air sesuai dengan ukuran juga, setelah itu berjalan mendekati kedua anakanya.


"Anak anak ayah, yang cantik dang ganteng, ayo minum susu dan bobo" ajak Ruben dan menyodorkan botol susu yang sudah pastu dj sambut antusias oleh kedua anaknya.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Ok guys karena novelnya mau tamar jadi author mau gabung ya ketiga pria tampat ini di akhir akhir cerita...


Byee besok lagi yaa👋👋


__ADS_2