Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Via


__ADS_3

Sore sudah datang waktunya bagi orang orang untuk pulang karja, begitu juga dengan Ans yang saat ini sudah bergegas pergi meninggalkan ruangannya.


Ans memacu mobilnya membelah jalanan yang macet karena kendaraan para pekerja yang memiliki tujuan yang sama yaitu kembali ke kediaman untuk menyamankan diru setelah sibuk bergelud dengan pekerjaan.


Ans masih berada di dalam mobil memacu setir mobilnya dengan kecepatan sedang dan kadang sesekali berhenti karena rambu lalu lintas yang kadang berganti di tempat tertentu.


Dan sekarang pun Ans sedang berhenti mengikuti rambu yang berwarna merah, bebrapa memit menunggu hingga akhirnya kembali berubah warna dan Ans kembali menjalankan mobilnya.


Tapi baru beberapa meter mobil melaju, Ans meminggirkan mobilnya tepat di samping gerobak penjual martabak manis.


Ans berniat membelikan Helena martabak manis, siapa tau wanita itu menyukainya.


Beberapa menit menunggu akhirnya pesanan Ans jadi dan dia begegas pergi meninggalkan penjual martabak dan lagi lagi terhenti di supermarket yang tidak jauh dari kediamannya.


Ans keluar dari mobilnya menuju supermarket yang ternyata Tujuannya adalah mau membeli susu hamil untuk Helena.


Ans berencana membeli beberapa varian agar Helena tidak merasa bosan dengan rasa yang itu-itu saja.


Ans masih sibuk sibuk dengan kegiatanya memilah dan sesekali membaca tulisan yang ada disana entah apa pun itu, hingga tak sengaja dirinya bertabrakan dengan seseorang dan


Brakkk


Semua barang bawaan orang yang Ans tabrak berserakan di lantai serta susu hamil yang berada di tangan Ans ikut berserakan.


" Maaf aku tidak sengaja." ucap Ans yang langsung berjongkok memungut barang belanjanya sendiri yaitu susu hamil milik Helena, tidak mau peduli dengan belanjaan orang itu.


"Iya tidak apa apa." jawab Orang itu dan ikut berjongkok untuk memungut belanjaanya.


Gerakan tangan Ans terhenti saat pendengarannya menangkap suara orang yang menjawab pertanyaan yang terasa tidak asing bagi telinga nya, perlahan tapi pasti Ans mulai mengangkat kepalanya dan


Deg


Jantung Ans berdegup dengan kencang saat mendapati siapa gerangan wanita yang bertabrakan dengannya.


Tidak jauh berbeda dengan Ans, wanita itu pun terpaku menatap pria yang berada di depannya, pria yang bertabarakn dengannya adalah orang yang sangat dia kenali, orang yang menjadi alasanya berada disini sekarang ini.

__ADS_1


" Ans, Via." Ucap mereka spontan bersamaan.


" Kau!"


Raut muka Ans mendadak berubah menjadi dingin, dia tidak suka pertemuan dia dengan wanita yang ada didepannya ini sungguh dia tidak pernah ingin lagi berjumpa dengan Via.


Berbeda dengan wanita yang dikenal sebagai Via itu, wajahnya berseri karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Ans.


" Ans aku sangat merindukanmu." kata Via yang berniat ingin memeluk Ans, tapi dengan cepat Ans menghentikannya.


"Tetap di tempatmu." titah Ans tegas.


Via berhenti mendengar ketagasan Ans yang menolak di sentuh olehnya, wajahnya berubah murung di perlakukan seperti itu oleh Ans.


" Kenapa kau berubah dingin begini padaku Ans?" tanya Via berkaca kaca.


" Aku tidak berubah Via! aku masih Ans yang dulu, Ans yang dingin dengan orang asing."


" Apa aku sudah menjadi orang asing bagimu.?" tanya Via berkaca kaca.


" Siapa? lalu siapa yang orang yang tidak asing itu sekarang bagimu?'


Ans tidak menjawab pertanyaan via tetapi ia mengangkat tangan menunjukkan Jarinya yang sudah melingkar oleh cincin pernikahan di hadapan via.


Hal itu sukses membuat Via sangat syok karena mengetahui kennyataan Ans yang sudah menikah dan artinya pria itu sudah menjadi milik orang lain.


"Orang yang tidak asing bagiku itu adalah istriku." jawab Ans lantang.


" Istri." beo Via


"Ya! saya sudah menikah jadi sudah pasti kau tau siapa yang paling berharga dan penting bagiku."


Ans menjawab perkataan Via yang secara tidak langsung bahwa dia sudah mempatenkan Helena miliknya dan mengakui Helena penting baginya.


Walau tidak ada yang tau apakah itu berasal dari hatinya atau hanya untuk membuat Via menjauh dari kehidupanya, yang jelas saat ini menurut asumsi orang bahwa Helena milik Ans.

__ADS_1


Via sudah tidak mampu lagi menahan laju air matanya tanpa diundang iya keluar membasahi kedua pipi via, Sungguh sakit rasanya mengetahui orang yang kita sayang sudah menjadi milik orang lain.


Tidak bisa berbuat apa-apa jika takdir sudah berkata lain, apa yang bisa diperbuat jika sudah seperti itu, begitupun dengan Via yang merasa begitu bodoh karena dulu pernah menyia-nyiakan seseorang Ans Wijaya.


Hingga takdir membuat mereka harus seperti ini, di pertemukan dalam keadaan yang sudah berbeda dan Ans yang sudah menajdi milik orang lain.


" Apa kau mencintai istrimu Ans?" tanya Via bergetar.


Via menangis di supermarket tanpa peduli tatapan beberapa orang melihat ke arah mereka, yang penting bagi Via saat ini adalah meminta penjelasan dari pria yang masih mengisi full hatinya.


Ans merasa risih karena diperhatikan oleh beberapa orang berkata " hentikan air matamu Jangan membuatku dituding sudah menyakitimu." pinta Ans pelan tetapi penuh ketegasan.


" Jawab Apa kau mencintai istrimu?" Via mengulang pertanyaanya karena tak kunjung mendapat jawaban dari Ans.


"Pertanyaan bodoh macam apa itu! tidak mungkin aku menikahinya jika aku tidak memiliki perasaan padanya" jawaban Ans


" Pasti itu hasil dari perjodohan yang dilakukan oleh mamamu kan Ans." terka Via yang belum menerima kenyataan dirinya sudah tidak ada artinya lagi bagi Ans.


" Sudahlah tidak perlu bertanya masalah pribadiku, jika pun aku tidak memiliki perasaan padanya iti bukalah urusanmu." tegas Ans kemudian pergi meninggalkan Via yang masi berdiri disana.


Ans pergi meninggalkan supermarket dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, Jujur saja saat ini pikiran dan hatinya sedang kacau akibat pertemuannya dengan via cinta Pertamanya di masa kuliahnya dulu.


" Kenapa harus bertemu dengan mu lagi Via." geram Ans memukul setir mobilnya.


Terus melaju dan sesekali dia mengumpat dirinya kenapa bisa gelisah seperti ini hanya karena pertemuanya dengan Via.


Ans menolak keras perasaanya jika dia tidak algi memiliki rasa pada Via, tapi jika tidak kenapa harus merasa gelisah seperti ini? itulah yang menjadi pertanyaan yang berputar di kepala Ans.


Sampai di rumah, Ans langsung menuju kamarnya dan dia mendapati Helena yang sedang tertidur dengan pulas.


Jujur saja melihat keteduhan wajah wanita ini Ans merasakan ada kedamaian di dalam hatinya, kegelisahan yang sempat melanda perasaanya sirnah seketika hanya dengan melihat Helena yang sedang tertidur ini.


Ans bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan di sana Ans berada di bawah guyuran air yang berasal dari sower, berdiri disana dengan pikiran yang entah apa.


Selesai dengan itu, Ans keluar dan segera memakai pakaiannya dan kemudian ikut berbaring di samping Helena memeluk dan menghirup aroma khas dari wanita itu menutup matanya dan ikut terlelap bersama Helena.

__ADS_1


Bersambug...


__ADS_2