Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Bali


__ADS_3

"Sayang, sebentar lagi ulang tahun pernikahan kita yang ke enam tahun kan?" tanya Ruben.


"Iya"


Saat ini pasangan itu sedang berada di dalam kamar, seperti sebelum sebelumnya mereka akan selalu merayakan ulang tahun pernikahan mereka berdua dan kini ulang tahun yang kelima kali dan Ruben ingin merayakan saja bersama dua orang lainnya sekaligus dia berniat untuk memberikan perusahaan yang di pimpin Ans sebagai hadiah untuk bawahannya itu sebagai penghargaan untuk kesetiaan dan kerja keras Ans selama ini.


"Mas ingin merayakannya tapi mas ingin bersama Riko dan Ans" ujarnya.


Santi mengerutkan keningnya dalam, dia tidak paham dengan maksud suaminya, "aku tidak mengerti"


"Mas ingin merayakan pernikahan dengan mereka berdua juga, jadi kita rayakan pernikahan bersama sama dan kita juga akan merayakannya di Bali sekalian liburan bersama anak anak" jawab Ruben sekaligus memberi usulan.


Santi yang mendengarnya tentu saja bukan main senangnya karena perayaan kali ini akan ada Lili dan Helena bersama mereka, tanpa protes dia menganggukam kepalanya antusias dan Ruben sudah bisa menebak jawaban itu.


"Yasudah mau menghubungi Ans dulu, mau tanya kapan Jenn akan libur sekolah"


"Baiklah, dan aku akan menghubungi Lili"


"Terserah kau saja"


Sementara di tempat Riko dan Lili, mereka baru saja akan merebahkan diri tapi bunyi ponsel milik Lili mengurungkan niat pasangan itu, "siapa sayang?"


"Santi"


"Tumben? tapi jawab saja dulu mana tau penting" ujat Riko yang di anggukan Lili.


"Hallo, ada apa San?"


"Oh ya, aku keduluan tapi mungkin nanti suamiku akan berbicara juga dengan Riko tapi aku ingin juga mengatakan ini padamu"


"Memangnya ada apa?" tanya Lili semakin penasaran.


"Suamiku bilang kita akan merayakan ulang tahun pernikahan bersama sama dan perayaanya di bali sekalian liburan bersama anak anak" ucap Santi dengan heboh.


Lili yang mendengarnya sempat mengerutkam keningnya nami tak lama berubah cerah saat mendapati jika mereka sekalian akan berlibur di Bali dan rencananya nanti saat anak anak sudab libur sekolah.


" Ya baiklah aku akan mengatakannya, dan aku juga sangat setuju akan itu agar kita bisa happy dan bersenang senang" jawab Lili.


"Ok, jadi aku tutup dulu soalnya mau menghubungi Helena dulu" ucap Santi.


"Ya baiklah, aku akan bicara pada suamiku dulu" jawab Lili.


Sementara Ruben menguhubungi Ans yang ternyata juga masih berada di kamar Jenn untuk menemani anaknya bobo terlebih dahulu, karena memang jika Helena kelelahan maka dirinya akan menemani Jenn hingga tertidur barulah Ans akan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Drttt Drrrttt


Getar ponsel Ans terasa menggangu, dengan perlahan tanganya bergerak meraih ponsel miliknya dan melihat ID pemanggil yang teryata itu adalah tuan mudanya.


Dengan gerakan perlahan Ans melepaskan tangannya dari Jenn setelah memastikan putrinya sudah tertidur, dengan sedikit jalan mengendap Ans keluar dan menutup pintu kamar Jenn secara pelan.


"Hallo tuan"


"Ah Ans, apa aku mengganggumu?" tanya Ruben merasa tidak enak hati.


"Tidak tuan muda, saya belum tidur baru saja dari kamar Jenn" jawab Ans.


"Oh kebetulan sekali kau menyebut Jenn, kapan dia akan libur panjang?"


"Sepertinya satu minggu dua minggu lagi tuan"


"Kalian berebcana kemana?"


"Tidak ada, tapi mungkin ke Ibu Kota saja"


"Begini....."


Ruben menyampaikan maksudnya mengatakan semua rencana dirinya yang ingin merayakan hari pernikahan secara bersamaan walau sebenarnya dia lebih dulu tapi dia ingin melakukannya bersama dan Rubem berkata jila mereka merayakannya lagi nanti itu tidak masalah bagi Ruben.


"Baiklah, segera kabari aku"


"Baik tuan muda"


Ans mematikam sambungan ponselnya, kemudian menuju kamar yang ternyata istrinya belum tidur, Helena sedang menunggunya sembali bersandar dengan ponsel yang di selancari.


"Bunda kenapa belum tidur?"


"Menunggu Ayah datang, kita tidur bersama" jawab Helena dengan senyum manisnya.


Ans mendekat, naik dan duduk bersandar di samping istrinya, Ans menarik pelan Helan ke dalam pelukannya dan membelai lembut punggung istrinya.


"Tuan Ruben berncana akan merayakan pernikahan ke enam tahunya di Bali dan dia bilang dia ingin merayakannya bersama, bersama Riko san istrinya sekalian mengajak anak anak berlibur" tutur Ans.


"Ohhh, tapi kan waktu pernikahan kita jauh berbeda dengan kita?" tanya Helena dengan kening yang sedikit berkerut.


"Boleh kok, nanti kalau mau kita rayakan lagi ya...kita rayakan lagi tapi boleh dong kita penuhi undangan tuan Ruben?" tanya Ans.


"Yaudah, bunda sih terserah ayah saja"

__ADS_1


"Baiklah tapi bisakah bunda bantu membujuk Jenn nanti? ayah takut nanti putri kita merasa kecewa kalau tidak jadu ke rumah omanya saat liburan nanti" pinta Anse sedikit khawatir.


"Baiklah, nanti bunda yang akan bicara dan bujuk kesayangan kita itu" jawab Helena dengan senyum hangat dia berikan pada Helena.


.


****


Sesuai rencana yang sudah di rencana Ruben dua pekan yang lalu dan sudah di setujui oleh semua orang termasuk Jenn yang ternyata sangat antusias mendengar jika mereka akan berlibur di bali di tempat yang konon katanya memiliki keindahan laut dan pantai yang sangat bagus.


Orang tua yang tadinya sempat cemas Jenn tidak akan mau bisa bernapas lega karena tetnyata kesenangannya jauh lebih besar di bandingkan rasa kangennya pada oma paman dan tanteny, dan itu sangat di maklumi dan di syukuri oleh pasangan Ans dan Helena karena memang itu yang seharusnya di jalani akan akan yaitu bersenang senang.


"Bunda......ayo kita berangka!" teriak Jenn yang sudah tidak sabar lagi.


"Sabar sayang Balinya tidak akan hilang jika kita terlambat!" jawab Helena dengan suara yang sedikit nyaring juga.


Jenn terdiam tidak lagi berkata apalagi berteriak karena menurutnya apa yang di katakan orang tuanya selalu benar dan dia yakin jika mereka tidak akan terlambat.


Berbeda dengan Miley yang sedari tadi hanya mengomel dan cemberut karena orang taunta sangat lama sekali padahal dirinya sudah siap dan rapi sejak pukul enam pagi dan kini sudah pukul setengah delapan tapi orang tuanya belum juga kelas urusannya.


"Ck, mama sama papa ngapai saja sih, kok lama amat!" ketus Miley.


"Mama....Papa...cepat kok lamat sekali sih, ini udah siang loh...!!" teriak Miley sambil mengedor pintu kamar orang tuanya.


Duuar Duarr Duarr


"Sabar Mi, mama lagi susun pakaian" ucap mama setelah membuka dan melihat anaknya yang sudah bersedekap dada dengan wajah yang memberengut kesal.


"Mama lama! kenapa tidak semalam saja merapikannya!" ketus Miley.


"Maaf ya sayang, tapi semalam kan mama rapiin keperluan Mi dulu jadi tidak sempat mama rapiin pakaian mama sama papa" jawab Lili dengan senyum lembutnya seraya mengusap lembut rambut Miley.


"Ohh, tapi cepet dong ma.... Mi sudah tidak sabar dan pasti Varo dan Naya sudah sampai" rengek Miley.


"Iya sayang, sebentar lagi siap kok, papa juga lagi siap siap" jawab Lili kemudian kembali masuk melanjutkan pekerjaanya dan Miley kembali ke ruang makan tepatnya duduk di meja makan.


.


.


Bersambung...


Mampir dan baca yaaa......

__ADS_1



__ADS_2