
Ruben baru saja merebahkan dirinya di kasur milik Santi, tapi terdengar bunyo ponselnta yang membuat dia beranjak meraih ponsel di atas nakas dan menjawabnya
" Ya. kau sudah mendapatkannya." tanpa basa basi ia menanyakan hasil pencarian Ans. Ya. Ans lah yang menghubungi Ruben.
" Sudah tuan, nona Santi kembali ke kota setelah dari perusahaaan tiga hari yang lalu.
Ruben langsung mematikan ponselnya dan melemparnya asal. Ia menghela napasnya berkali kali saat mengetahui istrinya sudah pergi kembali ke kita M tiga hari yang lalu yang artinya orang tuanya pasti sudah mengetahui masalah mereka.
Kembali Ruben menghela napasnya dan beranjak menuju lamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Ya. Ruben sudah memutskan akan berangkat ke kota M besok pagi pagi buta.
Seleasai membersihkan diri, Ruben kembali meraih ponselnya dan menghubugi asistennya.
" Ans siapkan tiket ke kota M besok pagi pagi sekali." titah Ruben.
" Baik Tuan." jawab Ans kemuadia langsung di putus oleh sang yang berkuasa.
" Dasar bos gak ada akhlak.! selalu saja seperti itu sikapnya." umpat Ans lang lagi lagi di perlakukan seperti itu oleh sang majikan.
***
__ADS_1
Pagi pagi sekali, Ruben sudah bersiap siap. Hari ini ia akan menjemput cintanya di kota M, Ruben begitu bersemangat untuk berangkat bahkan wajhanya terlihat begitu ceria karna harapnnya untuk bertemu sang istri sudah didpan mata.
tok...Tok...
" Tuan. waktunya berangkat." seru Asn dari luar kamar..
Ruben yang mendengar itu hanya bisa mendengus kesal karna sudah di buyarka lamunannya.
" Ayo berangkat.!" ajak Ruben dengan suara beratnya dan tak tertinggal dengan wajah masamnya.
Ans yang melihat wajah masam bosnya menjadi bingung dan bertanya tanya dalam hati apakah ada masalah lagi, atau sebenarnya tuannya terpaksa mencari istrinya.
" Tuan. Ada apa denganmu.? kenapa kau terlihat begitu murung dan tidak bersahabat begitu.? akhirnya pertanyaan itu lolos dari bibir Ans karna dia tidak menemukan jawabannya.
" karna apa tuan kesal.? apa tuan tidak senang akan bertemu dengan nona.?"
" hei..! enak saja kau berkata seperti itu.! aku senagn bahkan sangat tidak sabar untuj bertemu dengan istriku.' sentak Ruben.
" lalu kenapa wajah tuan muram begitu "
kau ya.! apa kau tidak dengar kalau aku bilang aku sedang kesal." ketus Ruben
__ADS_1
" kesal pada siap.?" tanya Ans bingung.
" padamulah emang pada siap lagi ha.!" ucap Ruben dengan sedikit berteriak.
Ans menunjuk dirinya dengan telunjuknya dan ekspresuinya menunjukan kebingungan atas jawaban sang Tuan.
" kenapa tuan mengatakan kesal padaku.? apa kesalahan yang telah aku perbuat." tanya Ans masih dengan binngungnya.
Ans berusaha menahan kekesalannya menengar jawaban dari asistennga ini, mukanya sudah merah.
" kau.! ais kau ini bidoh atau bagaimana sih.? biar kuberi tahu kau, aku kesal padamu karna kau sudah merusak hayalan indahku bersama istriu karna ketukan pintu darimu bodoh.!" cerca Ruben dengan ketus kemudian pergi meninggalkan Ans menuju mobilnya.
Sedangkan Ans hanya bisa terbahak dalam hatinya dan senyumnya berusaha ia sembunyikan saat mendengar penuturan sang majikan yang sedang menghayal istrinya.
Merekantelah tiba di bandara di Kota M. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan membosankan bagi mereka berdua.
Ya. Ans ikut kepada majikannya, dengan alibi mungkin bosnya memerlukan bantuannya nanti, padahal yang kenyataanya Ans ingin berlibur juga melepas penat karan pekerjaan di kantor.
"mana tau dapat jodoh disini juga aku hehehe." barin Ans tersenyum penuh keceriaan.
" ayo mari berjuang tuan." batin Ans memberi semangat pada majikannya dalam hati.
__ADS_1
Bersambung....