Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Kunjungan Keluarga Ruben


__ADS_3

Riko mengerutkan keningnya mendengar aduan dari Lili, gerakan tanganya mengarah meraih sendok yanh ada di aras piring dan mencicipinya sedikt, dan benar saja tidak ada rasa sama sekali "apa kamu tidak menambah penyedapnya sayang?" tanya Riko.


Lili menggelengkan kepalanya "tidak tau, aku tidak mengingatnya" jawab Lili.


Riko menahan senyumnya agar tidak tertawa, tentu saja Lili tidak akan mengingat bumbu apa saja sudah dan belum di masukan, karena Riko masih sempat bagaimana Lili memasak, Lili memasak dengan dengan kekesalan san Rko pun tau jika Lili sengaja melakukan itu agar membagunkan dirinya.


Riko mengusap rambut istrinya, ada ada saja perubahan sikap Lili, padahal bisanya dia akan mengamuk dan merepet jika tidak mendapat keinginananya tapi pagi ini Lili malah menggunakan aksi merajuk yang berujung pada masakan yang tidak memeliki rasa atau tepatnya hambar.


"Aku buatkan yang baru ya sayang" ucap Riko dengan suara dan senyum lembutnya.


Lili pun mengangguk antusias, merajuk yang dia pertahankan tadi kini menghilang menguap entah kemana, sepertinya perut jauh lebih penting dari pada rakukkan"


Riko yang mendapat anggukan dari istrinya langsung melesat pergi menuji dapur untuk membuatkan nasi goreng permintaan istrinya, dan tak lama setelah itu Riko kembali dengam sepiring nasi goreng dengan wangi yang menggugah selera Lili, membuay cacing dalam perutnya semakin mendemo minta di isi.


Lili makan dengan lahap tanpa mempedulikan lagi sekitarnya, tapi baru setengah piring tandas, Lili menghentikan gerakan tangannya dan Riko mengerutkan keningnya bertanya kenapa Lii berhenti.


"Sudah kenyang" ucapnya pelan mengusap perutnya yang kekenyangan.


"Tapi belum habis sayang" ucap Riko.


Padahal Riko tua jika porsi makan istrinya sudahlah benar dan dirinya yang menaruh untuk porsi dua orang, "tapi aku udah kenyang" rengek Lili.


"Iya sini biar aku yang makan! aku sengaja masaa banyak karena aku tau kau tidak akan pernah menyisakan untukku jika porsinya sedikit" ucap Riko dengan terkekeh.


Sementara Lili mendengus sebal mendengar pengakuan suaminya, karena memang benar selama ini dia tidak akan peduli sekitarnya jika sudah mengisi perut kosongnya dan bahkan saat ini pu begitu hanya saja sekarang sedikit berbeda karena Riko memasak lebih.


Lili memberikan sisa makananya dengan senang hati, dia juga tidak habis pikir jika suaminya ini akan makan sisa makanannya, karena selama ini alsana Lili tidak mau menyisakan dan makan sendiri karena takut jika tidak di makan oleh suaminya.


"Terimakasih calon papa anakku" ucap Lili dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Riko yang mendengar ucapan istrinya kangsunh tersenyuk senang dan mengecup pipi Lili sebelum mulai makan, dan selesai dengan itu mereka kembali ke kamar untuk membersihkan diri kemudian turun lagi untuk mengelilingi kompleks seperti keinginan istri tercintanya.


***


Siang hari di kediaman Ans, kehebohan terjadi karena kedatangan keluarga Ruben yang mau berkunjung melihat putri Ans, Santi sangat hebih melihat bayi mungil yang baru berusia beberapa hari itu, sampai sampai Ruben yang menjadi sasarannya menjaga bayinya karena sang istri sedang asyik menggendong Jennifer.


Ruben menggerutu kesal, bibirnya tidak berhenti berkomentar melebihi bebek yang menjual kue, "ckck, sudah punya anak masih saja suka sama anak orang lain, padahal putri dan putraku jauh lebih dari anak itu!" ketus Ruben.


"Dia putriku tuan muda bukan anak orang lain!" sergah Ans.


"Ck justru karena di putrimu makanya aku mengatakan orang lain!" sindir Rubent.


"Ada apa denganmu tuan?" tanya Ans dengan suara beratnya, "putriku tidak bersalah dan saya sama sekali meminta kehormatan untul anda dan nona Santi untuk mengunjungi putriku apa lagi memberikannya hadiah, saya tidak bisa jika ada orang lain yang tidak menyukai putriku apa lagi orang merah dan alasannya adalah putriku, dan bukan tidak mungkin jika orang itu akan mengumpati putriku dalam hatinya dan itu tidak akan bisa saya terima!" jelas Ans mengeluarkan isi hatinya.


Ruben bungkam mendengar perkataan bawahannya, dua baru sadar jika perkataanya menyakiti Ans, karena selama ini yang Ruben tau Ans tidak akan berkata sepanjang ini dan kini Ans mengatakan semuanya dan itu merupakan ketiak sukannya.


"Nona muda! apa kalian masih akan lama? mungki kalian memiliki urusan atau tuan Ruben banyak pekerjaan di kantor, jadi tidak sebaiknya kalain kembali, kasihan juga si kembar kalau terlalu lama di luar" ucap Ans dengan nada dinginnya.


Helena mengkap gelagat tidak enak dari sikap suaminya, dia merasa ada terjadi sesuatu yang membuar Ans bersikap seperti ini, sementara Ruben semakin di buat terkejut atas tindakan Ans yangasih berlanjut bahkan kini mengusir keberadaan mereka, berbeda dengan Santi yang sudah memberngut kesal karena belum puas bermain ke bersama Helena dan putrinya.


"Ckck apa mas punya banyak pekerjaan!" ketus Santi.


"Tidak, mas tidak ada pekerjaan di ibu kota, justru mas akan ke cabang tempat Ans kelolah karena ingin melihat langsung laporan perusahaa" jawab Ruben memberi alasan membuat Santi kembali tersenyum cerah.


Ruben sengaja membuat alasan itu, agar istrinya bisa leluasa bersama Jennifer dan juga dia ingin memperbaiki perkataanya, dia akan meminta maaf karena sudah keterlaluan.


"Kau ikut aku ke kantor Ans!" titah Ruben.


"Maaf tuan, tapi istriku pasti membutuhkanku, lagi pula cutiku masih dua hari lagi!" tolak Ans memberi Alasan.

__ADS_1


"Dan aku tidak menerima alasan, dan kau sebagai bawahanku harus mengkutiku, bisa saja aku berfikir mungkin kau bermain curang dengan perusahaanku sehingga kau menolak untuk aku meninjau perusahaanku" ucap Ruben memancing Ans.


"Saya selalu bekerja dengan jujur tuan, tidak ada cela sedikit pun bagi saya mau berbuat curang" jawab Ans datar.


"Maka buktikan dengan laporannya sekarang!" tegas Ruben kemudian pergi meninggalkan kediaman Ans.


"Bun, Ayah pergi sebentar ya. Kalau ada apa apa telpon ayah saja" ucap Ans mengecup kening Helana dan berganti dengan pipi putrinya.


"Sayang mas pergi sebentar, kau puaskanlah dirimu sebelum kita kembali" ucap Ruben melakukan hal yang sama.


Merka melesat pergi meninggalkan kediaman Ruben, dan Ans terpaksa satu mobil dengan Ruben, karena memang Ruben tidak membawa mobil kemari dan Ans yang menjeput mereka di bandara, mungkin nanti jika kembali pun Ans yang akan mengantarkan mereka juga.


"Helen, nanti jika Jenn sudah besar, kamu mau nambah anak lagi tidak?" tanya Helena setelah pada suami pergi.


"Entahlah nona, tergantung ijin Tuhan saja bagaimana" jawab Helena.


Santi mendengus sebal mendapati Helena kembali memanggilnya dengan sebutan nona, padahal sudah berulang kali Santi menegurnya tapi tetap saja wanita di depannya ini tidak mau mengerti.


"Aku sudah bilang jangan panggil nona padaku!" ketus Santi.


Heleba hanya tersenyum kiku mendapat teguran yang sudah keberapa kali, di belum begitu terbiasa dengan hal itu "maaf non eh maksudku Santi, susah berubah" jawab Helena.


"Ini terakhir kalinya aku mendengar itu ya, jadi jangan memanggilku dengan itu lagi" ucap Santi.


"Baiklah" jawab Helena pasrah.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2