Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Cara Licik


__ADS_3

"Aku akan membayarmu" ucap Riki dengan yakin.


"Hahaha....! aku tidak akan tertipu, kau tau? aku sudah sering menemui smirang sepertimu hanya bisa menipu dan lagi kau mau membeyarku dengan apa? sebentar lagi kau akan bangkrut" ejeknya.


Riko mengepalkan kedua tangannya dengan kuat menahan amarahnya, dia tidak boleh terbawa emosi dia harus bisa menahan dirinya.


"Kau benar, tapi bukankah kau sudah aku tangkap? otomatis kau tisak lagi mengahncurkan perusahaanku dan sebaliknya aku akan membuatmu hancur!" ucap Riko, "kau tinggal pilih mau kehancuran seperti apa penjara atau lenyap di tanganku!" lanjut Riki dengan nada sinisnya.


Pria itu bungkam tidak lagi bersuara, dia menelan ludahnya kepayahan saat mendapati aura gelap dari wajahnya.


"Silahkan pilih kau mau kehancuran yang seperti apa? tapi jika aku jadi kau maka aku akan menyeret dia bersamaku dan hancur bersama sama!" lanjut Riko memberi provokasi.


"Apa kau akan menghukum orang itu?"


"Tentu saja aku akan melakukan itu! aku akan memberi pelajaran yang setimpal dengan apa yang sudah dia lakukan padaku dan seluruh karyawanku!"


"Janeth! Janeth yang menuruh diriku, dia yang memintaku untuk meretas dan menghancurkan perusahaanmu perlahan agar kau bisa memohon bantuan padanya dan dia akan mengajukan persyaratan padamu" ucap pria itu membeberkan semua keinginan Janeth.


Riko yang mendengar penuturan pria itu menjadi tersulut emosi, dia benar benar marah pada apa yang dia dengar, rupanya sudah direncankan terlebih dahulu secara matang oleh wanita itu.


"Bereskan dia, masukan dalam penjaran dan pastikan dia mendapat ganjaran yang setimpal!" ucap Riko.


"Baik tuan, bagaimana dengan nona Janeth?"


"Aku akan membunuhnya saat ini!"


Riko melajikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, perjalanan yang seharusnya ditempuh dalan waktu satu jam, kini bagi Riko hanya dua puluh menit saja dan dia sudah sampai di apartement Janeth.


Tangannya memencet tombol bel dengan tidak sabarnya, berulang kali bel berbunyi sedangkan pemilik mengumpat marah mendapati tamu yang tidak di undang membuat keributan di apartementnya.


Ceklek

__ADS_1


"Riko!" seru Janeth dengan senyum merekahnya.


Janeth tidak menyangka akan mendapati Riko datang ke apartementya setelah penolakan kasar dari Riko di restoran kemarin hari dan kini pria itu berada di hadapannya, mungkin saja Riko berubah pikiran pikir Janeth.


"Masuklah Riko" ucap Janeth lagi dengan senyum manisnya.


Riko menerobos masuk dan di ikuti Janeth yang langsung menutup pintu apartemen miliknya, agar tidak merada tetganggu kebersamaanya dengan Riko.


Riko yang sudah tidak tahan lagi langsung berbalik dan mencekik leher Janeth dengan geramnya, rasanya matanya sudah gelap tidak lagi mempedulikan nyawa Janeth yang bisa sewakti waktu lenyap karena cekikannya.


"Dasar wanita murahan! pel**ur! Jal**g!" umpat Riko.


"Ap apa ya yang kau lak lakukan Ko?" tanya Janeth dengan suara yang terputus putus karena tercekat akibat cekikan Riko.


"Kau menipuku jal**g! kau membayar orang lain untuk menghancurkan perusahaanku agar kau bisa melemparkan dirimu yang murahan ini padaku!".


"Le lep lepaskan aku Ri Rik Ko" pinta Janeth dengan tangan yang berusaha untuk melepaskan diri dari cekikan Riko.


"Lepaskan aku Riko, kenapa kau sangat kasar padaku sekarang" pinta Janeth dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


Janeth merasa sangat sakit, sakit karena perbuatan Riko pada tubuh dan hatinya saat ini, dia tidak pernah menyangka jika Riko yang dulu dia kenal yang tidak sekalipun berbuat kasar padanya kini berubah menjadi Riko yang sangat kasar.


"Ini akibat kau yang barani bermain main denganku! bukankah aku sudah memperingatkanmu agar menjauh dan tidak muncul lagi? tapi kau dengan beraninya membangunkan sisi gelapku yang tidak pernah ku tunjukan padamu da terima saja akibat dari perbuatanmu!" bentak Riko.


"Aku hanya ingin kau bersamaku Riko, karena aku begitu mencintaimu hinggak kini!" jawab Janeth dengan lirih.


"Jangan membawa cinta Ja**ng!" bentak Riko, "aku tidak sudi di cintai oleh wanita murahan seperti dirimu! kau sangat menjijikan bagiku!" lanjut Riko dengan senyum meremehkan.


"Kenapa kau begini Riko?" lirih Janeth


"Jangan menunjukan wajah terlukamu padaku karean itu tidak akan membuatku iba! dan sekarang kau harus membayar semua yang sudah kau lakukan!" tegas Riko.

__ADS_1


" Kau mau apa Riko! jangan mendekat padaku! pergi...pergi dari sini Riko!" teriak Janeth saat mendapati Riko mendekati dirinya.


Jika dulu Janeth akan sangat bahagai jika Riko mendekatinya maka berbeda sekarang, Janeth sangat takut pada Riko, setelah melihat kekejaman Riko yang tidak berperasaan membuat Janeth sangat menyesali perbuatanya.


"Kau harus mengganti semua kerugianku! atau jika kau tidak mau, maka bersiaplah aku akan melemparmu pada anak buah halim agar kau di gilir hingga meregan nyawa!" ancam Riko.


Janeth yang mendengar itu bergetar ketakutan, dia tidak mau berkahir tragis seperti perkataan Riko, dia masih ingin hidup dan menjalani kehidupanya dengan baik bukan seperti yang di katakan Riko.


Dengan cepat Janeth bersimpuh di kaki Riko memohon agar pria itu tidak melakukan seperti yang dia katakan "jangan Riko, aku mohon jangan melakukan itu padaku! aku tidak mau hiks..hiks akut tidak mau Riko aku mohon jangan lakukan itu" pinta Janeth memeluk kaki Riko.


"Maka kau harus mengganti semua kerugianku!" ucap Riko dengan senyum liciknya.


Ya, Riko terpaksa melakukan cara ini, karena jelas saja tidak ada lagi perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaanya yang benar benar merosot drastis dan kini cara satu satunya untuk mendapat suntikan dana adalah memeras Janeth sebagai bentuk tanggung jawab.


Janeth tercengang mendengar perkataan Riko, Jeath tau betul berapa kergian yang di alami oleh Riko dan itu bukanlah uang yang sedikit dan dari mana dia akan mendapatkan uang itu.


"Riko dari mana aku akan mendapatkan uang sebanyak itu" tanya Janeth di tengah keterkejutannya.


"Hanya Delapan Ratus Milyar, dan aku yakin kau akan mendapatkan uang itu bukan?" tanya Rko dengan satu alisnya naik ke atas.


"Tapi itu bukan uang yang sedikit Ko!"


"Dan aku tidak mau tau!" sentak Riko, "tidak masalah jika kau tidak mau, berarti kau memilih opsi kedua" ucap Riko dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Halim.


Tapi dengan cepat Janeth merebut ponsel Rko "jangan! jangan lakukan itu aku mohon, baiklah aku akan berusaha membayar itu tapi aku mohon beri aku waktu saru hari untuk meminta pada ayahku" jawab Janeth pada akhirnya mengiyakan perkataan Riko.


"Besok batas waktumu! dan ingat jangan mencoba menipuku karena aku tidak akan melepaskanmu!" tegas Riko kemudian pergi meninggalkan apartemen milik Janeth.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2