Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua pernikahan Lili Riko


__ADS_3

Hampir dua bulan setelah kejadian dimana Lili dan Ans saling menyakiti, dan selama itu juga tidak ada lagi komunikasi keduanya, bersikap seperti orang yang tidak saling kenal, bahkan dan hanya akan berurusan jika sangat mendesak sekali.


Bahkan pernah Satu minggu Ans pergi keluar negeri dengan alasan dinas untuk menyelesaikan masalah perusahaan disanaa, yang padahal itu hanya sebagai alasan bagi Ans untuk menghindari Lili dan juga untuk menenangkan pikirannya.


Hingga kini tepat adalah hari pernikahan Lili dan Riko, sebenarnya Ans tidak ingin menghadiri acara itu, tapi sang bos yang menyebalkan itu memaksanya untuk ikut bergabung dengannya dan mau tidak mau dirinya harus ikut.


Ans sudah berpakaian rapi, dengan stelan jas mahalnya, menyopiri Bos dan istrinya yang sudah mengansung dengan usia lebih dua bulan, dengan wajah datar Ans menuntun mobil itu menujut tempat tujun.


Sedangakn Kedua penumpangnya tidak ada yang mau menegur dirinya atau mengajaknya berbicara, mereka malah sibuk untuk memadu kasih dan bermesraan di mobil yangbmembuat Ans semakin meradang.


Sampai disana, mereka turun dengan gaya higth class nya tak terkecuali Ans yang sebagai bawahanya.


menunggu kedua mempelai melangsukan pernikahan.


Sedangakn ditempat lain si waktu yang sama


seorang wanita sedang duduk melamun di depan cermin tanpa merasa tergangu dengan kegiatan MUA yang sedang mendadaninya.


Lili sampai kini masih tidak bisa menerima jika dirinya akan menikah dengan Lelaki yang tidak pernah merasuki relung hatinya, bahkan saat ini dirinya sedang memikirkan lelaki lain.


Tidak ada hal yang membuat dirinya haruserasa bahagia akan hal ini, karnaemanh dia tidak mengharapkan pernikhan ini.


" Tuhan, kenapa hati ini tidak bisa menerima kehadirannya, tapi aku justru memikirkan lelaki lain yang jelas jelas jelas tidak akan memjadi milikku." keluh Lili dalam hati dengan wajah yanh tidak bisa di sembunyikan kesenduannya.


Jika pasangan lain merasa ini bersejarah karena akan bersama pasangan dan memulai hidup baru, berbeda dengan Lili, ia merasa hari bersejarah ini adalah hari dimana dia akan menjalani kehidupan pahitnya hidup dengan orang yang tidak diinginkan.


Balutan kebaya yang menghiasi tubuhnya tidak membuat seorang Lili bahagia, karna memang pada dasarnya keterpasaan yang ada dalam pernikahannya.


Tidak jauh berbeda dengan Riko yang saat ini sedang mempersiapkan dirinya dengan stelan jas mahal nan elegannya, tampak sedang merenung memandangi dirinya di depan cermin kamarnya.


Pikirannya masih dipenuhi kebimbangan akan keputusan menikahi wanita yang tidak ia harapkan. Menghela napasnya berkali kali mengusir resah dihatinya, terlebih saat dirinya mengingatvmantan kekasihnya yang menagus didepannya beberapa bulan yang lalu saat ia kembali kerumah orang tuanya untuk menjenguk mama.


Kekasih yang sudah mengisi hatinya bertahun tahun lamanya, kini menangis karna perbuatannya yang pergi menikah dengan wanita lain.


tok..tok..


Pintu diketuk dan itu berhasil membuat Riko sadar dari lamunannya. " ya masuk.!"


" Apa kamu sudah siap sayang.?" tanya mama lembut


" Yah, mah aku sudah siap, ayo kita berangkat." ajak Riko yang tidak mau lagi banyak bicara.


Mamanya hanya mengikuti kemauann anaknya meski harus mengelus dada melihat anaknya yang tampak sangat murung, tapi apa boleh buat inilah yang terbaik untuk putra dan keluarganya.


****


Aula gereja tampak sangat ramai oleh tamu undangan, dan dua keluarga sudah berkumpul bersama menyaksikan putra putri mereka mengucapkan janji suci pernikahan didepan pendeta dan di hadapan Tuhan.


Lili dan Riko sudah berdir saling berhadapan, dengan pandangan yang terasa sangat kosong terutama Lili yang merasakan tidak adant hikmat dalam pernikahannya


Mengucapkan janji suci masing masing, hingga

__ADS_1


berakhir dengan Riko yang mencium kening Lili lama dan berakhir dengan bibir yang saling menpel tanpa pergerakan.


Mata saling beradu, baik Lili maupun Riko tidak ada yang mengalihkan padangangan dari objek, yang ada didepannya. Seketika degupan jantung dirasakan oleh keduanya tanpa tau alasan dari degupan itu.


" Kenap jantungku terpompa lebih cepat dari biasanya saat bibir ini bersentuhan dengannya." batin Riko.


" Ya Tuhan, lelaki yang akan menjadi suami ku sangat tampan, tapi kenapa aku tidak bisa menyukainya. Eh, tunggu dulu kenapa tiba tiba jantungku berdetak sangat cepat." batin Liki


Mereka berdua sama sam membatin dalam hati, mengutarakan apa yang sedang dirasakan oleh diri masing masing hingga tak sadar baha mereak sudah terlalu lama saling menempelkan bibir, dan perkataan pendeta tidak lagi didengar oleh mereka berdua.


Keduanya baru tersadar saat tepukan riuh dari para undangan memekakan pendengaran, seketikan mereka berdua menjauh dengan wajah yang sudah merona malu, sama sam canggung pada akhirnya.


Sedangkan di pojok salah satu ruangan itu, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan dada yang bergemuruh menahan amarah, tangannya meremas kuat gelas jus yang ada dalam genggamannya, matanya memerah dengan sorot kekecewaan.


Semua gerak gerik mereka terekam jelas dalam ingatannya, bagaimana mereka saling menatap, berciuman, dan berakhir sikap canggung dan rona merah di pipi itu, tak luput dari pandangnya.


" Bagaimana bisa kamu mengatakan kalau kau terpaksa Lili sedangkan mata dan sikapmu tidak menunjukan hal itu." batin Ans dengan mata yang sudah berkaca kaca


Orang itu ada Ans, yang juga ikut menghadiri acara pernikahan itu karna permintaan dari bosnya Ruben, walaupun enggan tapi dia tidak bisa menolaknya.


Tepukan kecil dibahunya menyadarkan Ans dan mau tak mau ia mengalihkan perhatianya melihat siapa yang sudah mengganggunya.


" Kau lupakanlah dia Ans." Ruben lah orangnya dia tidak sengaja melihat kearah Ans yang sedari tadi memandang lekat pasangan pengantin itu.


" Tidak muda tuan." jawab Ans yang tidak bisa berbohong lagi.


" Saya tau tidak mudah, karna saya juga pernah diposisi ini. Tapi bukan berarti kau akan tetap seperti ini, jangan buang waktumu hanya untuk wanita yang sudah bersuami." tutur Ruben panjang lebar.


Ans tidak lagi menjawab, karna tidak tau respon apa yang harus diberikannya, hingga suara Majikannya terdengar.


Ans mengikuti bosnya menuju pelaminan kedua mempelai, kalau boleh jujur ,sebenarnya dia tidak mau tapi sudah terlanjur juga dia datang.


Sanjang berjalan menuju pelaminan Ans terus saja memperhatikan Lili yang tertawa lepas, apalagi saat bicara bersama Santi, kebahagian jelas terpancar dari wajah cantik Lili dan tidak adanya keterpaksaan dari sana.


Riko yang menyadari hal itupun langsung merangkul mesra pinggang Lili seolah menyatakan kepemilikannya. Dia seolah menunjukan ada orang lain terutama pada Ans yang sebagai sainganya bahwa dialah yang memenamgkan pertarungan yang tidak secara langsung mereka kibarkan.


Tentu saja hal itu membuat Lili terkejut, ingin melepasakn diri tapi ada banyak mata yang memandang kearah mereka, hingga tatapanya tak sengaga beradu dengan tatapan Ans.


" Jangan bergerak apalagi menolak jika kamu tidak mau jadia bahan perhatian." bisik Riko tepat ditelinga Lili dan hal itu terlihat seolah jika Riko sedang mencium pipi Lili.


LIli tidak lagi bergerak dan tidak lagi berontak melepaskan diri, dengan terpaksa ia membiarkan tangan Riko merangkul pingganya


" Ck, mau pamer " Ans berdecak didalan hatinya saat melihat tingkah laku Riko.


Ans tidak mempedulikan sikap Riko itu, tapi ia lebih fokus memandang wanita yang sudah mencuri dan mematahka hatinya itu, sejenak saling memandang, menyalurkan rindu bercampur sakit yang dirasakan oleh keduanya, namun pada akhirnya Ans lebih dulu memutus tatapannya dan memandang kearah yang lain yang membuat Lili juga ikut memutuskan pandangannya.


Ans kini berada tepat dihadapan Lili mengulurkan tangan untuk mengucapakan selamat.


" Selamat atas pernikahanmu Lili." Ucap Ans datar.


Tangan Lili gemetaran menyambut uluran tangan itu, sangat berat rasanya bila harus bersentuhan dengan lelaki dihadapannya ini, tapi apa yang bisa dilakukan, menghindar pun tidak bisa

__ADS_1


" Terimaksih." kata Lili dengan mata yang sudah berkaca kaca dan suara yang bergetar lirih.


Riko yang melihat itu terbakar emosi, dia tidak suka melihat Lili yang masih saja menyimpan rasa apalagi reaksinya itu yang sangat lemah dihadapan Ans


Dengan sedikit kasar Riko mengalungkan tangannya kembali dipinggang Lili yang tadi terlepas saat bersalama dengan Ruben. " Kau tidak mau memberiku selamat Ans." kata Riko penuh penekanan.


" Tentu. Tentu saja aku akan mengucapkan selamat menempuh hidup baru tuan Riko." jawab Ans tak kalah dinginya dengan tangan yang saling meremas ditengah jabatan tangan itu.


" Riko." tegur Lili saat mata memandang karah mereka. Dan Riko dengan cepat melepasakan remasan tanganya.


" Jika kau tidak mau aku begini, maka jaga sikapmu." kata Riko penuh penekanan walau terkesan hanya bisikan.


Ans berlalu pergi meninggalkan pelaminan, dengan diiringi tatapan mata Lili yang tidak lepas sampai Ans benar benar menghilang.


Sedangkan Riko lagi lagi terbakar amarah melihat tatapan Lili yang tidak lepas dari Ans. Entah kenapa dia bisa semarah itu yang jelas ia tidak suka melihat lili masih mengagumi lelaki lain apalagi itu adalah Ans.


" Ku peringatkan lagi nona untuk menjaga pandangan anda." lagi lagi Riko memberi peringatan pada Lili dan seketika itu juga Lili tersadar dan mengalihkan lagi pandangannya.


Acara masi saja berlangsung, acara memberi selamat belum berakhir karna tamu undangan masih banyak berdatangan, dan pasangan penganti itu terutama Lili sudah mulai merasa kelelahan.


" Kau istrahatlah jika lelah." kata Riko yang berniat ingin membantu Lili untuk duduk, tapi dengan cepat Lil menepis tangan itu. " jangan sentuh aku. Aku bisa jalan sendiri." ucap Lili dengan wajah datarnya dan kemudian duduk di kursi pelaminan mereka.


Ruben hanya memandang Lili dengan lekat, sedangkan Lili membuang pandangannya kesembarang arah, enggan untuk menantang tatapan itu.


Beberapa jam sudah berlalu dan acara pernikahan pun sudah selesai, semua tamu undangan sudah perpulang, bahkan semua kerabat beserta orang tua dari keduanya juga sudah kembali kekediaman keluarga Riko.


Tinggallah pasangan itu yang disana, oh tidak lebih tepatnya berada di dalam kamar pengantin yang sudah di sediakan oleh para kerabat.


" Kau mandilah, bersihkan tubuhmu." ucap Rko yang paham kalau Lili sangag kelelahan.


Tidak ada respon atau sahutab dari Lili, habya berlalu pergi meninggalkan pria tampan yang sudah sah menjadi suaminya itu.


Sampai di kamar mandi, Lili yang berniat membuka gaun pengantinnya kesusahan untuk menurunkan resleting.


Masih bergelut dengan usahanya membuka gaun, sedangkan waktu yang digunakan sudah hampir setengah jam membuat Riko yang menunggu langsung mendekati pintu dan.


tok..tok...


" Lili kenapa kau lama sekali didalam.? apa kau tidur disana." Riko berteriak memanggil Lli dengan tangan yang terua menggedor pintu kamar mandi.


Ceklek..


Pintu terbuka menampakan Lili yang masih sama seperti tadi penampilannya, dan tentu saja itu membuat Rilo sangat terkejut. Bagaimana mungkin Lili belum mandi sedangkan waktu sudah sangat lama ia gunakan.


" Kenpa kau belum juga mandi ha "kesal Riko.


" Aku..em aku." Lili ragu mengatakan apa yang menjadi keluahannya.


" Aku apa ha.! jangan gagu gitu kamu." desak Riko.


" Itu,, emm aku tidak bisa menurunkan resleting gaunku, sangat susah sekali ini " kata Lili dengan kepala yang tertunduk dan wajah yang sudah merona malu.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE, KOMENT,VOTE, RATE DAN BERI AOTHOR HADIAH YA🙏🙏


__ADS_2