Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
rencana


__ADS_3

Hari-hari terus dilewati oleh pasangan baru itu selama dua minggu di Hawaii, tidak sedikitpun pasangan itu melewatkan setiap moment romantika keduanya, Rajehs selalu mengabadikan setiap moment keduanya dengan menyewa. fotografer yang handal untuk mengambil gambar mereka setiap berada diluar Vila.


Walau sebenarnya keduanya lebih banyak menghabiskan waktu didalam kamar Vila karena Rajehs yang terus melakukan pekerjaannya membajak sawah dan menanamkan bibit unggulnya disawah milik Nara dan wanita cantik itu tidak bisa menolak apalagi memberontak karena pria mesum dengan seribu kelicikan yang sialnya adalah suaminya sendiri selalu memiliki banyak cara untuk melumpuhkan argumen Nara.


Dan hari ini adalah hari terakhir keduanya berada disana, Rajehs mempersiapkan moment indah untuk Nara agar sebelum kembali Rajah ingin membuat moment yang tidak akan dilupakan oleh istrinya dan dia yakin jika wanitanya pasti akan menyukai hal itu.


Rajehs sudah membooking salah satu restoran tebaik yang ada di Hawai, terkhusus satu lantai paling atas untuk didekor sedemikian rupa dan untuk mengabiskan waktu sebelum menuju waktu malam, Rajehs mengajak Nara jalan jalan ke Mall untuk membeli oleh oleh untuk orang orang yang ditinggalkan di Indonesia terutama Radith yang sudah pasti akan meminta oleh oleh pada kedua orang tuanya.


"Sayang....ayo kita jalan jalan" ajak Rajesh tiba tiba membuat Nara membola mata.


"Mas serius?" tanya Nara sedikit ragu.


Rajehs menyerngit melihat respon istrinya, "ada apa? kamu tidak senang aku mengajakmu Jalan jalan?" tanya Rajesh.


"Eh tidak tidak...buka itu, hanya saja aku sedikit terkejut Mas" ucap Nara mengutarakan apa yang ada dihatinya.


"Kamu tidak mau jalan jalan, kalau tidak yasudah kita didalam villa saja" ucap Rajesh yang dijawab gelengan oleh Nara.


"Tidak Mas...aku mau jalan jalan" jawab Nara dengan cepat membuat Rajehs terkekeh.


" Kalau begitu berkemaslah, kita akan berangkat sekarang" titah Rajesh yang langsung dilaksanakan oleh wanita cantik itu dengan wajah berbinar.


Bagaimana tidak senang dengan berita hari ini, karena biasanya Nara harus merengek bahkan merajuk terlebih dahulu barulah Rajehs akan menuruti permintaannya untuk keluar jalan jalan, tapi kini tidak ada badai apalagi hujan suaminya mengajaknya keluar.


Nara jadi berpikir mungkin karena besok pagi mereka sudah harus pergi, makanya Rajesh tergerak hatinya untuk membawa dan membeli langsung oleh oleh untuk keluarga, Nara masih sanga ingat tiga hari yang lalu suaminya berkata jika semua oleh oleh akan dibeli anak buahnya tapi kini sudah berubah.

__ADS_1


Tentu saja Nara tidak mau menyiakan kesempatan, dia akan menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik, jarang jarang ada kesempatan membahagiakan seperti ini.


"Aku sudah selesai Mas..." seru Nara.


Rajesh hanya menggeleng melihat sikap istrinya, padahal wanitanya masih berada didalam ruang ganti tapi suaranya sudah menggema sampai di sofa tempat Rajesh menunggu didalam kamar tapi tubuhnya belum terlihat dari sama sekali.


"Keluar dulu sayang, baru katakan sudah siap" seru Rajesh.


Nara keluar dengan menampilkan cengirannya, sangkin tidak sabarnya sampai bertindak seperti itu padahal itu sama sekali bukan gayanya tapi semenjak bersama Rajehs, wanita cantik itu berubah seratus delapan puluh derajat menjadi manja dan sedikit kekanakan.


"Hehehe....lupa Mas kalau belum keluar dari ruang ganti"


"Bagaimana tidak lupa, dipikiranmu sudah tentang jalan jalan" ejek Rajesh.


"Tentu saja, karena sangat jarang Mas memberi kesempatan selama dua Minggu ini, selalu saja mengurungku didalam kamar bahkan aku harus merengek terlebih dahulu" cebik Nara menjawab perkataan suaminya.


"Tapi tidak harus berada dikamar sepanjang hari" protes Nara.


"Kalau tidak didalam kamar, memangnya dimana lagi kita akan membajak sawah?" pertanyaan Rajehs justru gadis cantik itu bungkam, maksudnya keluar adalah untuk jalan jalan tapi lagi lagi suaminya yang mesum itu malah mengaitkannya dengan hal mesum.


"Sudahlah ayo kita pergi sekarang" ajak Nara yang tidak ingin berada lebih lama didalam kamar berdua dengan suaminya karena sudah bisa dipastikan jika akan berakhir lagi diatas ranjang nasibnya.


Rajehs tersenyum dan mengikuti istrinya, dia bisa tau apa yang ada didalam hati istrinya terlihat dari wajah Nara yang sedikit mengkhawatirkan keberadaan mereka berdua didalam kamar dan memang benar, wanita cantik itu mengambil langkah yang tepat karena Rajesh hampir saja menerkam dirinya lagi.


"Kita akan ke Mall atau kemana Mas?" tanya Nara.

__ADS_1


"Tentu saja kita akan ke Mall untuk membeli buah tangan"


"Aku ingin membeli produk asli negara ini Mas" ucap Nara mengutarakan niatnya.


"Apapun untukmu sayang" ucap Rajesh.


Nara tersenyum dan keheningan mulai mengambil alih kembali hingga tak terasa keduanya sampai di Mall dan mulai berbelanja apa saja yang menurut mereka bagus untuk jadi buah tangan.


Sementara di Indonesia, Reyhan maupun Clara masih tinggal dalam saru rumah tapi keadaanya sudah seperti orang asing, baik Cleora maupun Reyhan tidak bertegur sapa sama sekali terumata Cleora yang sudah tidak mau tau lagi tentang Reyhan suaminya.


Sementara Reyhan sendiri tidak mengambil pusing akan hal itu, dia sedang fokus pada perusahaanya yang saat ini dia kembangkan, tentu saja pria itu sadar diri jika nanti berpisah dengan Cleora maka dia tidak berhak lagi menjadi direktur perusahaan cabang milik Abraham sehingga pria tampan itu selain mengurusi perceraianya dengan Cleora, dia juga mengusurusi perusahannya tapi sesekali juga dia menghandle perusahaan Abraham sebelum benar dia lepaskan.


Reyhan bertanggungjawab akan hal itu, dia bertanggungjawab untuk memegang kendali perusahaan itu sementara sebelum ada orang lain yang sudah pasti akan menggantikan posisinya kelak.


Jika Reyhan sibuk dengan perceraianya dan perusahaan barunya, berbeda dengan Cleora yang menanti kedatangan Nara dari Hawai, gadis cantik itu ingin bicara dan meminta Nara kembali pada Reyhan walau sebenarnua itu merupakan permi taman konyol karena bagaimana mungkin dia dengan lancangnya akan meminta Nara kembali pada Reyhan sedang gadis itu tau sendiri jika rivalnya sudah menikah dengan pria lain.


Tapi terap saja Cleora berpikir mungkin saja rivalnya masih memiliki rasa terhadap suaminya dan mungkin akan kembali jika Cleora memintanya tanpa berpikir jika itu justru akan membuat dirinya ditertawakan karena begitu bodoh tapi tidak masalah bagi Cleora karena yang paling penting baginya adalah pria yang dia cintai bisa bahagia kembali.


Ibaratkan Cleora ingin menjadi pahlawan cinta, mempersatukan dua orang yang saling mencintai tapi harus terpisah karena abisinya juga, ya Cleora ingin mempersatukan keduanya kembali tanpa mempertanyakan apakah hati Nara saat ini masih sama atau malah sudah melabuhkan hatinya untuk orang lain sebagai pelabuhan terkahir.


Tapi apapun itu, semua terserah pada Cleora, diberi pengertian seperti apapun tidak akan menyurutkan semangatnya yang masih menunggu Nara kembali dari Hawai dan akan memulai usahanya untuk membujuk istri orang untuk bersatu pada suaminya yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2