
Riko berjalan dengan lemas menuju rumahnya, pekerjaan hari ini benar benar sangat membuat dia sangat lelah.
Masuk kedalam rumahnya, depan pintu sudah ada Istri yang menyambut kedatangan suami itu.
Lili pun merasa tidak bersemangat hari ini, setelah Riko kembali menjalani aktifitasnya di kantor, rumah menjadi sepi dan perasaan Lili juga menjadi sepi.
Biasanya selama beberapa hari suaminya pasti akan bertingkah dan merengek manja yang membuat Lili memiliki banyak kegiatan dan cerita, tapi hari ini semua kembali lagi seperti sebelum dirinya hamil.
Wajah lelah Riko yang dia bawa dari kantor berubah menjadi cerah dan bersemangat saat melihat istri tercintanya sudah menunggu kepulangannya.
" Sayang..." panggil Riko yang mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Lili.
Lili dengan senyum bahagia menyambut Riko dan langsung masuk ke dalam pelukan Riko "Sayang, aku belum mandi jangan peluk dulu" kata Riko yang merasa lengket dak kotor tidak enak jika Lili yang sudah mandi memeluk dirinya.
Lili mendengus kesal mendengar perkataan Riko "Kenapa! apa habis berpelukan dengan wanita lain jadi kau takut jika aku mencium bau wanita dibajumu!" tanya Lili dengan tatapan penuh selidik.
Riko terbahak mendengar perkataan Lili terlebih lagi melihat raut muka Lili yang sedang menunjukan kecemburuannya.
"Apa ini bisa dikatakan istri yang sedang cemburu?" goda Riko.
"Ck, percaya diri sekali kau ini" ketus Riko.
"Jika kau tidak cemburu, lalu kenapa reaksimu seperti seorang istri yang sedang mencurigai suaminya." Riko semakin gencar menggoda Lili.
" Ck, sudahlah aku tidak mau bicara dengamu!" ketus Lili yang berlalu pergi meninggalkan Riko.
"Sayang...! hei kenapa kau marah? kau tau aku suka jika kau cemburu, itu artinya kau sangat mencintaiku" teriak Riko menyusul Lili Memasuki kamar mereka.
"Ck percaya diri sekali kau!" ketus Lili membanting tubuhnya di atas ranjang.
"Sayang hati-hati nanti anak kita kenapa-napa!" seru Riko khawatir yang melihat Lili membanting dirinya di atas kasur.
"Tidak akan" saut Lili malas.
"Tidak apa apa bagaimana! kamu merebahkan dirimu terlalu kasar sayang,kalau anak kita guncang gimana" kata Riko menghampiri Lili dan duduk di atas ranjang tepat di samping Lili.
__ADS_1
Riko mengangkat tangannya dan merapikan uraian rambut Lili yang berantakan akibat guncangan tubuhnya yang sedikit keras, kemudian perlahan mengelus pipi mulus istrinya dan menunduk mencium kening disebut " love you my Wife" ucap Riko setelah melepaskan kecupannya.
Lili membuka matanya terbit senyum di kedua sudut bibirnya, rasanya hatinya begitu berbunga-bunga mendengar ungkapan cinta yang terdengar merdu di telinga nya dari bibir manis suaminya.
"Love you more husband" jawab Lili dengan lembut.
Riko tersenyum mendengar balasan Cinta dari istrinya segera ia berdiri dan berkata "aku mandi dulu Setelah itu kita jalan-jalan dan kita akan makan malam di luar berdua" ucap Riko yang langsung pergi menuju kamar mandi.
Lili tersenyum mendengarkan perkataan suaminya yang mengajak dirinya intuk makan mala di luar, dengan segera Lili menunu lemari untuk memilih pakaian yang bagus untuk di kenakan, dan rencananya dia ingin menggunakan warna senada dengan suaminya
Lili masih sibuk memilih dan membandingkan pakaian yang akan mereka kenaka, hingga tanpa terasa Riko sudah selesai dengan ritual mandinya dan melihat istrinya yang sedang sibuk.
"Apa yang kau lakukan sayang.. Kenapa kau membongkar semuanya?" tanya Riko melingkarkan tangannya di perut Lili dan memeluknya dari belakang.
"Mencari pakaian untuk kita gunakan" jawab Lili tapi fokusnya masih pada kegiatannya.
"Kenapa harus pusing memilih pakaian? memangnya kita mau kemana? tanya Riko berpura pura lupa.
Lili berbalik dan memicingkan matanya menatap Riko "Jangan katakan jika kau sudah melupakan ucapanmu beberapa menit yang lalu " Lili mendelik tajam menatap suaminya.
" Kenapa kau malah tertawa" kata Lili tak suka.
"Reaksimu sangat lucu sayang" ucap Riko yang masih tertawa.
"Sudahlah berhenti tertawa! kita jadi atau tidak!" sentak Lili.
"Tentu saja sayang kita akan makan malam romantis, walau ide ini muncul begitu saja." jawab Riko nyengir.
"Berarti tidak romantis dong" ucap Lili dengan wajah masamnya.
"Ada Halim yang akan mengurus semuanya" jawab Riko dan langsung mendial nomor Halim memberi perintah untuk menyiapkan meja romantis untuk mereka berdua.
Setelah memberi perintah, Riko kembali berjalan menuni istrinya dan mengambil pakaian dari tangan Lili kemudian menelisiknya.
"Apa kau memiliki pakaian senada dengan warna kemejaku ini?" tanya Riko.
__ADS_1
"Sebentar" jawab Lili dan berbalik mencari pakaian dengan warna senada dengan kemeja biru dongker polos suaminya
"Ini" sodor Lili di depan Riko memperlihatkan model pakaiannya yang sedikit terbuka lehernya.
Riko melihat pakaian itu dan kemudian berkata " Kau mau memperlihatkan tubuhmu ini pada pria lain!" sentak Riko.
"Apa maksudmu?" tanya Lili.
"Lihat ini" ucap Riko menunjukan pakaian otu di hadapan Lili "Bukankah lehenya terlalu jatuh dan belahan kakinya juga terlalu tinggi! entah dari mana kau menemukan pakaian kurang bahan ini!" ketus Riko yang langsung melemparkan pakaian itu.
Lili yang melihat sikap posisi suaminya hanya tersenyum, ada rasa senang di hatinya ketika suaminya tidak rela Jika dia dilirik pria lain.
Bukankah itu artinya Riko sangat mencintainya sehingga dia bersikap seperti ini? muncul ide gila di pikiran Lili untuk menggoda suaminya.
Dia berjalan dan pemungut pakaian yang dilemparkan Riko berjalan menuju meja rias yang terdapat cermin disana " bukankah ini sangat cantik? aku pasti akan semakin cantik bukan jika menggunakan gaun ini" ucap Lili dengan senyum kecil di bibirnya.
Riko yang mendengar perkataan Lili menjadi blingsatan, Bagaimana bisa istrinya sesantai itu berkata akan terlihat cantik dengan gaun itu sementara dia sudah sangat seperti kebakaran jenggot di buatnya.
Jangankan mengijinkan Lili memakainya, membayangkan saja Riko sudah sangat gusar jika tubuh istrinya di lihat oleh pria lain.
"Jangan di pakai atau makan malam kita dia batalkan!" ucap Riko tegas.
Lili sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, ia tertawa terbahak karena sudah berhasil membuat suami tercintanya meradang seperti ini.
"Kenapa tertawa!" ketus Riko.
Lili berjalan menuju suaminya kemudian mengapit kedua pipi dengan lembut dan berkata
"kau terlihat sangat sangat menggemaskan sayang bila cemburu seperti ini, aku tidak akan menggunakan pakaian ini karena aku juga tidak nyaman dan pakaian seperti itu "lanjutnya.
"Jadi kau tidak akan menggunakanya?" tanya Riko dengan bahagainya.
"Iya, aku tidak akan menggunakannya dan ayo kita cari pakaian yg lain" ucap Lili
Riko tersenyum lega, dan mereka kembali memilah pakaian mereka dengan warna senda dan setelah mendapatkannya mereka segera bersiap untuk berangkat.
__ADS_1
Bersambung