Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Cari Keberadaan Istriku


__ADS_3

" Baiklah. Kau tidak perlu memberitahuku.! karna aku bisa mencari sendiri dimana istriku." tegas Ruben penuh keyakinan, dan pergi seteah berkata demikian.


" Hei..! kenapa kau bicara seperti itu padanya.? apa kau tau dia adalah bosku.!" sentak Lili kesal karna tidak terima dengan perlakuan Jovan..


" Memangnya kenapa.? aku tidak takut padanya." jawab Jovan enteng.


Buuukk...


Satu pukulan mendarat di lengan Jovan dan seketika itu juga Jovan menjerit.


" aakhhh... kau sudah gila ya.! teriak Jovan.


" iya..! aku sudah gila. Aku gila karna kau sudah membuatku dalam kesulitan.! kau tau.? dia adalah bosku.Lalu bagaimana nanti kalau dia memecatku.! kesal Lili.


" Hei.! kau tidak perlu takut. Kau bisa bekerja denganku. Atau kau bisa pulang kembali kekotamu." jawab Jovan santi yang membuat Lili kembali meradang.


" Kau benar benar sudah gila.! umpat Lili. Ingat ya.! kalau sampai aku di pecat maka kau akan aku habisi.!" ancam Lili


" Memangnya apa yang bisa kau lakukan ha.?" tanya Jovan menaikan satu alisnya pertanda ia sedang menantang ancaman Lili.


" aishh.. Sudahlah.! aku malas berdebat denganmu. Intinya awas kau kalau aku dipecat olehnya." ketus Lili kemudian berbalik memasuki rumahnya dan menutup pintu dengan sedikit kasar sehingga membuat Jovan terkejut.

__ADS_1


" Dasar wanita bar bar." umpat Jovan yang kesal karna perlakuan Lili, ia berlali pergi meninggalkan rumah kontrakan itu.


Sementara Ruben setelah keluar dari rumah kecil itu, ia terus saja mengerutu, sesekali mengumpat dan memaki Jovan yang jelas jelas sudah tidak ada didepannya dan bahkan tidak bisa mendengar umpatan itu.


" Dasar kurang ajar.! gak ada akhlak.! berani sekali dia berkata seperti itu padaku. Apa dia tidak tau aku siapa ha.! dan apa apan dia itu.? kenapa tidak memberi tahuku keberadaan istriku.! dia pikir dia siapa.? suaminya.? he. Aku yang suami Santi bukan dirinya.


Ruben masih saja menggerutu tidak jelas didalam mobilnya, namun sesaat kemudoan dia terdiam saat teringat sesuatu.


" apa Santi kembali kekotanya.? tapi kalau ia kembali kekotany pasti saat ini bundanya pasti sudahe menelponku. Atau jangan jangan Santi tidak mengijinkan mereka menelponku.? atau jangan jangan mereka malah suka jika aku bercerai dengannya.? tidak tidak. Ini tidak mungkin. akhhhh..Aku harus menghubungi Ans." ucap Ruben setelah lelah bertanya dan menjawab sendiri dan menerka nerka tentang Santi.


" Hallo Ans." ucap Ruben setelah sambungan telah terhubung.


" Cepat cari tau apa istriku sudah kembali kekotanya.! titah Ruben.


" Baik Tuan." jawab Ans karna tidak ingin bertanya lagi


Ruben kembali kerumahnya, untuk mengistrahatkan tubuhnya. Karna saat ini Ruben sangat butuh itrahat ia cukup lelah dengan apa yang terjadi sekarang ini.


Ruben sampai di halaman rumahnya, mamarkirkan mobilnya digarasi, kwmudian melanglah masuk kedalam rumah.


Disana tampak orang tuanya sudah ada menunggu putra mereka pulang, Sedangkan Ruben Berlalu pergi begitu saja dan tidak menyadari kehadiran orang tuanya.

__ADS_1


" Kau dari mana saja." pertanyaan itu sontak membuat ruben berhenti melangkah. Ia berbalik dan melihat orang tuanya yang tengah mandangnya penuh kuatir.


Rubeb menghembuskab nafasnya dengan kasar kemudian berkata.


" Mencari istriku." jawabnya singkat dan kembali melangkah menuju kamar tempat Santi selama ini.


" Dia terlihat lelah pah." ucap mama Dila sendu


" Sudahlah biarkan saja dk seperti itu." jawab Prasetya


" Apa kita beritahu saja pa keberadaan Santi." usul mama Dila.


" jangan." jawab papa cepat.


" Loh kenapa pah.? biar saja Ruben menjwmput istrinya disana." ucap mama Dila lagi


" papa bilang jangan berarti artinya jangan.!" tegas papa.


mama Dila langsung terdiam dan tidak lagi melanjutka ucapannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2