Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Kisah manis Ans Dan Derita Riko


__ADS_3

Ans menarik napasnya dalam melihat respon Helena padanya, entah kenapa malah berbalik. Harusnya kan Helena yang marah padanya tapi ini kebalikannya malah dia yang marah.


Entah Helena yang terlalu lugu atau takut padanya, atau memang wanita itu memiliki sikap yang seperti itu.


"Helen..." panggil Ans lembut, tangannya meraih dagu Helena agar mereka bisa saling pandang dan Ansa bisa leluasan memandang mata teduh Helena.


"Maafkan aku. Maafkan aku yang tidak mau menanyakan kebenaran padamu, maafkan aku yang sudah lepas kontrol hingga meninggalkan besak disini" ucap Ans dengan penuh kesungguhan dengan tangan yang sudah berpindah kini mengusap pipi Helena tepat dimana ia menampar Helena.


Helena berkaca kaca mendengar penuturan Ans, jika boleh jujur dia sebenarnya sakit hati dengan perbuatan Ans, tapi melihat ketulusan dan penyesalan di mata Ans membuat Helena tidak bisa marah, rasanya terlalu lemah untuk dia bersikap tegas pada Ans.


Ans mengusap pipi Helena yang basah karena tetesan air matanya "jangan menangis dan maafkan aku" lirih Ans.


"Aku tidak marah, aku hanya sedikit kecewa" aku Helena.


"Aku tau, kamu kecewa karena perbuatanku, maka ijinkan aku untuk mengahapus rasa kecewamu Helen...Aku janji ini pertama dan terakhir kalinya kamu terluka karena perbuatanku!" ucap Ans penuh keyakinan.


Helena mengangguk mengiayakan perkataan Ans, dia juga memafkan Ans, karena menurutnya itu tidak lah buruk.


Ans mendekat dan menempelkan keningnya pada kening Helena, menutup matanya untuk meresapi moment ini bersama Helena.


Perlahan tapi pasti Ans mendekatkan bibirnya pada bibit Helena dengan mata yang kini sudah terbuka dan mereka saling pandang.


Cup


Bibir keduanya menempal sempurnya tapj tidak ada pergerakan hanya saling pandang antara keduanya, tapi lama lama Ans tidak tahan jika hanya menempel begitu saja.


Ans ingin merasakan yang lebih mengikuti dorongan yang datang begitu saja untuk menikmati bibir itu lebih dalam lagi.


Ans mulai menggerakan bubirnya bersamaan dengan matanya yang tertutup agar lebih lekuasan mendapatakn kenikmatan,sementara Helena yang tidak pernah berpengalaman dalam hal itu hanya bisa membatu dan pasrah menerima semua yang dilakukan Ans.


"Kenapa tidak membalas ciumanku Helen.." lirih


Ans setelah melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Aku..Aku tidak tau harus bagaimana" jawab Helena menundukkan kepalanya.


Helena malu, mukanya sudah merona karena memang dia tidak tau berbuat apa dan hatus merespon bagaimana, sedangkan Ans hanya tersenyum bahagia karena Ans yakin jika baru dirinya yang menyentuh istrinya itu.


"Ikuti saja apa yang aku lakukan" jawab Ans dan langsung kembali menyatukan bibir mereka .


Ans mencium Helena dengan lembut, dan Helena pun membalas sama sepertj yang di lakukan Ans, walau masih kaku.


Hanyut dalam ciumana yang di berikan Ans padanya hingga mulai terbuai karena kenikamatan yang membuat dia kembali sadar dan memekik kaget saat Ans mengisap bibir Helena dengan kuat hingga tanoa sadar Helena membuka mulutnya.


Ans yang mendapat kesempatan akses langsung melancarkan aksinya mengeksplor rongga mulut Helena dengan rakus dan Helena tanpa sadar mengerang nikmat.


Mendengar erangan Helena membuat Ans semakin bersemangat, tangannya kini sudah mulai bergerak menyentuh dan mengelus punggung Helena dan kadang berpindah ke depan.


Bagaiman Helena? jangan ditanya lagi, dia sudah gelisah akibat perbuatan Ans yang memporak poranda perasaanya dengan sentuhan sentuhan yang membangkitkan gairah.


Terlebih lagi kini tidak ada lagi pakaian yang menutupi tubuh Helena dan bibir Ans sudah berpindah menyusuri tubuh dan kedua buah dada Helena.


"Helen...!" panggil Ans dengan suara seraknya


Helena yang paham akan maksud dari panggilan suaminya, dan juga dirinya yang memang sudah terbakar gairah sama seperti Ans, hanya bisa mengangguk pasrah akan keinginan suami dan tubuhnya.


Mendapat persetuan dan Helena, Ans tidak algi membuang waktu, dia kembali ******* bibir Helan sebelum akhirnya penyatuan pun terjadi.


Jika pasangan Ans dan Helena sedang di ambuk asmara dan gairah, beda halnya dengan Lili dan Riko yang saat ni sedang berdebat di dalam mobil.


Bagaimana tidak berdebat jika keduanya sama sama mempertahankan apa yang menjadi keinginan dan pendapat masing masing.


Bagaimana tidak, setelah drama pelakor yang di perankan Tiara dan sudah menerima akibatnya kini Riko dan Lili kembali kerumah, dan di pertengan jalan Lili meninta agar mereka pergi ke pasar tradisional dengan alasan mengidam ingij membeli ikan Lele hidup untuk jadikan menu makan mereka.


Lebih parahnya lagi Lili menginginkan Riko yang menagkap Lelenya dari penjuak dipasar.


"Sayang...." panggil Lili dengan gaya manjanya.

__ADS_1


"Pasti ada maunya kan? dan maunya itu akan membuatku kesusahan!" tebak Riko dengan tatapan penuh curiga.


Lili berdecak kesal melihat respon suaminya yang seperti keberatan dengan keinginnan istrinya dan tidak mau di susahkan.


"Jadi kau tidak mau susah begitu!" ketus Lili " yaudah aku cari saja ayah lain yang mau di susahkan oleh anaknya" lanjutanya yang membuat Riko meloto menatap Lili.


"Hei mulutnya!" sarkas Riko "Berani kamu begitu maka jangan salahkan aku jika kakimu ku patahkan saja!" ancam Riko.


Lili menaikan alisnya mendengar ancaman Riko, dia tidak habis pikir jika suaminya akan bereaksi seperti itu, timbul ide jail di otak Lili untuk menggoda Riko.


"Kau yakin akan mematahkan kaki ku sayang.." tanya Lili dengan suara manjanya.


"Tentu agar kau tidak lagi berjalan dan mencari suami dan ayah lain" jawab Riko tegas.


"Lalu bagaimana aku bisa mengurusmu?" tanya Lili yang semakin gencar menggoda Riko.


"Aku akan mengurus diriku sendiri dan juga dirimu" ucap Riko, seringai licik muncul di pikiran Riko "justru aku lebih senang karena apa? karena aku bisa leluasan menyentuh tubuhmu sesukaku" ucapnya.


Lili tercengang mendengar perkataan Riko, dia tidak habis pikir jika godaannya malah membuat Riko untung, dan dia tidak bisa terima begitu saja kekalahanya.


"Lalai bagaimana dengan kebutuhan juniormu sayang? tidak akan terpenuhi karena aku tidak bisa melayanimu?" ucap Lili pura pura sedih.


Padahal Liki sedang berusaha menahan senyumnya saat melihat wajah Riko yang masam saat mendengar kebutuhan biologisnya tidak akan terpenuho karena istrinya.


Tapi dengan mantap Riko kembali menjawab yang membuat Liki kembali melototkan matanya "aku bisa menahannya atau aku bisa maib solo saja dengan bantuan tubuhmu" jawab Riko Asal.


"Ck, kau ini sangat menyebalkan" rutuk Lili "kau jadi tidak mengantarkanku di pasar!" ketus Riko.


"Tidak! jika kau mau ikan itu maka suruh supir kita saja nanti membelikannya"


"Tapi aku maunya kamu sayang yang menangkap ikannya" rengek Lili.


"Aku tidak bisa sayang...minta yang lain saja ya" tawar Riko.

__ADS_1


"Tidak mau! dan tidak ada ronda malam!" ancam Lili yang membuat Riko tidak berkutik lagi.


"Baiklah" jawab Riko pasrah.


__ADS_2